Tourism for Us – Yogyakarta ingin memberikan pengalaman budaya lebih mendalam bagi wisatawan. Meskipun demikian, Jogja paham keinginan wisatawan: sebisa mungkin berada di luar ruang (outdoor) tapi juga terlihat indah di Instagram. Program post tour Jogja International Travel Mart 2021 (JITM) membawa operator tur dan [more]
Interior Yogyatourium Yogyakarta sudah sejak lama terkenal sebagai salah satu kota kreatif di Indonesia yang memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Hal ini turut memunculkan tren aktivitas wisata yang melibatkan kerajinan tangan (craft) di kota pelajar ini. Kini, sangat mudah menemukan agen perjalanan maupun market place [more]
Tourism for Us – Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) D.I. Yogyakarta hendak mengembangkan kolaborasi antar-destinasi. BPPD terus berkomunikasi dengan para pelaku industri pariwisata di Jawa Barat, Jawa Timur, Jakarta, dan Bali. Langkah ini dilakukan guna membangun koordinasi lintas provinsi agar dapat menciptakan paket-paket bersama.
Tur di atas VW Safari,satu dari dua produk hits andalan Yogyakarta tahun depan.(Foto: VW Safari Bike Yogya)
“Kami melihat aktivitas dari beberapa provinsi. Makanya kami dari BPPD bergerak bagaimana bisa menjalin banyak koordinasi karena ini lintas provinsi. Kami berkomunikasi dengan Jawa Barat, Jawa Timur, Jakarta dan Bali agar dapat menjalin kolaborasi paket-paket bersama,“ ujar G.K.R. Bendara, Ketua BPPD D.I.Yogyakarta.
Generasi Milenial dan Z menjadi sasaran utama pariwisata Yogyakarta. Media sosial berperan, sekitar 88 persen, mempengaruhi keputusan mereka mau ke mana dan sebagainya. Oleh karena itu, pemasaran digital melalui media sosial jadi wajib dilakukan.
Sedangkan untuk pemasaran destinasi Yogyakarta di mancanegara G.K.R. Bendara berharap dapat bekerja sama dengan kedutaan-kedutaan besar Indonesia di luar negeri mengadakan kegiatan-kegiatan promosi pada awal tahun depan. Selain itu, Indonesia bisa memberikan kemudahan-kemudahan perjalanan seperti kemudahan karantina dan sebagainya.
Dalam kurun waktu 2017-2019, wisatawan mancanegara yang paling banyak berkunjung ke Yogyakarta berasal dari Malaysia dan Singapura karena tersedia penerbangan langsung. Sedangkan dari Eropa paling banyak dari Belanda dan Perancis. Kemudahan perjalanan ke Indonesia diharapkan bisa mengaktifkan bandara baru New Yogyakarta International Airport menerima turis asing.
Hotel di Yogyakarta mulai terisi
Sejak level PPKM diturunkan di Pulau Jawa, Yogyakarta mulai menerima aliran kunjungan wisatawan domestik (wisdom). Menurut pengamatan sementara PHRI DIY, wisdom paling banyak dari Jawa Barat dan Jawa Timur, kemudian Jakarta. Tingkat keterisian hotel juga terus meningkat selama Oktober-November 2021.
“Tingkat keterisian kamar hotel di Yogyakarta pada bulan Oktober 2021 mencapai rata-rata 60% sampai 70% pada weekdays, dan selama November 2021 bisa mencapai rata-rata 85% di akhir pekan. Selama Oktober-November tingkat keterisian rata-rata 40,8 persen,“ ujar Ketua PHRI DIY Dedy Pranowo Eryono.
Produk hits dari Yogyakarta
Bersepeda dan tur di atas VW Safari di pedesaan jadi produk hits dari Yogyakarta tahun depan. Daerah Nanggulan diandalkan sebagai tujuan cycling trail bagi pasar wisdom. Sedangkan tur VW Safari telah beroperasi baik di dalam kota maupun di pedesaan, khususnya di sekitar Candi Borobudur.
Ketua DPD ASITA DIY Hery mengatakan, Yogyakarta juga mempersiapkan paket-paket wellness. Programnya memadukan bersepeda atau yoga di alam dan di sekitar situs heritage dengan kuliner lokal sehat.
Pemda DIY tengah mengembangkan narasi atraksi-atraksi yang ada di destinasi. Langkah ini diambil agar Yogyakarta dapat memberikan pengalaman budaya lebih mendalam bagi wisatawan. Pengembangan narasi dimulai dari kawasan Malioboro. Karena kawasan turistik ini merupakan bagian utama dalam filosofi kehidupan orang Yogya.
Selain pedestrian yang lebar, wisatawan bisa berfoto dengan para prajurit keraton di enam titik setiap akhir pekan. Tidak hanya itu, setiap 35 hari sekali pada Selasa Wage, warga dan wisatawan bisa melihat prosesi kirab prajurit seperti yang dilakukan di Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat di Jalan Malioboro. Mau tahu lebih banyak tentang kawasan Malioboro yang kita cintai, bisa ikut tur blusukan kampung dengan bersepeda atau berjalan kaki. Suatu aktivitas sederhana yang akan lebih mendekatkan lagi wisatawan dengan Jogja.***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Yogyakarta ingin mengggarap pasar wisatawan domestik (wisdom) sampai maksimal. Karena itulah pasar yang ada di depan mata. Melalui satu kampanye Visiting Jogja di berbagai kanal mulai dari situs resmi, media sosial seperti Instagram dan lain-lain, sampai aplikasinya, para pemangku kepentingan pariwisata [more]
Keterlibatan digital (digital engagement) akan membawa lebih banyak data konsumen, memperbaiki pengalaman pelanggan, dan meningkatkan keuntungan bagi bisnis. Dan pembicaraan secara daring (online conversation) menjadi poin kritis dalam media sosial, jejaring bisnis dan public relations. Keterlibatan digital dan pembicaraan daring menjadi semakin penting sekarang. Pelanggan [more]
Tourism for Us – Dengan restu dari pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta, Jogja Internasional Travel Mart 2021 (JITM) digelar pada 22-25 November 2021. Sebanyak 50 buyers dari Jawa Barat, Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Selatan mengikuti JITM tahun ini. Mereka bertatap muka langsung dengan 45 sellers, 99 persennya berasal dari Yogyakarta, dan ada juga dari Magelang. Program business matching berlangsung pada Selasa, 23 November 2021, di Hotel Gran Inna Garuda. Sedangkan untuk buyers internasional, menurut rencana, akan diadakan secara daring kemudian.
Wakil Gubernur DIY Paku Alam X (tengah) membuka JITM 2021. Pembukaan juga dihadiri oleh G.K.R. Bendara (ketiga dari kiri), Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo (keempat dari kanan), Direktur Utama BOP Borobudur Indah Juanita (ketiga dari kanan), Ketua JITM 2021 Edwin Ismedi Himna (kedua dari kiri), Ketua PHRI DIY Dedy Pranowo Eryono (paling kiri) dan ketua-ketua asosiasi pariwisata lainnya di DIY. (Foto: Yun Damayanti)
Baik Kepala Dinas Pariwisata D.I. Yogyakarta Singgih Raharjo dan Ketua JITM 2021 Edwin Ismedi Himna mengatakan, pasar pariwisata ini bisa digelar setelah kasus Covid-19 melandai di Yogyakarta. Selain itu, pelaksanaannya dengan mengikuti protokol kesehatan (prokes). Dan pemda mengizinkan kembali penyelenggaraan event-event pertemuan.
“Kita percaya diri menyelenggarakannya secara offline sekarang karena kasus Covid-19 sudah melandai. Kemudian, brand awareness pariwisata Yogyakarta harus terus digaungkan. Kita tidak bisa hanya duduk diam, menunggu wisatawan datang. Jadi kami minta izin ke pemerintah. Dengan buyers datang ke sini, mereka bisa melihat langsung kesiapan Yogyakarta pada saat pandemi ataupun nanti setelah pasca pandemi,“ ujar Edwin.
Inspeksi peserta business matching JITM 2021 oleh Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo [kedua kanan] bersama G.K.R. Bendara [kedua kiri] Dirut BOP Borobudur Indah Juanita [paling kiri] dan didampingi Ketua JITM 2021 Edwin Ismedi Himna [tengah] beserta salah seorang buyer dari Jakarta. [Foto; Yun Damayanti]
Kegiatan table top merupakan sarana menyampaikan bahwa brand sellers masih ada dan tetap bergerak di industri pariwisata. Selain itu juga untuk memperbaharui informasi terbaru mengenai produk-produknya kepada buyers.
Kegiatan semacam ini menjadi kebutuhan para pelaku industri pariwisata setelah hiatus selama dua tahun. Pandemi juga ‘memaksa’ para pemain untuk melakukan inovasi-inovasi membuat produk-produk baru. Baik buyers maupun sellers di JITM 2021 tampak antusias mengikuti business matching. Beberapa orang buyers mengatakan, mereka menemukan produk-produk baru dan beberapa di antaranya cukup inovatif.
Ketua JITM 2021 menambahkan, destinasi Yogyakarta sekarang cukup berbeda banyak daripada sebelum pandemi. Wisatawan domestik saat ini mencari daya tarik selain instragramable juga aktivitasnya dilakukan di luar ruangan atau yang mendekatkan dirinya dengan alam. Seperti konsep restoran atau tempat-tempat makan di ruang-ruang terbuka dan bersepeda di luar kota yang menawarkan pemandangan alam menawan.*** (Yun Damayanti)
Anda mengharapkan apa dari konten yang diunggah? Seperti ketika bicara, kita ingin pemirsa dapat menangkap pesan. Apapun wujud keterlibatan digitalnya nanti, dalam bentuk langsung bertindak atau membangun kepedulian (awareness). Konten telah bertransformasi jadi sarana komunikasi. Inilah bahasa kita sekarang. Karena menggunakan media perantara mesin pencari [more]
Tourism for Us – Pemuteran tidak hanya indah di bawah permukaan lautnya saja tetapi daratannya juga keren. Desa di Gerokgak, Buleleng, ini dikelilingi barisan perbukitan berselimut padang rumput. Perbukitan di desa itu semakin populer di kalangan traveler penyuka trekking beberapa tahun belakangan. Orang-orang suka trekking [more]
Tourism for Us – Pelaku industri pariwisata mendesak pemerintah merevisi aturan masuk bagi wisatawan mancanegara (wisman). Bali Tourism Board telah membuat analisis dan mengusulkan solusi-solusi terkait pembukaan perbatasan negara bagi pejalan bertujuan wisata.
Peraturan pemerintah saat ini terbukti tidak mendukung upaya pembukaan pariwisata internasional di Bali. Sudah satu bulan sejak pemerintah mengumumkan pembukaan kembali pariwisata internasional di Pulau Dewata, sampai dengan saat ini belum ada seorang pun wisman dan penerbangan internasional datang seperti yang diharapkan. Sebaliknya, calon wisatawan dan pelaku industri pariwisata di mancanegara mempertanyakan keseriusan Indonesia membuka kembali pariwisata internasional.
Berikut ini hasil analisis dan usulan yang dibuat oleh Bali Tourism Board. Kami juga mengontak asosiasi operator tur inbound Indonesia, IINTOA, terkait hal ini. Mereka mengatakan setuju dan mendukung hasil analisis dan usulan-usulan tersebut.
Peraturan: wisatawan mancanegara ke Bali harus menggunakan penerbangan langsung. Pemerintah hanya mengizinkan penerbangan asing dan negara-negara yang berada di dalam daftar 19 negara yang diizinkan (green list).
Analisa: wisman dari 11 negara dalam daftar 19 negara yang diizinkan datang ke Bali dengan menggunakan penerbangan transit (mengacu pada pola perjalanan sebelum COVID-19). Wisman datang rata-rata menggunakan maskapai-maskapai yang berbasis di Uni Emirat Arab dan Qatar yakni Emirates, Etihad, dan Qatar Airways. Dubai, Abu Dhabi dan Doha adalah hub-hub utama dalam peta rute penerbangan internasional saat ini yang dilayani oleh maskapai-maskapai penerbangan raksasa tersebut. Peraturan pemerintah kontraproduktif dengan pola perjalanan wisman. Aturan itu membingungkan calon wisatawan maupun pelaku industri perjalanan di luar negeri. Pasar negara hub di Uni Emirat Arab dan Qatar yang mempunyai penerbangan langsung pun tidak serta merta langsung mau datang ke Bali. Karena mereka tidak tertarik dengan kebijakan dan aturan wajib karantina selama tiga hari di mana destinasi-destinasi lain yang juga mulai membuka kembali pariwisata internasionalnya menawarkan bebas karantina bagi wisatawan yang telah divaksinasi penuh.
Solusi yang diusulkan: wisman diperbolehkan transit di negara hub tidak lebih dari 12 jam.
Peraturan: Wajib mengajukan visa kunjungan, visa yang diberikan B211A.
Analisa 1: visa kunjungan ke Indonesia yang dimaksud hanya tersedia secara online melalui agen visa. Biaya yang mesti dikeluarkan menjadi Rp 3 juta sampai 5 juta per orang. Ini jauh lebih mahal daripada harga resmi yang disebutkan sebesar USD 50 dan Rp 200.000,00. Negara-negara lain, kompetitor Indonesia, tidak memberlakukan kebijakan semacam ini.
Solusi yang diusulkan: pengajuan visa Indonesia betul-betul dilakukan secara online tanpa perantara. Dengan demikian, biaya pengurusan visa akan terjangkau. Kemudian, pemerintah harus mencari solusi atas penerimaan dari biaya pengurusan visa sebesar Rp 200.000,00, di luar dari biaya USD 50, tanpa harus memaksa pengaju visa mengurus visa turis melalui agen.
Analisa 2: visa kunjungan ke Indonesia membutuhkan penjamin dan penjamin wajib terdaftar di Dirjen Imigrasi. Syarat ini menyulitkan calon wisatawan menemukan penjamin yang memenuhi persyaratan.
Solusi yang diusulkan: tidak perlu penjamin untuk pengajuan visa kunjungan wisata. Untuk mengantisipasi resiko calon wisatawan terpapar COVID-19 dan harus mengeluarkan biaya perawatan selama di Indonesia, calon wisatawan wajib mempunyai asuransi yang cover perawatan COVID-19 yang berlaku di Indonesia dan asurasi perjalanan.
Peraturan: SE No. 85/2021 dari Kementerian Perhubungan yang mengatur Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai hanya bisa menerima satu flight setiap dua jam.
Analisa : maskapai-maskapai penerbangan asing akan sulit menerima kebijakan ini.
Solusi yang diusulkan: revisi.
Peraturan: warga negara Indonesia (WNI), pekerja migran Indonesia (PMI) dan tenaga kerja asing (TKA) pemegang KITAS/KITAP tidak diperbolehkan masuk lewat pintu Bali.
Solusi yang diusulkan: Kementerian Keuangan melalui BNPB mengeluarkan kebijakan untuk mendukung pembiayaan karantina bagi PMI yang pulang melalui Bali; WNI yang bukan pelajar, PNS dan pekerja migran, serta TKA pemegang KITAS/KITAP bisa masuk lewat Bali dengan biaya karantina ditanggung sendiri.
Peraturan: green list 19 negara.
Solusi yang diusulkan: menambah negara yang diizinkan masuk dengan membuka perbatasan untuk pasar wisatawan dari Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Rusia, dan Australia. Khususnya Australia, mempercepat travel line antara kedua negara sehingga wisatawan dari sana, diharapkan, bisa berkunjung pada liburan Natal 2021.
Fakta dan data sebelumnya adalah awal untuk memulai rencana dan aksi sekarang dan masa depan.
Satu per satu negara-negara ASEAN mengumumkan pembukaan pariwisata internasionalnya menjelang tutup tahun 2021. Setiap pembukaan diikuti dengan pelbagai syarat dan ketentuan serta seperangkat aturan yang mengacu pada menjaga keamanan kesehatan tuan rumah dan tamu. Tidak ada satupun negara yang menyatakan target jumlah kunjungan dalam pengumumannya. Tetapi, mereka dapat mengatakan maskapai mana saja yang mereaktivasi penerbangan ke negaranya dan berapa orang-orang yang akan datang sebagai pionir, wisatawan pertama yang datang lagi untuk menikmati pengalaman yang pernah mereka rasakan sebelum pandemi.
Evaluasi, analisa dan usulan atas reopening Bali yang dilakukan oleh pelaku industri pariwisata berangkat dari benchmarking langkah-langkah yang ditempuh oleh negara-negara tetangga, melihat lagi pada fakta dan data pola perjalanan wisman sebelum pandemi, mendengarkan masukan-masukan dari mitra-mitra di sumber pasar, dan tidak pula mengabaikan resiko keamanan kesehatan. Mari kita fokuskan dahulu pada satu destinasi Bali sampai berhasil sebelum membuka destinasi-destinasi lainnya.*** (Yun Damayanti)
Tourism for Us – Perjalanan overland di Pulau Flores muncul jadi tren perjalanan baru wisatawan domestik (wisdom) di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada tahap awal pelonggaran kegiatan masyarakat. Perjalanan darat ini pada umumnya dilakukan oleh grup perusahaan dan insentif. Overland mulai dari Labuan Bajo di [more]