KEMENPAR SIAPKAN LIMA PROGRAM TEROBOSAN UNTUK MENCAPAI TARGET TAHUN 2025 DAN PERTUMBUHAN EKONOMI 8% PADA 2029
Tourism for Us – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) telah menyiapkan lima program terobosan untuk mencapai target 2025 dan pertumbuhan ekonomi delapan persen pada 2029.

(Foto: Birkompublik Kemenpar)
Untuk tahun 2025, Kemenpar menargetkan: kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sebanyak 14,6 juta sampai 16 juta orang; 1,08 miliar pergerakan wisatawan Nusantara (wisnus); kontribusi pariwisata terhadap PDB sebesar 4,6 persen; devisa pariwisata mencapai 19 hingga 22,1 miliar dollar AS; dan jumlah tenaga kerja pariwisata sebanyak 25,8 juta orang.
Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana dalam ‘’Jumpa Pers Akhir Tahun 2024’’ (JPAT), Jumat (20/12/2024), di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta, mengatakan, untuk melanjutkan dari program Quick Win serta melihat peluang, tantangan, dan aspirasi yang ada, Kemenpar telah merancang lima program terobosan untuk tahun 2025. Program-program ini tidak hanya untuk mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto tetapi juga diharapkan dapat meningkatkan citra dan jumlah kunjungan wisatawan ke Indonesia.
Program terobosan pertama adalah Gerakan Wisata Bersih. Program ini sejalan dengan Asta Cita nomor 8. Program itu bertujuan untuk meningkatkan kebersihan destinasi wisata yang merupakan perhatian utama dan daya tarik bagi wisatawan domestik dan internasional. Kebersihan juga menjadi elemen penting dalam Sapta Pesona pariwisata Indonesia.
Program berikutnya adalah Tourism 5.0 yang sejalan dengan Asta Cita nomor 4. Dalam program ini akan memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) dan digitalisasi untuk memperluas dan meningkatkan efktivitas pemasaran pariwisata. Program itu akan memungkinkan pemasaran yang lebih terarah.
Menpar Widiyanti menerangkan lebih lanjut, transformasi pemasaran pariwisata yang dilakukan dengan pendekatan Tourism 5.0 akan direalisasikan dengan peluncuran situs resmi (website) Kemenpar yang baru. Situs baru akan didukung AI sehingga lebih interaktif. Dengan harapan, langkah itu akan mempermudah calon wisatawan membuat itinerary, mendapatkan saran-saran dalam pencarian hotel, atraksi dan lain-lain. Dan ke depannya semoga juga bisa langsung terkoneksi dengan pembuatan visa.
Data dari Amadeus menunjukkan, ada 1 miliar pencarian tentang Indonesia. Tetapi jumlah wisman yang datang baru 11,7 juta orang. Langkah ini diambil agar wisatawan mancanegara dan Nusantara dapat mengenal destinasi Indonesia lebih baik. Selain itu, dengan situs yang lebih baik diharapkan dapat mengkonversi pencarian menjadi pemesanan langsung.
Program terobosan tahun 2025 selanjutnya adalah pariwisata naik kelas. Program ini bertujuan untuk menjadikan Indonesia sebagai destinasi berkualitas tinggi.
Dalam mempersiapkan Indonesia sebagai quality tourist destination maka akan dilakukan dengan membersihkan destinasi-destinasi yang kurang bersih. Kemudian pemasaran akan diarahkan untuk menyasar negara-negara asal wisatawan high spender yakni mereka yang akan mengeluarkan belanja lebih banyak dan tinggal lebih lama.
Dalam rangka mendatangkan wisatawan berkualitas maka akan dilakukan dengan refocusing market. Dan untuk mendukungnya juga akan dilakukan revamping image pariwisata Indonesia ke negara-negara yang disasar.
Dengan membenahi citra pariwisata Indonesia menjadi high quality tourism destination diharapkan dapat mendatangkan lebih banyak turis high-end yang bisa berkontribusi menyumbangkan devisa yang lebih besar lagi. Wisatawan dari pasar high-end pun diharapkan bisa berkontribusi pada pariwisata berkualitas.
Untuk mencapai pertumbuhan ekonomi delapan persen pada 2029, salah satu kontribusi pariwisata adalah tidak hanya fokus pada jumlah wisatawan tetapi juga fokus pada meningkatkan kualitas pariwisata yang ditawarkan agar lebih kompetitif di tingkat global.
Program berikutnya adalah event dengan intellectual Property (IP) Indonesia. Penyelenggaraan berbagai event di destinasi wisata prioritas seperti F1 H2O, MotoGP, dan Aquabike telah terbukti membawa dampak ekonomi yang signifikan. Dan meningkatkan kualitas dan kuantitas desa wisata.
‘’Tahun 2025 dipahami sebagai momentum penting untuk membangun fondasi quality tourism, sebuah pendekatan yang berfokus pada nilai-nilai keberlanjutan dan nilai tambah,’’ tutur Menpar Widiyanti. ***(Yun Damayanti)

Informasi ini sangat berguna dan bermanfaat terutama bagi para pelaku bisnis Pariwisata Indonesia.