Tourism for Us – Hidup di zaman modern yang penuh dengan kecepatan memang bisa membuat kita merasa lelah, baik secara fisik maupun mental. Meskipun teknologi seperti internet memberikan kemudahan dalam menyelesaikan berbagai pekerjaan dengan lebih efisien, ada sisi lain yang juga perlu kita perhatikan. Kita [more]
Tourism for Us – Koki, penulis, penerbit, diplomat dan pemengaruh (influencers) dari lima benua berkumpul di Saudi Feast Food Festival 2025 pada akhir November 2025 untuk merayakan the Gourmand Awards atau The Gourmand World Cookbook Awards ke-30. Dengan kehadiran perwakilan dari 96 negara di Festival, [more]
Tourism for Us – Jamu, ramuan rempah khas Indonesia, kini tidak hanya berfungsi sebagai obat atau minuman kesehatan, tetapi juga telah bertransformasi menjadi bagian dari gaya hidup modern. Untuk menjaga keberlanjutannya, jamu diperkenalkan dengan cara yang lebih menarik dan relevan bagi generasi muda, sehingga mereka dapat lebih mengenal dan mengapresiasi warisan budaya ini.
(Foto: Birkompublik Kemenekraf)
Acaraki Jamu adalah salah satu usaha di bidang makanan dan minuman yang fokus pada penyajian jamu dengan sentuhan modern, menjadikanya lebih menarik bagi generasi Milenial dan Z. Selain itu, Acaraki Jamu juga menggelar festival jamu yang bertujuan untuk menonjolkan jamu sebagai warisan budaya Indonesia, sekaligus mengubah pandangan masyarakat terhadap produk tradisional ini dan memperluas pasar yang ada. Festival ini telah sukses diselenggarakan sebanyak lima kali, menunjukkan antusiasime yang tinggi terhadap jamu di kalangan masyarakat.
Festival jamu terbaru adalah Acaraki Jamu Festival edisi Hari Pahlawan pada hari Minggu lalu (16/11/2025) yang berlangsung di Taman Fatahillah, Kota Tua Jakarta. Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf)/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Wakaba Ekraf) Irene Umar turut hadir dalam acara ini.
Acaraki Jamu Festival dibuka dengan mengetuk alu pada wadah yang berisi rempah. Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan Funwalk 2,5 kilometer dimana peserta berjalan kaki sambil menggendong bakul jamu, dan prosesi naik kereta kencana.
Pengunjung Acaraki Jamu Festival bisa menikmati free flow jamu tradisional, aktivasi booth sponsor, qerik (pijat gratis), area estafet permainan Nusantara, lomba mewarnai di Kids Corner by Simbalion, menulis testimoni pada papan petisi aksara Nusantara, dan kesempatan meraih doorprize maupun grandprize.
Festival jamu ini juga memeberikan apresiasi kepada pahlawan masa kini, seperti perwakilan dari komunitas laskar jamu gendong, komunitas pekerja seni Kota Tua, komunitas ojek online, dan komunitas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU).
Penyelenggaraan Acaraki Jamu Festival dilandasi filosofi ‘menjamu bukan sekadar menyuguhkan minuman’, tetapi juga tentang menyambut, merawat, dan menjaga budaya yang berharga.
‘’Kami mempunyai gagasan yang mana Acaraki Jamu Festival bukan hanya menampilkan jamu, tapi ingin coba untuk menjamu teman-teman sekalian. Harapannya, melalui festival jamu ini bisa menjadi perpaduan antara sejarah, seni, budaya, dan kreativitas. Tujuan festival ini supaya bisa menginspirasi pejuang-pejuang ekraf ke depan dengan kolaborasi bersama untuk menjamu satu sama lain,’’ ungkap Jony Yuwono, Founder Acaraki, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Gabungan Pengusaha Jamu dan Obat Tradisional Indonesia.
‘’Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) melihat jamu sebagai akar budaya Indonesia yang punya unique selling point. Kami mengapresiasi Acaraki Jamu Festival untuk menjadikan jamu sebagai salah satu ikon dari Indonesia yang memiliki taste dan khasiat yang bisa dirasakan masyarakat. Apalagi, jamu merupakan bagian dari subsektor ekonomi kreatif,’’ ujar Wamen Ekraf Irene. Sebelumnya, Wamen Ekraf hadir pada Acaraki Jamu Festival pada 27 Juli 2025 di Epiwalk Jakarta. Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf)/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) menegaskan bahwa selalu berkomitmen terhadap produk-produk lokal yang memiliki nilai ekonomi kreatif tinggi, termasuk jamu. ***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Buku ‘’Wisata Rasa di Bumi Pasundan’’ bisa menjadi panduan praktis bagi pelaku pariwisata untuk mengembangkan wisata gastronomi di Jawa Barat. ‘’Buku ini dapat menjadi panduan praktis bagi para pelaku wisata tour operator, travel agent, serta masyarakat dalam merancang pola perjalanan [more]
Tourism for Us – Misi penjualan (sales mission) Indonesia Spice Up the World (ISUTW) pertama di Perancis minggu lalu berhasil menarik perhatian chef, asosiasi pemilik restoran Perancis, sekolah gastronomi, media hingga supermarket halal di Paris. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) [more]
Tourism for Us – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) bekerja sama dengan House of Indonesia Paris (La Maison de L’Indonesie/LMDI) akan menggelar Sales Mission Pemasaran subsektor Kuliner pertama kali di Paris, Perancis, minggu depan. Sales Mission diikuti dengan pameran beragam produk kuliner Indonesia selama tiga minggu pada bulan Mei 2023.
Rempah-rempah Nusantara yang membumbui kuliner Indonesia. (Foto: Birkompublik Kemenparekraf)
Sales Mission mengangkat tema ‘’1er Edition Festival Des Epices Indonesiennes’’ (Festival Rempah-Rempah Indonesia Edisi Pertama). Ada tiga agenda yang semuanya dilaksanakan di House of Indonesia Paris. Ketiga agenda itu yakni:
‘’Special Chef Lunch’’ pada Selasa, 9 Mei 2023. Di program ini akan diperkenalkan rempah-rempah Indonesia kepada chef-chef Perancis yang dilanjutkan dengan jamuan makan siang. Menunya adalah masakan Indonesia yang menggunakan rempah-rempah yang diperkenalkan. Makanannya disiapkan sendiri oleh House of Indonesia Paris.
‘’Press Conference’’ pada Rabu, 10 Mei 2023, yang ditujukan bagi jurnalis dan media di Perancis.
‘’Business Workshop’’ pada Jumat, 12 Mei 2023. Ini adalah program pertemuan business-to-business yang akan mempertemukan sellers dari Indonesia dengan calon buyers dari Perancis.
Setelah rangkaian agenda misi penjualan tersebut, dilanjutkan dengan pameran ragam produk kuliner Indonesia mulai tanggal 10 sampai dengan 31 Mei 2023 di House of Indonesia Paris.
Dalam misi penjualan ini, Kemenparekraf mengundang para perwakilan dari sekolah gastronomi, pemilik bisnis kuliner dan restoran, chef, ritel, wholesaler, dan perusahaan halal market di Perancis.
Enam produsen kuliner asal Indonesia akan berpartisipasi di misi penjualan dan festival rempah Indonesia pertama di Perancis yaitu “Lemonilo”, bumbu rendang “Katuju”, lada dan kopi merek “Murni”, produk olahan cokelat “Jika Chocolate”, rempah-rempah “Spice from the East” dan berbagai sambal merek “Sweet & Pedas”.
Buyers nantinya akan disajikan masakan olahan dari produk-produk tersebut. Mereka juga dapat berinteraksi langsung dengan para perwakilan perusahaan untuk mengetahui lebih detil mengenai produk.
Tingginya permintaan ekspor rempah menunjukkan, kualitas produk rempah Indonesia telah diakui dunia. Maka tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mempromosikan beberapa bumbu dan masakan Indonesia. Selain itu, diharapkan ada kesepakatan bisnis dan terjadi transaksi antara sellers dari Indonesia dan buyers dari Perancis.
Dalam keterangan tertulisnya, Direktur Pemasaran Ekonomi Kreatif Kemenparekraf Erwita Dianti mengatakan, ‘’Selain komoditi rempah, kita juga mengangkat para artisan kuliner yang makin beragam produknya. Harapan kami adalah mempromosikan produk artisan lokal ini supaya produk Indonesia semakin mendunia.”
Program nasional Indonesia Spice Up the World (ISUTW) adalah strategi memperkenalkan produk rempah dan bumbu masakan Indonesia di mancanegara. Strategi ini juga memacu pengembangan jaringan restoran Indonesia di luar negeri sebagai diplomasi gastronomi Indonesia. Kampanye ISUTW menargetkan nilai ekspor rempah dan bumbu mencapai dua miliar dolar AS dan menghadirkan 4.000 restoran Indonesia di luar negeri pada 2024.***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Agar promosi pariwisata Indonesia melalui kuliner berjalan efektif, kita cari tahu dahulu kebiasaan makan masyarakat di pasar yang dituju. Kebiasaan makan ini berhubungan dengan bagaimana cara mereka mempersiapkan makanannya. Pada saat yang sama, kita juga sepakat dulu atas standar rempah-rempah yang [more]