HUNZA DI MUSIM PANAS: PERPADUAN PEGUNUNGAN ALPEN SWISS DAN HIMALAYA YANG MEGAH, SERTA BUDAYA UNIK ASIA TENGAH
Tourism for Us – Dikelilingi pegunungan Karakoram, termasuk Gunung Ultar Sar dan Passu, Hunza menawarkan pemandangan menakjubkan dengan gunung-gunung berselimut salju abadi, bahkan di musim panas. Salah satu distrik di Provinsi Gilgit-Baltistan di utara Pakistan, kaya akan gletser, sungai, dan danau glestser, serta puncak-puncak yang menjulang setinggi 6000-7000 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Di Lembah Hunza, selain tanaman dataran tinggi seperti pinus, berbagai pohon seperti aprikot, apel, mulberi, ceri, dan anggur tumbuh dengan subur. Keberadaan pohon-pohon, terutama saat musim semi dan gugur, memberikan keindahan yang sangat layak untuk diabadikan di media sosial.
Pemerintah Provinsi Gilgit-Baltistan menetapkan Hunza sebagai tanah kebudayaan, di mana terdapat situs-situs peninggalan sejarah dan budaya berusia ratusan hingga ribuan tahun seperti Benteng Altit dan Baltit. Aga Khan Trust for Culture menjaganya dengan ketat sesuai dengan standar situs warisan budaya UNESCO.
Awal musim panas dimulai dari pertengahan bulan Mei hingga Juni, saat salju sudah mencair, meskipun sebagiannya masih menyelimuti puncak-puncak gunung. Jembatan-jembatan melintasi sungai-sungai yang terbentuk dari gletser mengalir di antara dinding tebing yang curam. Air sungai berwarna biru toska mengingatkan kita pada keindahan di pegunungan Alpen, Swiss. Hanya 30 menit dari Karimabad, Passu Cones yang menyerupai gigi hiu menjulang megah di salah satu sisi Karakoram Highway, jalan utama yang menghubungkan Pakistan dan Cina.
Di sisi lain, terlihat yak merumput di lapangan yang terhampar di lembah hijau. Buah apricot menggantung dengan lebat di pohon, siap untuk dipanen. Warga setempat tampak sibuk bersiap untuk menjemur buah apricot yang melimpah, baik di halaman rumah maupun di atap rumah datar mereka.
Suhu udara pada pagi hingga siang hari di awal musim panas cukup nyaman antara 15-27 derajat Celcius, menjadikannya waktu ideal untuk trekking. Pohon pinus memberikan naungan yang teduh sepanjang jalur tanah dan berbatu yang dilalui di awal trek. Namun, saat memasuki jalur bebatuan terjal menuju danau dan gletser, suasananya berubah drastis. Ketika menuju Rakaposhi Base Camp, para pendaki disambut dengan pemandangan yang tidak kalah dari jalur di Himalaya.
Benteng Altit, dibangun sekitar 900 tahun lalu, hanya bisa diakses dengan berjalan kaki. Jalurnya landai dan cukup mudah, melewati gang-gang desa dan anak tangga. Di sisi lain, pengunjung harus menaiki anak tangga curam selama 10-15 menit untuk mencapai Benteng Baltit yang berusia 700 tahun. Agar pengunjung lebih nyaman, pengelola telah menyediakan bangku-bangku untuk beristirahat.
Sementara itu, Danau Attabad yang terkenal dapat diakses dengan kendaraan hingga dekat bibir danau. Wisatawan juga bisa menikmati pemandangannya dari ketinggian.
Sekitar 95 persen penduduk Hunza menganut agama Islam, sehingga tidak sulit menemukan makanan halal. Kuliner tradisionalnya sangat beragam mulai dari chapsuro, pizza khas Hunza, burus sapik yakni keju kering dari susu yak, hingga sorba, sup daging yak yang kental dengan gandum. Selain itu, ada juga tumoro tea dari kulit kayu aprikot, buah aprikot kering, dan kenari. Berada di dekat perbatasan, terdapat pengaruh budaya Cina dalam kuliner di daerah ini, seperti dawdo, sup mi yang disajikan dengan kacang dan sayuran.
Provinsi Gilgit-Baltistan dikenal sebagai salah satu daerah teraman di Pakistan, dengan tingkat kriminalitas yang hampir nol persen. Kehidupan sosial di Hunza tidak mengenal sistem kasta dan minim konflik. Selain itu, tingkat literasi di wilayah ini mencapai lebih dari 90 persen, termasuk di kalangan perempuan, yang juga memiliki kebebasan dalam mobilitasnya.
Di musim panas, Hunza menawarkan kombinasi menakjubkan antara keindahan pegunungan Alpen Swiss dan kemegahan Himalaya, dipadukan dengan budaya Asia Tengah yang kaya serta tradisi ribuan tahun. Pengalaman luar biasa ini dapat diatur melalui Snowline Nature Tours, operator tur lokal yang berpengalaman di Hunza. ***(Yun Damayanti)
