Tag: gastronomy tourism

WONDERFUL INDONESIA GASTRONOMY 2026: KULINER LOKAL MENUJU PENGAKUAN DUNIA

WONDERFUL INDONESIA GASTRONOMY 2026: KULINER LOKAL MENUJU PENGAKUAN DUNIA

Tourism for Us – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bersama Indonesia Gastronomy Network (IGN) kembali menghadirkan Wonderful Indonesia Gastronomy (WIG) 2026 sebagai upaya memperkuat posisi kekayaan gastronomi Indonesia untuk daya tarik pariwisata di pasar global. WIG 2026 mengusung tema ‘’From Local Roots to Global Recognition’’ dan akan [more]

LUPAKAN STRES, RASAKAN SLOW LIVING DI ARKANA HUIS, BELITUNG

LUPAKAN STRES, RASAKAN SLOW LIVING DI ARKANA HUIS, BELITUNG

Tourism for Us – Hidup di zaman modern yang penuh dengan kecepatan memang bisa membuat kita merasa lelah, baik secara fisik maupun mental. Meskipun teknologi seperti internet memberikan kemudahan dalam menyelesaikan berbagai pekerjaan dengan lebih efisien, ada sisi lain yang juga perlu kita perhatikan. Kita [more]

SAUDI FEAST FOOD FESTIVAL 2025: MENGHIDUPKAN CITA RASA DAN TRADISI JAZIRAH ARAB

SAUDI FEAST FOOD FESTIVAL 2025: MENGHIDUPKAN CITA RASA DAN TRADISI JAZIRAH ARAB

Tourism for Us – Koki, penulis, penerbit, diplomat dan pemengaruh (influencers) dari lima benua berkumpul di Saudi Feast Food Festival 2025 pada akhir November 2025 untuk merayakan the Gourmand Awards atau The Gourmand World Cookbook Awards ke-30. Dengan kehadiran perwakilan dari 96 negara di Festival, komunitas gastrnomi/kuliner berkumpul selama empat hari untuk merayakan publikasi gastronomi terbaik di dunia dalam 30 tahun terakhir.

Pemenang The Gourmand World Cookbook Awards 2025 menerima penghargaan di Riyadh bertepatan dengan Saudi Feast Food Festival 2025. (Foto: The Gourmand Awards)

Didirikan pada tahun 1995 oleh Edouard Cointreau dan melibatkan peserta dari lebih dari 200 negara, Gourmand Awards adalah satu-satunya kompetisi internasional yang didedikasikan untuk publikasi tentang budaya kuliner. Kompetisi ini gratis dan terbuka untuk semua bahasa. Setiap tahun, Gourmand menyelenggarakan simposium global di tempat yang memiliki signifikansi gastronomi terkemuka, yang mempertemukan para tokoh terkemuka dari sektor diplomatik, kuliner, penerbitan, dan budaya.

“Riyadh adalah tempat yang sempurna untuk mempertemukan para profesional budaya kuliner terbaik dari berbagai negara. Semua orang antusias untuk mencicipi beragam kuliner Arab Saudi di festival ini, yang menawarkan perjalanan sejati menjelajahi negara dan 13 wilayahnya. Di saat yang sama, Komisi Seni Kuliner berbagi visi yang dianut oleh semua penulis dan penerbit kami: budaya dan tradisi sangat penting untuk memahami suatu bangsa. Inilah mengapa waktu kita bersama di Riyadh telah menjadi pertukaran yang bermakna bagi kita semua,” kata Edouard Cointreau.

Lebih dari 400 tamu internasional menghadiri Gourmand Awards di Saudi Feast Food Festival 2025, yang selama bertahun-tahun telah menjadi titik temu global bagi para pencinta gastronomi dan warisan kuliner. Banyak diplomat yang berbasis di Riyadh turut serta dalam perayaan ini bersama tokoh-tokoh terkemuka dalam budaya kuliner: duta besar dan konselor dari lebih dari 20 negara hadir, serta perwakilan dari organisasi internasional seperti Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO), Organisasi Pariwisata Dunia (UN Tourism), dan Asosiasi Koki Dunia (the World Association of Chefs’ Societies).

Buku masak Indonesia at Home diumumkan sebagai pemenang pada The Gourmand World Cookbook Awards 2025. Selain itu, buku ini juga menyabet penghargaan sebagai The Best Cookbook in Asia dan The Best Cookbook Bilingual. Buku masak yang disusun oleh Eka Moncarre, Founder La Maison de L’Indonesie Paris (House of Indonesia Paris/LMDI), ditulis dalam dua bahasa yakni bahasa Inggris dan Perancis.

“Ini seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa Budaya Pangan!,” ujar ikon gastronomi India Rashmi Uday Singh di panggung Saudi Feast Food Festival, setelah menerima penghargaan untuk Situs Web Penggalangan Dana Terbaik di dunia.

“Riyadh dan Arab Saudi merupakan pengalaman yang luar biasa. Dan keajaiban Saudi Feast Food Festival merupakan momen sekali seumur hidup,” ujar penulis buku terlaris Afrika Selatan Isabella Niehaus.

Sementara itu, Khir Johari, penulis The Food of the Singapore Malays, menulis, “Dengan kuratorial yang indah dan edukasi yang luar biasa, Saudi Feast Food Festival mengejutkan saya dengan segala hal, mulai dari museum lebah madu yang bergaya namun interaktif hingga pusat kuliner Thailand yang meriah. Poster, pameran, dan sajian regional terasa ramah dan mengundang. Festival ini benar-benar seperti bercerita melalui makanan, menghidupkan cita rasa dan tradisi Jazirah Arab dengan cara yang paling bijaksana.” ***(Yun Damayanti)

ACARAKI JAMU FESTIVAL, MERAYAKAN JAMU DENGAN GAYA GENERASI MILENIAL DAN Z

ACARAKI JAMU FESTIVAL, MERAYAKAN JAMU DENGAN GAYA GENERASI MILENIAL DAN Z

Tourism for Us – Jamu, ramuan rempah khas Indonesia, kini tidak hanya berfungsi sebagai obat atau minuman kesehatan, tetapi juga telah bertransformasi menjadi bagian dari gaya hidup modern. Untuk menjaga keberlanjutannya, jamu diperkenalkan dengan cara yang lebih menarik dan relevan bagi generasi muda, sehingga mereka [more]

‘’WISATA RASA DI BUMI PASUNDAN’’, PANDUAN PRAKTIS BAGI PELAKU PARIWISATA JAWA BARAT KEMBANGKAN WISATA GASTRONOMI

‘’WISATA RASA DI BUMI PASUNDAN’’, PANDUAN PRAKTIS BAGI PELAKU PARIWISATA JAWA BARAT KEMBANGKAN WISATA GASTRONOMI

Tourism for Us – Buku ‘’Wisata Rasa di Bumi Pasundan’’ bisa menjadi panduan praktis bagi pelaku pariwisata untuk mengembangkan wisata gastronomi di Jawa Barat.   ‘’Buku ini dapat menjadi panduan praktis bagi para pelaku wisata tour operator, travel agent, serta masyarakat dalam merancang pola perjalanan [more]

MISI PENJUALAN INDONESIA SPICE UP THE WORLD PERTAMA DI PERANCIS BERHASIL MENARIK PERHATIAN CHEF HINGGA SUPERMARKET HALAL

MISI PENJUALAN INDONESIA SPICE UP THE WORLD PERTAMA DI PERANCIS BERHASIL MENARIK PERHATIAN CHEF HINGGA SUPERMARKET HALAL

Tourism for Us – Misi penjualan  (sales mission) Indonesia Spice Up the World (ISUTW) pertama di Perancis minggu lalu berhasil menarik perhatian chef, asosiasi pemilik restoran Perancis, sekolah gastronomi, media hingga supermarket halal di Paris.

Direktur Pemasaran Ekonomi Kreatif Kemenparekraf Erwita Dianti (kelima dari kiri) memimpin delegasi misi penjualan subsektor kuliner Indonesia ke Paris, Perancis. (Photo credit to LMDI)

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) bekerja sama dengan House of Indonesia Paris (La Maison de L’Indonesie/LMDI) menggelar Sales Mission Pemasaran subsektor Kuliner pertama kali di Paris, Perancis, dengan mengangkat tema ‘’1er Edition Festival Des Epices Indonesiennes’’ (Festival Rempah-Rempah Indonesia Edisi Pertama). Sales Mission telah berlangsung pada tanggal 9, 10 dan 12 Mei 2023. Usai misi penjualan diikuti dengan pameran beragam produk makanan dan bumbu Indonesia selama tiga minggu pada bulan Mei 2023 bertempat di House of Indonesia Paris.    

Sales Mission diikuti oleh tiga sellers produsen beragam produk makanan buatan Indonesia. Ketiga sellers adalah Lemonilo, Murni dan grup JIKA yang membawa merek JIKA Chocolat, Spice from the East, dan sambal Sweet & Pedas.

Credit photo to LMDI

Agenda pertama misi penjualan ‘’Special Chef Lunch’’, Selasa (9/5/2023), dihadiri 12 orang. Mereka terdiri dari Didier Desert dari Association Francaise des Maitres Restaurateurs; Patric Obin, Academie Nationale de Cuisine; Mathieu La Fay, Euro Toques France; Laetitia Plaut, Maitres Cuisiners de France; Romain Besseron dan Thierry Charrier dari Cuisiners de la Republique Francaise; Dominique Saffre, Union Compagnonnique; Pierre Koch, Academie Culinaire de France; Pierre Sanner, Mission Francaise du Patrimoine & des Cultures Alimentaires; Anne-Laure Descombin, Village International de la Gastronomie; Edouard Cointreau,Gourmand International; dan Marie Sauce-Bourreau  

Program hari pertama, peserta diperkenalkan dengan rempah-rempah Indonesia yang digunakan untuk memasak jamuan makan siang. Menu makan siang terdiri dari soto ayam sebagai makanan pembuka. Kemudian dilanjutkan dengan hidangan utama yakni nasi kuning yang dibentuk jadi tumpeng mini dengan lauk pauknya rendang, tempe dan serundeng. Dan sebagai penutupnya, kue lapis legit ditemani kopi, teh dan cokelat Indonesia.

Eka Moncarre, founder House of Indonesia Paris (La Maison De L’Indonesie/LMDI), menerangkan, ketiga menu jamuan makan siang merupakan kuliner Indonesia paling populer di kalangan warga Perancis. Selain itu, menu tersebut cocok dengan bahan-bahan yang dibawa oleh peserta misi penjualan.  

 Agenda kedua ‘’Press Conference’’ berlangsung, Rabu (10/5/2023), dihadiri oleh 50 media Perancis.  

Agenda ‘’Business Workshop’’, Jumat (12/5/2023), juga dihadiri oleh 50 buyers. Program ini tidak hanya mempertemukan sellers dengan buyers. Tetapi juga termasuk mengunjungi salah satu supermarket halal di Paris sehingga sellers dari Indonesia dapat melihat langsung kondisi pasar.

‘’Kita juga lakukan visit ke supermarket halal di Paris yang tertarik dengan produk-produk Indonesia,’’ ujar Eka.

Setelah rangkaian agenda misi penjualan tersebut, dilanjutkan dengan pameran ragam produk kuliner Indonesia mulai tanggal 10 sampai dengan 31 Mei 2023 di House of Indonesia Paris.

Dalam keterangan tertulis sebelum misi penjualan berlangsung, Direktur Pemasaran Ekonomi Kreatif Kemenparekraf Erwita Dianti mengatakan, ‘’Selain komoditi rempah, kita juga mengangkat para artisan kuliner yang makin beragam produknya. Harapan kami adalah mempromosikan produk artisan lokal ini supaya produk Indonesia semakin mendunia.”

Tingginya permintaan ekspor rempah menunjukkan, kualitas produk rempah Indonesia telah diakui dunia. Maka tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mempromosikan beberapa bumbu dan masakan Indonesia. Selain itu, diharapkan ada kesepakatan bisnis dan terjadi transaksi antara sellers dari Indonesia dan buyers dari Perancis.

Program nasional Indonesia Spice Up the World adalah strategi memperkenalkan produk rempah dan bumbu masakan Indonesia di mancanegara. Strategi ini juga memacu pengembangan jaringan restoran Indonesia di luar negeri sebagai diplomasi gastronomi Indonesia. Kampanye ISUTW menargetkan nilai ekspor rempah dan bumbu mencapai dua miliar dolar AS dan menghadirkan 4.000 restoran Indonesia di luar negeri pada 2024.***(Yun Damayanti)

KEMENPAREKRAF GELAR FESTIVAL REMPAH INDONESIA PERTAMA DI HOUSE OF INDONESIA PARIS

KEMENPAREKRAF GELAR FESTIVAL REMPAH INDONESIA PERTAMA DI HOUSE OF INDONESIA PARIS

Tourism for Us – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) bekerja sama dengan House of Indonesia Paris (La Maison de L’Indonesie/LMDI) akan menggelar Sales Mission Pemasaran subsektor Kuliner pertama kali di Paris, Perancis, minggu depan. Sales Mission diikuti dengan pameran beragam [more]

KENALI KEBIASAAN MAKAN MASYARAKAT DI NEGARA TARGET PASAR DALAM MEMPROMOSIKAN KULINER INDONESIA

KENALI KEBIASAAN MAKAN MASYARAKAT DI NEGARA TARGET PASAR DALAM MEMPROMOSIKAN KULINER INDONESIA

Tourism for Us – Agar promosi pariwisata Indonesia melalui kuliner berjalan efektif, kita cari tahu dahulu kebiasaan makan masyarakat di pasar yang dituju. Kebiasaan makan ini berhubungan dengan bagaimana cara mereka mempersiapkan makanannya. Pada saat yang sama, kita juga sepakat dulu atas standar rempah-rempah yang [more]