Tourism for Us – Pergerakan wisatawan Nusantara (wisnus) menjadi andalan memulihkan pariwisata nasional tahun 2022. Pemerintah menargetkan 260 sampai 280 juta pergerakan wisnus tahun ini. Kontribusi sektor pariwisata terhadap PDB nasional 2022 diharapkan dapat mencapai 4,3 persen. ‘’Di tengah pandemi ini, terdapat secercah harapan yaitu [more]
Tourism for Us – Indonesia secara resmi menerima tongkat estafet dari Kamboja untuk memimpin ASEAN Tourism Forum (ATF). Dan Yogyakarta terpilih sebagai tuan rumah ATF 2023 mendatang. Yogyakarta dipilih karena memiliki kapasitas dan fasilitas memadai untuk penyelenggaraan ATF. Selain itu, lokasi venue berdekatan dengan destinasi [more]
Tourism for Us – Federasi Moutaineering Indonesia (FMI) memprediksi, pasca pandemi COVID-19 kegiatan pendakian gunung bisa meningkat sampai 100 persen. Karena selama pandemi kegiatan pendakian ditutup. Tidak ada kegiatan di gunung pada periode April 2020 hingga awal tahun 2021. Sejak paruh akhir tahun lalu beberapa gunung telah diizinkan menerima kunjungan. Setiap kali balai taman nasional membuka kuota pendakian selalu cepat terisi penuh.
Gunung Sumbing dan kebun tembakau di Temanggung,Jawa Tengah.(Foto: Fatoer Doang)
Pendaki gunung Indonesia jaman now
Menurut pengamatan FMI, ada dua jenis pendakian di gunung sekarang. Pendakian yang dilakukan oleh para pecinta alam (explorer) dan pendakian yang dilakukan oleh wisatawan. Kedua jenis pendakian itu terus bertambah jumlahnya.
Klub-klub pecinta alam tumbuh tidak hanya di sekolah-sekolah dan kampus-kampus saja. Klub-klub yang sama juga tumbuh di institusi-institusi dan perkantoran. Setiap tahun klub-klub melahirkan anggota-anggota baru. Hal tersebut sejalan dengan catatan di taman-taman nasional, jumlah kunjungan wisatawan gunung bertambah terus.
Rahmat Abbas, Ketua Harian FMI, menyatakan, kualitas pengelolaan kawasan dan pengunjungnya harus ditingkatkan. FMI mendorong manajemen di taman-taman nasional diperkuat. Taman nasional tidak lagi melihat jumlah kunjungan yang tinggi tapi juga memperhatikan peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar gunung dan manajemen resiko di gunung.
‘’FMI sedang berupaya melatih peningkatan kualitas di sisi operatornya maupun visitor-nya(pendaki) melalui klub-klub dan pengelola kawasan,’’ ujar Abbas.
Perkembangan pariwisata gunung di Indonesia
Gunung Rinjani dirancang sebagai prototipe pengelolaan pariwisata gunung secara profesional di Indonesia. Sampai dengan saat ini, baru di Rinjani yang menjalankan sistem ada operator pendakian, pemandu gunung, porter, akomodasi, dan gate. Sedangkan di gunung-gunung lainnya belum ada sistem yang berlaku semacam itu.
Porter di Gunung Rinjani.(Foto: Yun Damayanti)
‘’Beberapa gunung yang ramai pendakian seperti Merbabu dan Ciremai, masing-masing dikelola balai taman nasional, sudah mulai ada tata pengelolaan pendakian melalui masing-masing resor. Namun, pendakian di sana belum ada operatornya,’’ kata Abbas.
Ketua Harian Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI) Rahman Mukhlis menyebut, ada 1.400 pemandu gunung bersertifikasi di Indonesia. Sertifikat kompetensi pemandu wisata gunung sudah ditetapkan dalam Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) sejak 2011. Sertifikat kompetensi pemandu wisata gunung ada tiga tingkatan yakni pemandu gunung muda, pemandu gunung madya, dan pemandu gunung ahli.
APGI telah menentukan rasio pemandu-pendaki yakni 1:5. Seorang pemandu gunung bertanggung jawab atas keselamatan, keamanan, dan keyamanan seluruh tim: pendaki, porter dan dirinya sendiri, serta turut menjaga kelestarian alam.
‘’Pertimbangan ideal untuk memimpin kelompok pendakian itu dari sisi fisik, psikologis, dan teknik pendakian gunungnya,’’ kata Rahman.
Sedangkan rasio porter-pendaki tidak ada ketentuan baku. Jumlah porter bergantung pada kebutuhan manajemen perjalanan dan tingkat layanan yang diberikan oleh operator.
‘’Idealnya, satu porter untuk membawa barang 1 sampai 3 pendaki. Atau, bisa juga 1:2 atau 1:1. Tugas porter dibagi-bagi. Ada yang membawa barang kelompok (tenda, logistik, peralatan dan perlengkapan pendakian) dan membawa barang pribadi pendaki,’’ lanjutnya
Terkait kegiatan open trip pendakian, FMI menyarankan, penyelenggara menggandeng operator wisata gunung yang legal. Mereka bisa bisa menyewa pemandu dan porter melalui operator. Selain itu, banyak operator wisata gunung menjalin kerja sama dengan operator-operator wisata lain maupun sebaliknya.
Abbas menyesalkan, ‘’Yang jadi masalah, banyak open trip pendakian itu tidak ada izin, tidak ada legalitas. Akhirnya, hal tersebut berimbas pada guide, porter, akomodasi dan pelaku pariwisata gunung lainnya. Selain merugikan wisatawannya.’’
Federasi Mountaineering Indonesia berdiri pada 2005. Sampai saat ini sudah ada di 18 provinsi. Tujuan pendirian federasi untuk menghimpun generasi muda yang tertarik dengan mountaineering; mendampingi pemerintah dalam membuat SOP-dilakukan melalui balai taman nasional; dan membahas masalah-masalah terkait aktivitas-aktivitas di gunung (mountaineering). Keberadaan FMI juga diharapkan dapat menekan kecelakaan di gunung.
FMI menyarankan, pendakian didampingi pemandu gunung. Banyak manfaat yang akan diperoleh pendaki mulai dari perihal keselamatan hingga memperoleh cerita, pengetahuan dan interpretasi dari gunung yang didaki.
Pada 2008-2009 FMI mulai menginformasikan mengenai Ring of Fire, cincin api Indonesia. Federasi juga mendorong pemandu-pemandu gunung sekarang punya pengetahuan tentang geologi dan kegunungapian. Karena itu federasi menjalin komunikasi dengan masyarakat geologi Indonesia.
‘’Indonesia punya berbagai macam gunung. SOP yang berlaku di setiap gunung tidak bisa disamaratakan. Namun, ada hal-hal umum dari prosedur yang semestinya sudah diketahui oleh para pendaki,’’ pungkas Abbas.*** (Yun Damayanti)
Tourism for Us – Dari stasiun sampai on board, perjalanan dengan kereta api di Pulau Jawa semakin nyaman. Di masa pandemi COVID-19 seperti saat ini, layanan tes antigen di stasiun-stasiun dilakukan cukup cepat. Penumpang yang telah membeli tiket dan berencana melakukan tes sesaat sebelum naik [more]
Tourism for Us – Situasi dan kondisi Indonesia mengendalikan pandemi COVID-19 lebih baik di penghujung 2021 daripada tahun sebelumnya. Zona resiko tinggi dan sedang sudah di level 0 persen. Merujuk pada data Satgas COVID-19 sampai dengan 26 Desember 2021 tercatat, 75 persen telah menerima dosis [more]
Tourism for Us – Setiap tahun para biksu dan penganut Budha mengambil air suci di Jumprit, Temanggung. Itu merupakan bagian dari ritual perayaan hari Waisak di Candi Borobudur. Gunung Sumbing, Sindoro dan Prau mengelilingi kabupaten ini dan telah menjadi tujuan para pendaki sebelum naik ke salah satu puncak gunung. Udara dingin dan pemandangan pegunungan bak cerita dalam relif candi menjadikannya tujuan primadona baru di antara camcer, penikmat camping ceria, selama pandemi COVID-19.
Gunung Sumbing dan kebun tembakau di Temanggung,Jawa Tengah.(Foto: Fatoer Doang)
Kabupaten Temanggung merupakan salah satu daerah penyangga destinasi super prioritas Borobudur. Selain wisata pegunungan dan wisata religi di Jumprit, Badan Cagar Budaya Nasional sedang mengekskavasi sebuah candi di daerah Liangan. Daerah di bagian tengah Temanggung itu tengah dipersiapkan untuk menjadi kawasan wisata budaya dan spiritual.
Bupati Temanggung Muhammad Al Khadziq ketika menerima rombongan One Day Tour #NjonangTemanggung pada pertengahan Desember lalu (16/12/2021) mengungkapkan,‘’Ada kesepakatan antara Kabupaten Temanggung dengan Badan Otorita Pariwisata (BOP) Borobudur. Temanggung akan mengarahkan wisatawan yang datang dari Borobudur ke Kledung dan Jumprit. Akses dan infrastruktur ke kedua daerah tersebut sudah bagus.’’
Satiyono Atmaji, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwasata Kabupaten Temanggung, saat mendampingi rombongan One Day Tour #NjonangTemanggung di Posong meyakinkan, berdasarkan hasil asesmen Satgas COVID-19 pemerintah pusat, Temanggung berada di level 1. Artinya, kabupaten ini dapat menerima kunjungan wisatawan dengan adaptasi protokol kesehatan.
Jumlah kunjungan wisatawan ke Temanggung rata-rata mencapai 200 ribu per tahun sebelum pandemi COVID-19. Wisatawan datang dari dalam dan luar negeri. Namun, di sana belum ada akomodasi di kelas berbintang.
Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Temanggung mengundang investor untuk mendirikan hotel berbintang. Destinasi ini mengundang investor hotel yang mempunyai konsep kuat, estetik, rekreatif, dan nyaman bagi wisatawan. Dikutip dari siaran pers, pemkab akan memberikan kemudahan perizinan dan lahan untuk lokasi pembangunan hotel. Selain itu, infrastruktur pun terbilang sudah bagus.*** (Yun Damayanti)
Tourism for Us – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) menargetkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) antara 1,8 juta sampai 3,6 juta pada 2022. Sedangkan pergerakan wisatawan Nusantara (wisnus) ditargetkan dapat mencapai 260 hingga 280 juta dengan nilai tambah ekonomi Rp [more]
Tourism for Us – Ada destinasi workation ‘’B’’ lainnya yang relatif lebih terjangkau yakni Banyuwangi. Dan destinasi ini juga dekat dengan Bali.
Kolam renang indoor Kokoon Hotel Banyuwangi dengan akses pemandangan ke Gunung Ijen.(Foto: Kokoon Hotel Banyuwangi)
Pada akhir tahun 2021 orang-orang sudah mulai bisa mengadendakan liburan dibandingkan tahun lalu. Dengan sebagian aktivitas kita lakukan secara hybrid, sebagian orang mungkin akan membawa pekerjaannya selagi berlibur. Begitupun juga anak-anak membawa tugas-tugas sekolahnya sembari liburan. Walaupun semakin banyak yang berani bepergian ke destinasi-destinasi lebih jauh, sebagian besar tetap memilih tujuan yang dapat diakses dengan kendaraan pribadi dan tetap berada di pulau yang sama.
Akomodasi merupakan elemen penting dalam mengembangkan workation. Akomodasi-akomodasi baru terus bermunculan di Banyuwangi. Kehadiran Kokoon Hotel Banyuwangi menambah daftar akomodasi di destinasi ini untuk memenuhi mimpi dan kebutuhan pekerja digital nomad.
Kokoon Hotel Banyuwangi berada di lokasi strategis: 15 menit berkendara dari Bandara Internasional Banyuwangi dan 15 menit berkendara menuju pusat kota. Hotel bintang 4 itu menempati gedung tertinggi di ujung timur Pulau Jawa dan memiliki panoramic deck 360 derajat. Setiap kamarnya mempunyai akses pemandangan ke Gunung Ijen atau Selat Bali. Tamu-tamu juga dapat menikmati pemandangan pegunungan di sekitar Banyuwangi dari Ijen Restaurant dan Rooftop Lounge. Dan kolam renang indoor-nya yang menghadap ke Gunung Ijen.
Selain itu, hotel dilengkapi dengan delapan ruang pertemuan dan satu Blambangan Ballroom berkapasitas 1000 orang. Fasilitas tersebut menambah fasilitas MICE di kabupaten ini. Dan hal penting lainnya, Kokoon Hotel Banyuwangi juga sudah mengantongi sertifikat CHSE.
Di dalam segitiga emas pariwisatanya yakni Ijen-Pulau Merah-Taman Nasional Alas Purwo, Banyuwangi menawarkan beragam daya tarik dan aktivitas bagi wisatawan. Mulai dari aktivitas outdoor seperti trekking di Gunung Ijen, snorkeling di Bangsring, bersantai di Pulau Merah atau pantai Boom yang ada di kota, berkunjung ke Kampung Osing, hingga instatravel di hutan D’Djawatan dan lain-lain. Destinasi ini juga telah diakui oleh UNESCO sebagai salah satu Cagar Biosfer dunia dan termasuk dalam jaringan Geopark Nasional.
Bekerja jarak jauh (remote working) akan semakin menjadi norma baru ke depan. Profesi-profesi baru yang mana pekerjaannya dapat dilakukan di mana saja telah lahir dan akan menjadi tren pekerjaan masa depan. Merujuk pada semakin terkendalinya pandemi COVID-19 di Indonesia, bekerja dari destinasi bisa digiatkan kembali. Ini juga sebagai salah satu pendorong pergerakan wisatawan Nusantara.*** (Yun Damayanti)
Tourism for Us – Pulau Sumba adalah destinasi yang akan menginjeksi seluruh panca indera traveler dengan keunikan dan keindahannya. Pengalaman perjalanan di Tana Humba bahkan telah dimulai dari sesaat sebelum pesawat mendarat hingga lepas landas lagi. Perbukitan dan savana Pulau Sumba adalah landscape eksotis yang [more]