Tourism for Us – Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024, lebih dari 49 persen atau sekitar 820 ribu wisatawan Australia datang ke Indonesia untuk menikmati keindahan bahari. Oleh karena itu, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) berkolaborasi dengan Katembe Indonesia menyelenggarakan kegiatan familiarization trip (famtrip) bertema [more]
Tourism for Us – Dunia semakin mengenal kuliner Indonesia. Indonesian Culinary Association of Victoria (ICAV) siap menghadirkan festival kuliner Indonesia bertajuk ‘’Indonesian Street Food Festival’’ pada 16-17 Maret 2024 di Queen Victoria Market, Melbourne, Australia. Dan festival ini sangat signifikan dan selaras dengan program pemerintah [more]
Tourism for Us – Proyeksi potensi sport tourism di Indonesia bisa mencapai Rp 19 triliun pada 2024. Melalui program tepat sasaran, tepat manfaat, dan tepat waktu maka diharapkan mampu membangkitkan perekonomian nasional.
Indonesia jajaki kerja sama dengan SportNXT Australia untuk pengembangan sport tourism. (Foto: Birkompublik Kemenparekraf)
Salah satu agenda kunjungan kerja (kunker)Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno di Melbourne adalah bertemu dengan SportNXT Australia untuk membahas potensi kerja sama sport tourism kedua negara. Pertemuan digelar di Investment Centre Collins Street, Melbourne, Selasa (20/2/2024).
Menparekraf Sandiaga saat bertemu dengan Hamish Anderson, Chief Executive Officer SportNXT, menjelaskan, Australia merupakan mitra yang tepat untuk mengembangkan sport tourism. Hal itu juga sangat menguntungkan bagi Indonesia karena jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dari Australia ke Indonesia menempati urutan kedua terbanyak setelah Malaysia.
Lebih lanjut Menparekraf Sandiaga mengatakan, industri olahraga berkembang bukan hanya untuk mendapatkan prestasi terbaik dalam hal medali tetapi juga dalam hal partisipasi masyarakat. Apalagi kini semakin banyak cabang olahraga berkembang dan skalanya bukan hanya terbatas sepak bola dan bulutangkis tapi basket juga berkembang pesat. Triathlon pun bergerak cepat bersamaan dengan maraton dan olahraga tradisional seperti pencak silat yang merupakan seni bela diri.
‘’Kita memiliki masyarakat yang sangat fanatik dan selalu antusias terhadap event-event olahraga dunia seperti badminton, sepak bola dan event balap motor seperti MotoGP dan WSBK,’’ ujar Menparekraf Sandiaga.
‘’Kesempatan ini saya tidak sia-siakan untuk bisa mempromosikan berbagai potensi pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia termasuk sport tourism kepada publik Australia. Karena negara ini sebagai penyumbang wisman kedua terbesar setelah Malaysia. Jika kerja sama antara Indonesia-Australia bisa lebih ditingkatkan, itu akan memperkuat kerja sama dan hubungan kedua negara,’’ tambahnya.
Sport tourism di Indonesia dapat menciptakan peluang usaha dan lapangan kerja baru. Seperti saat perhelatan MotoGP di Mandalika, Lombok, mampu membuka 35.000-45.000 lapangan kerja. Dan itu tidak hanya di Lombok tetapi juga secara nasional.***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Dari total 1,4 juta wisatawan Australia yang berkunjung ke Indonesia pada 2023, sebagian besarnya hanya berkunjung ke Bali. Pemerintah Indonesia ingin mereka juga mengunjungi destinasi-destinasi lain selama berlibur di sini, terutama ke lima destinasi pariwisata super prioritas (DPSP). Dalam pertemuan dengan [more]
Tourism for Us – Banyak investor asal Australia ingin mengetahui keadaan ekonomi dan politik Indonesia pascapemilu. Salah satu agenda kunjungan kerja (kunker) sehari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno di Sydney, Australia adalah mengikuti investor round table [more]
Tourism for Us – Australia merupakan salah satu negara pasar utama wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia. Kunjungan kerja Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno ke Australia minggu ini dalam upaya memperkuat kerja sama sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) sekaligus mendongkrak kunjungan wisatawan Australia.
(Foto: Birkompublik Kemenparekraf)
Salah satu agenda kunjungan kerja Menparekraf adalah bertemu dengan Flight Center Group. Flight Center merupakan salah satu agen perjalanan terbesar di Australia. Dalam pertemuan tersebut, Menparekraf Sandiaga membahas berbagai potensi kerja sama termasuk promosi yang diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan Australia.
‘’Kunjungan wisatawan Australia terutama sesuai dengan target peningkatan kualitas dan keberlanjutan dari sektor parekraf. Diharapkan akan lebih erat lagi kerja sama antara Indonesia dan Australia,’’ kata Menparekraf Sandiaga dalam keterangannya, Selasa (10/2/2024).
Agenda berikutnya, Menparekraf Sandiaga menghadiri investor round table discussion yang difasilitasi oleh Bloomberg. Menparekraf mengatakan, banyak investor Australia yang ingin mengetahui keadaan ekonomi dan politik Indonesia pascapemilu.
‘’Kita sampaikan bahwa semua situasinya kondusif dan ada optimisme yang lebih bagi keberlanjutan pembangunan Indonesia ke depan,’’ kata Sandiaga.
Di hari yang sama, Menparekraf Sandiaga meninjau dan memantau langsung program Indonesia Spice Up the World (ISUTW). Menparekraf mengunjungi beberapa restoran Indonesia di Sydney. Di antaranya Garam Merica dan The Sambal.
‘’Kita ingin mengangkat lebih banyak produk ekonomi kreatif agar bisa ditampilkan di sini. Nanti kita kembangkan lagi beberapa langkah kerja sama dengan Kemenparekraf agar bisa meningkatkan dampak ekonominya,’’ kata Sandiaga.
Agenda kunjungan kerja Menparekraf ditutup dengan mengunjungi Surau Sydney Australia. ***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Pantai Radji di utara Muntok, ibukota Kabupaten Bangka Barat, adalah saksi tragedi kemanusiaan pada masa Perang Dunia II. Keluarga korban didampingi perwakilan dari Kedutaan Besar Australia untuk Indonesia berziarah ke kota ini setiap tahun. Tugu Kenangan Para Perawat Vyner Brooke didirikan [more]
Tourism for Us – PT. Angkasa Pura I Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali (Bali Airport) mengkonfirmasi, sampai dengan saat ini, semua penerbangan dari Australia ke Bali dan sebaliknya berjalan dengan normal sesuai jadwal yang disampaikan oleh maskapai yang melayani penerbangan dari Australia ke Bali [more]