Tag: gastro diplomacy

PESAN DARI PARIS UNTUK WISATA KULINER INDONESIA

PESAN DARI PARIS UNTUK WISATA KULINER INDONESIA

Tourism for Us – Rasa adalah nilai pertama dari sebuah makanan atau minuman. Dan rasa terbaik dibuat dengan menggunakan bahan-bahan segar dan asli. Kepada semua pengusaha kuliner dunia, chef Guy Savoy dari Village International de la Gastronomie (VIG) mengatakan, kualitas pembuatan makanan harus enak dimakan [more]

INDONESIA, NEGARA KEHORMATAN DI VILLAGE INTERNATIONAL DE LA GASTRONOMIE 2022

INDONESIA, NEGARA KEHORMATAN DI VILLAGE INTERNATIONAL DE LA GASTRONOMIE 2022

Tourism for Us – Village International de la Gastronomie (VIG) memilih Indonesia menjadi negara kehormatan pada perhelatan tahun ini. Event tahunan itu akan berlangsung pada 1-4 September 2022 di Paris, Perancis. La Maison De L’Indonesie (LMDI) selaku official partner dan koordinator ekslusif Indonesia di VIG [more]

LANGKAH TERBARU PEMASARAN PAREKRAF INDONESIA DI NEW YORK

LANGKAH TERBARU PEMASARAN PAREKRAF INDONESIA DI NEW YORK

Tourism for Us – Indonesia menggoyang New York melalui segelas kopi, lagu dangdut dan fesyen. Ini bisa dikatakan langkah-langkah baru dalam memasarkan pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia di Amerika Serikat. Langkah-langkah itu diharapkan bukan hanya sebagai alat promosi jangka pendek selama pandemi Covid-19 tetapi juga menjadi strategi jangka panjang.

Cafe Dangdut di New York sebagai etalase promosi kopi, produk kreatif, sekaligus pariwisata Indonesia. (Foto: KJRI New York)

Pada hari Jumat, 3 September 2021, akan dilangsungkan soft launching Cafe Dangdut. Dikutip dari siaran pers Konsulat Jenderal Republik Indonesia di New York, acara peluncuran itu akan diselenggarakan di Gedung WTC Financial Center New York. Sebuah coffee truck berlogo Café Dangdut New York akan hadir dan berada di WTC selama sehari penuh dari pukul 10.00-19.00 waktu setempat.

Café Dangdut New York dibentuk dengan konsep coffee shop yang bersifat permanen dan coffee truck yang bersifat mobile. Baik di coffee shop maupun di coffee truck menyajikan menu kopi Indonesia. Kopi didatangkan dari berbagai daerah mulai dari Aceh sampai Papua.

”Mekanisme bisnis Café Dangdut New York berbasis franchise. Ke depannya, Cafe Dangdut New York dapat hadir di kota-kota lain di Amerika Serikat dan kota-kota lain di dunia,” ujar Konjen RI di New York Arifi Saiman.

Pendirian Cafe Dangdut New York berangkat dari idealisme untuk menjadikannya sebagai  outlet sekaligus etalase kopi Indonesia dan produk industri kreatif UMKM (merchandise) seperti kaos, cangkir serta kuliner khas Indonesia.

Menurut rencana, acara Soft Launching Café Dangdut New York akan dihadiri oleh Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf RI Nia Niscaya beserta tim Kemenparekraf dan sejumlah artis Indonesia, di antaranya artis Dangdut Fitri Carlina. 

Promosi produk kreatif fesyen Indonesia di New York. [Foto; KRI New York]

Fesyen Indonesia di New York

Pada Selasa, 17 Agustus 2021, bertepatan dengan perayaan HUT RI ke-76, sebanyak 16 merek fesyen Indonesia ditampilkan di salah satu videotron di kawasan Times Square New York. Merek yang ditayangkan di antaranya Soleram, BohoPanna, Sabine and Heem, Letter In Pine, Wearstatusquo, Sideline, Nona, Nona Rara, Koze, Bonnels, Owners Worldwide, Reclays, Noore, T.V.F, dan Nyonya Nursing Wear.

Promosi produk kreatif buatan Indonesia itu merupakan kolaborasi antara Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dengan Hypefast. Penayangan video keenam belas merek tersebut bertujuan memperkenalkan dan memamerkan gambaran industri fesyen di Indonesia ke pasar internasional.

Hypefast adalah sebuah perusahaan investasi yang fokus mengembangkan merek-merek produk fesyen, kecantikan, kesehatan dan gaya hidup masyarakat Indonesia untuk dapat bersaing di pasar internasional. Penayangan iklan videotron merupakan langkah nyata dari penandatanganan MoU antara Kemenparekraf dan Hypefast pada 21 Juli 2021.

Chief Executive Officer Hypefast Achmad Alkatiri mengatakan, Hypefast menargetkan untuk membawa merek-merek lokal ke pasar global dengan cara lebih efektif dan scalable pada akhir tahun 2022. Saat ini fokusnya pada mempersiapkan infrastruktur dan akses sehingga bisa jadi solusi jangka panjang.*** (Yun Damayanti)

‘TASTE OF INDONESIA’ MENGESANKAN WARGA SENIOR DI PARIS

‘TASTE OF INDONESIA’ MENGESANKAN WARGA SENIOR DI PARIS

Tourism for Us – Pada siang hari di puncak musim panas, salad a la Indonesia yang terdiri dari beragam buah dan segelas minuman herbal dingin terbuat dari kunyit terasa sangat menyegarkan. Cita rasa yang sama sekali baru bagi warga senior di Paris yang menghadiri Festival [more]

KENALI KEBIASAAN MAKAN MASYARAKAT DI NEGARA TARGET PASAR DALAM MEMPROMOSIKAN KULINER INDONESIA

KENALI KEBIASAAN MAKAN MASYARAKAT DI NEGARA TARGET PASAR DALAM MEMPROMOSIKAN KULINER INDONESIA

Tourism for Us – Agar promosi pariwisata Indonesia melalui kuliner berjalan efektif, kita cari tahu dahulu kebiasaan makan masyarakat di pasar yang dituju. Kebiasaan makan ini berhubungan dengan bagaimana cara mereka mempersiapkan makanannya. Pada saat yang sama, kita juga sepakat dulu atas standar rempah-rempah yang [more]

GASTRO DIPLOMACY MEMBAWA INDONESIA KE DALAM RUMAH WARGA PERANCIS

GASTRO DIPLOMACY MEMBAWA INDONESIA KE DALAM RUMAH WARGA PERANCIS

Tourism for Us – Selama bulan Mei 2021, masyarakat Perancis diperkenalkan dengan nasi goreng, kue dadar, jamu, kopi, cokelat dan produk-produk spa lewat program televisi, kampanye daring di e-commerce dan media sosial, hingga di pasar lokal dan La Maison de L’Indonesie (House of Indonesia) di Paris. Walaupun kegiatan sosial-ekonomi belum bisa dilakukan secara bebas pada masa pandemi, melalui aktivitas gastro diplomacy semacam ini membawa Indonesia langsung ke dalam rumah warga Perancis.

Program televisi Cuisine de Monde menayangkan demo memasak makanan  Indonesia pada hari Kamis (6/5/2021) lalu. Menu yang dipilih adalah nasi goreng dengan menggunakan bumbu-bumbu segar khas Indonesia. Pengambilan gambar untuk program ini telah dilakukan pada bulan Februari 2021 di sebuah hotel di Paris. Program dipandu oleh salah seorang Master Chef di Perancis Cyril Rouquet-Prevost dan menampilkan diaspora asal Indonesia Chef Budi Priyatno dari Restaurant INDONESIA di Paris. Selain nasi goreng, dalam program tersebut juga diperkenalkan jamu Indonesia yang diproduksi oleh ACARAKI.

Mulai dari 1 Mei 2021 ada satu stand di Maubert Market khusus menjual produk-produk asal Indonesia. La Maison de L’Indonesie memajang produk-produk berkualitas terbaik dari Nusantara di sana. Untuk saat ini, pengunjung pasar dapat menemukan dan membeli kopi dari berbagai daerah di Indonesia, mencicipi jamu kunyit dan jahe dan cokelat secara gratis, serta menampilkan gastronomi Indonesia lewat nasi goreng yang selalu ludes dan kue dadar gulung yang banyak disukai pengunjung pasar. Di dalam siaran pers VITO Perancis menginformasikan, La Maison de L’Indonesie berencana membawa produk-produk buatan Indonesia lainnya seperti rempah-rempah yang belum dikenal oleh warga Perancis.

Maubert Market pertama kali diciptakan pada bulan Februari 1920. Sebelumnya pasar ini bernama Carmelote Market. Pasar itu hanya beroperasi setiap hari Selasa, Kamis dan Sabtu mulai dari pukul 07.00 hingga 14.30. Lokasi pasar tersebut di Place Maubert 75005 Paris, tidak jauh dari Katedral Notre-Dame, Pantheon dan Universitas Sorbonne. Pasar Maubert merupakan salah satu pasar lokal yang terkenal dan populer khususnya di kalangan warga Paris. Dan La Maison de L’Indonesie hadir setiap hari Sabtu di pasar.

Tidak mudah mendapatkan tempat di pasar ini karena sangat selektif dalam memilih komoditi yang dijual. Selain itu, produk dan penjual lokal tentu lebih didahulukan. Maka merupakan suatu kebanggaan bagi La Maison de L’Indonesie bisa lolos seleksi dan mendapat izin untuk mempunyai satu stand di Pasar Maubert dan berkesempatan memajang produk-produk Indonesia pada setiap akhir pekan. Ini merupakan suatu terobosan bisa membawa produk-produk Indonesia langsung ke konsumen lokal di Perancis. Selain itu, karena hanya pasar yang diizinkan beroperasi selama masa lockdown maka ini juga merupakan kesempatan bagus dapat melakukan promosi langsung dan offline. Program ini tidak direncanakan untuk dilakukan dalam jangka panjang namun sebagai langkah strategis dan antisipatif agar bagaimanapun kegiatan pemasaran pariwisata Indonesia tetap berlangsung.

Setelah memperkenalkan kopi, cokelat, jamu, moringa, dan produk-produk spa dan kebugaran buatan Indonesia sejak bulan Agustus 2020, sekarang La Maison de L’Indonesie dilengkapi dengan roasting house sendiri di Paris. Biji kopinya didatangkan langsung dari Indonesia mulai dari Gayo, Aceh sampai Papua. Di bawah merek La Maison de L’Indonesie, kopi Indonesia dipasarkan dan dijual dalam bentuk roasted bean, kopi bubuk, dan kapsul kopi biogradable pertama di Perancis.

Indonesian coffee specialty yang dikemas dalam kapsul biogradable pertama di Perancis diperkenalkan oleh House of Indonesia. [Foto; VITO Perancis]

Sejak awal VITO Perancis telah memasukan kuliner menjadi salah satu strategi mempromosikan Indonesia di Perancis. Indonesia negeri rempah, mereka tahu itu. Sekarang semakin tahu kelezatan kuliner Indonesia berasal dari olahan aneka rempah.

Sudah banyak kegiatan promosi yang melibatkan kuliner Nusantara seperti mengadakan festival gastronomi Indonesia di hotel bintang 5 di Paris, berpartisipasi di pameran gastronomi internasional, setiap kegiatan sales mission selalu menampilkan dan memperkenalkan makanan-makanan tradisional, dan bahkan membawa jurnalis televisi Perancis ke Indonesia untuk meliput mengenai pasar-pasar tradisional di berbagai daerah. Dan menurut analisa VITO, setiap kegiatan tersebut membawa hasil konkrit yakni meningkatkan kunjungan wisatawan Perancis ke Indonesia.

Country Manager VITO Perancis Eka Moncarre mengungkapkan, kemampuan memenangkan hati dan pikiran publik internasional dengan memakai budaya di antaranya lewat kuliner atau yang dikenal sebagai gastro diplomacy.

“Dalam masa pandemik seperti sekarang, kegiatan promosi Indonesia di luar negeri harus berjalan terus. Karena ini sangat penting untuk membuat orang tidak lupa dengan Indonesia dan bahkan ingin berkunjung ke Indonesia. Hal itu memotivasi kami untuk terus mencari cara-cara inovatif dan kreatif, dan sudah pasti berkolaborasi dan bekerja sama dengan mitra dan jejaring lokal di sini,“ ujar Eka.*** (Yun Damayanti)