Tourism for Us – Dari stasiun sampai on board, perjalanan dengan kereta api di Pulau Jawa semakin nyaman. Di masa pandemi COVID-19 seperti saat ini, layanan tes antigen di stasiun-stasiun dilakukan cukup cepat. Penumpang yang telah membeli tiket dan berencana melakukan tes sesaat sebelum naik [more]
Tourism for Us – Situasi dan kondisi Indonesia mengendalikan pandemi COVID-19 lebih baik di penghujung 2021 daripada tahun sebelumnya. Zona resiko tinggi dan sedang sudah di level 0 persen. Merujuk pada data Satgas COVID-19 sampai dengan 26 Desember 2021 tercatat, 75 persen telah menerima dosis [more]
Tourism for Us – Setiap tahun para biksu dan penganut Budha mengambil air suci di Jumprit, Temanggung. Itu merupakan bagian dari ritual perayaan hari Waisak di Candi Borobudur. Gunung Sumbing, Sindoro dan Prau mengelilingi kabupaten ini dan telah menjadi tujuan para pendaki sebelum naik ke salah satu puncak gunung. Udara dingin dan pemandangan pegunungan bak cerita dalam relif candi menjadikannya tujuan primadona baru di antara camcer, penikmat camping ceria, selama pandemi COVID-19.
Gunung Sumbing dan kebun tembakau di Temanggung,Jawa Tengah.(Foto: Fatoer Doang)
Kabupaten Temanggung merupakan salah satu daerah penyangga destinasi super prioritas Borobudur. Selain wisata pegunungan dan wisata religi di Jumprit, Badan Cagar Budaya Nasional sedang mengekskavasi sebuah candi di daerah Liangan. Daerah di bagian tengah Temanggung itu tengah dipersiapkan untuk menjadi kawasan wisata budaya dan spiritual.
Bupati Temanggung Muhammad Al Khadziq ketika menerima rombongan One Day Tour #NjonangTemanggung pada pertengahan Desember lalu (16/12/2021) mengungkapkan,‘’Ada kesepakatan antara Kabupaten Temanggung dengan Badan Otorita Pariwisata (BOP) Borobudur. Temanggung akan mengarahkan wisatawan yang datang dari Borobudur ke Kledung dan Jumprit. Akses dan infrastruktur ke kedua daerah tersebut sudah bagus.’’
Satiyono Atmaji, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwasata Kabupaten Temanggung, saat mendampingi rombongan One Day Tour #NjonangTemanggung di Posong meyakinkan, berdasarkan hasil asesmen Satgas COVID-19 pemerintah pusat, Temanggung berada di level 1. Artinya, kabupaten ini dapat menerima kunjungan wisatawan dengan adaptasi protokol kesehatan.
Jumlah kunjungan wisatawan ke Temanggung rata-rata mencapai 200 ribu per tahun sebelum pandemi COVID-19. Wisatawan datang dari dalam dan luar negeri. Namun, di sana belum ada akomodasi di kelas berbintang.
Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Temanggung mengundang investor untuk mendirikan hotel berbintang. Destinasi ini mengundang investor hotel yang mempunyai konsep kuat, estetik, rekreatif, dan nyaman bagi wisatawan. Dikutip dari siaran pers, pemkab akan memberikan kemudahan perizinan dan lahan untuk lokasi pembangunan hotel. Selain itu, infrastruktur pun terbilang sudah bagus.*** (Yun Damayanti)
Tourism for Us – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) menargetkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) antara 1,8 juta sampai 3,6 juta pada 2022. Sedangkan pergerakan wisatawan Nusantara (wisnus) ditargetkan dapat mencapai 260 hingga 280 juta dengan nilai tambah ekonomi Rp [more]
Tourism for Us – Ada destinasi workation ‘’B’’ lainnya yang relatif lebih terjangkau yakni Banyuwangi. Dan destinasi ini juga dekat dengan Bali.
Kolam renang indoor Kokoon Hotel Banyuwangi dengan akses pemandangan ke Gunung Ijen.(Foto: Kokoon Hotel Banyuwangi)
Pada akhir tahun 2021 orang-orang sudah mulai bisa mengadendakan liburan dibandingkan tahun lalu. Dengan sebagian aktivitas kita lakukan secara hybrid, sebagian orang mungkin akan membawa pekerjaannya selagi berlibur. Begitupun juga anak-anak membawa tugas-tugas sekolahnya sembari liburan. Walaupun semakin banyak yang berani bepergian ke destinasi-destinasi lebih jauh, sebagian besar tetap memilih tujuan yang dapat diakses dengan kendaraan pribadi dan tetap berada di pulau yang sama.
Akomodasi merupakan elemen penting dalam mengembangkan workation. Akomodasi-akomodasi baru terus bermunculan di Banyuwangi. Kehadiran Kokoon Hotel Banyuwangi menambah daftar akomodasi di destinasi ini untuk memenuhi mimpi dan kebutuhan pekerja digital nomad.
Kokoon Hotel Banyuwangi berada di lokasi strategis: 15 menit berkendara dari Bandara Internasional Banyuwangi dan 15 menit berkendara menuju pusat kota. Hotel bintang 4 itu menempati gedung tertinggi di ujung timur Pulau Jawa dan memiliki panoramic deck 360 derajat. Setiap kamarnya mempunyai akses pemandangan ke Gunung Ijen atau Selat Bali. Tamu-tamu juga dapat menikmati pemandangan pegunungan di sekitar Banyuwangi dari Ijen Restaurant dan Rooftop Lounge. Dan kolam renang indoor-nya yang menghadap ke Gunung Ijen.
Selain itu, hotel dilengkapi dengan delapan ruang pertemuan dan satu Blambangan Ballroom berkapasitas 1000 orang. Fasilitas tersebut menambah fasilitas MICE di kabupaten ini. Dan hal penting lainnya, Kokoon Hotel Banyuwangi juga sudah mengantongi sertifikat CHSE.
Di dalam segitiga emas pariwisatanya yakni Ijen-Pulau Merah-Taman Nasional Alas Purwo, Banyuwangi menawarkan beragam daya tarik dan aktivitas bagi wisatawan. Mulai dari aktivitas outdoor seperti trekking di Gunung Ijen, snorkeling di Bangsring, bersantai di Pulau Merah atau pantai Boom yang ada di kota, berkunjung ke Kampung Osing, hingga instatravel di hutan D’Djawatan dan lain-lain. Destinasi ini juga telah diakui oleh UNESCO sebagai salah satu Cagar Biosfer dunia dan termasuk dalam jaringan Geopark Nasional.
Bekerja jarak jauh (remote working) akan semakin menjadi norma baru ke depan. Profesi-profesi baru yang mana pekerjaannya dapat dilakukan di mana saja telah lahir dan akan menjadi tren pekerjaan masa depan. Merujuk pada semakin terkendalinya pandemi COVID-19 di Indonesia, bekerja dari destinasi bisa digiatkan kembali. Ini juga sebagai salah satu pendorong pergerakan wisatawan Nusantara.*** (Yun Damayanti)
Tourism for Us – Pulau Sumba adalah destinasi yang akan menginjeksi seluruh panca indera traveler dengan keunikan dan keindahannya. Pengalaman perjalanan di Tana Humba bahkan telah dimulai dari sesaat sebelum pesawat mendarat hingga lepas landas lagi. Perbukitan dan savana Pulau Sumba adalah landscape eksotis yang [more]
Tourism for Us – Sumba adalah destinasi budaya di Indonesia yang menawarkan pengalaman total setelah Bali dan Yogyakarta. Semenjak turun dari pesawat, wisatawan sudah melihat bukit-bukit savana mengelilingi bandara di kejauhan. Di sepanjang jalan dari bandara menuju pusat kota berdiri rumah-rumah warga dan bangunan lain [more]
Tourism for Us – Sepanjang tahun 2021, House of Indonesia Paris (HOI) (Le Maison de L’Indonesie) secara konsisten mengikuti berbagai event gastronomi di Perancis. Di berbagai event itu, HOI membawa produk-produk yang merepresentasikan kekayaan alam dan budaya Nusantara. Hasilnya, warga Perancis membeli produk-produk tersebut untuk melepas rindu. Selain itu, produk-produk dari Indonesia lainnya juga ikut dikenal.
(Foto: House of Indonesia)
Di berbagai event gastronomi di Perancis, HOI selalu membawa beragam produk Indonesia diantaranya kopi, cokelat, moringa dan jamu. Di ajang Expo International Culinary Week 2021 di Paris, berlangsung pada 29 November sampai 6 Desember 2021, menghadirkan kopi dari berbagai daerah seperti kopi arabika bali, arabika gayo, robusta malang, robusta bali, arabika flores, arabika toraja, dan special blend. Biji kopinya didatangkan langsung dari daerah asal kopi dan proses roasting di Perancis oleh tim HOI. Sekarang semakin banyak masyarakat Perancis tahu Indonesia punya kopi enak dan merupakan negara penghasil kopi nomor empat di dunia.
Di ajang ini, HOI menghadirkan lebih banyak ragam produk Indonesia, ada gula kelapa dan gula aren, teh hingga terasi. Beberapa produk kerajinan suvenir khas Indonesia pun ikut dipajang.
Sesi B-to-B berlangsung selama empat hari. Eka Moncarre dari HOI membawakan presentasi mengenai kopi Nusantara dan produk-produk lainnya serta gastronomi Indonesia. Selain itu, HOI juga membangun jejaring bisnis dengan chef-chef dari seluruh dunia yang hadir.
Sebuah event gastronomi tidak afdol jikalau tidak ada sesi mencicipi kuliner. Pada akhir pekan digelar sesi B-to-C. HOI membawa nasi goreng, rendang, nasi uduk, mie ayam pangsit, dan dadar gulung. Eka mengatakan, sajian kuliner Indonesia itu selalu ludes dibeli pengunjung selama tiga hari. Belum lagi pengunjung yang membeli kopi, cokelat dan produk-produk lainnya.
‘’Dengan mengikuti berbagai event gastronomi internasional, kita mau menunjukkan Indonesia masih ada. Sekarang semakin banyak yang tahu Indonesia punya kopi enak, produsen kopi terbesar keempat di dunia. Mereka juga mengenal produk-produk Indonesia lainnya. Mereka membeli karena kangen sama Indonesia. Ini adalah salah satu aksi nyata kita tetap mempromosikan Indonesia melalui beragam produk,’’ ujar Eka.
Eka berharap, HOI dapat memperkenalkan lebih banyak produk-produk dari Indonesia dan menceritakan kisah-kisah di balik produk tersebut.*** (Yun Damayanti)
Tourism for Us – Bregada rakyat adalah olah seni keprajuritan. Bregada berasal dari Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Empat dari 10 bregada keraton diperbolehkan untuk dikembangkan oleh masyarakat menjadi seni kolektif. Keempat bregada itu terdiri dari prajurit tombali (tombak), srikandi (panah), jodang dan ungel-ungel (musik). Sekarang, Bregada [more]