Tourism for Us – Sumba adalah destinasi budaya di Indonesia yang menawarkan pengalaman total setelah Bali dan Yogyakarta. Semenjak turun dari pesawat, wisatawan sudah melihat bukit-bukit savana mengelilingi bandara di kejauhan. Di sepanjang jalan dari bandara menuju pusat kota berdiri rumah-rumah warga dan bangunan lain [more]
Tourism for Us – Sepanjang tahun 2021, House of Indonesia Paris (HOI) (Le Maison de L’Indonesie) secara konsisten mengikuti berbagai event gastronomi di Perancis. Di berbagai event itu, HOI membawa produk-produk yang merepresentasikan kekayaan alam dan budaya Nusantara. Hasilnya, warga Perancis membeli produk-produk tersebut untuk [more]
Tourism for Us – Bregada rakyat adalah olah seni keprajuritan. Bregada berasal dari Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Empat dari 10 bregada keraton diperbolehkan untuk dikembangkan oleh masyarakat menjadi seni kolektif. Keempat bregada itu terdiri dari prajurit tombali (tombak), srikandi (panah), jodang dan ungel-ungel (musik). Sekarang, Bregada Rakyat menjadi salah satu atraksi budaya dan ikon pariwisata baru Yogyakarta.
Bregada menyambut peserta tur Bregada Rakyat di Sostrowijayan.(Foto:Edy Subagyo)
Untuk melestarikan eksistensi olah seni keprajuritan rakyat dibuat Festival Bregada. Festival lahir sebagai apresiasi terhadap keterlibatan aktif masyarakat dalam gerakan panjang pengesahan Undang-undang Keistimewaan D.I. Yogayakarta. Penyelenggaraan festival mendukung semangat kekompakan warga mengembangkan aktivitas berkesenian secara kolektif.
Festival Bregada Rakyat diselenggarakan secara bergilir di kabupaten/kota. Festival pertama kali diselenggarakan di Malioboro pada 2014. Kemudian berturut-turut di Denggung Sleman (2015), Parasamya Bantul (2016), Alun-alun Wates (2017), Wonosari (2018), dan Kota yogyakarta (2019).
Bregada Rakyat semakin berkembang semenjak festival dilaksanakan secara rutin. Festival mampu memotivasi tumbuh dan berkembangnya seni keprajuritan berbasis kampung/kewilayahan di DIY.
Sebagai atraksi dan ikon baru pariwisata serta keinginan memberikan pengalaman budaya lebih dalam, wisatawan bisa berfoto bersama dan memasang filter bregada di ponsel di 6 titik di kawasan Malioboro. Tidak hanya itu, setiap 35 hari sekali pada Selasa Wage, ada kirab Bregada Rakyat di Malioboro. Rutenya melewati sumbu filosofi Jogja dari selatan ke utara.
Tur Bregada Rakyat di Maliboro
Komunitas-komunitas bregada yang ada di sekitar Malioboro pun telah menyusun tur interaktif. Turnya bisa dilakukan dengan bersepeda atau jalan kaki. Rutenya berawal dari Tugu, depan Stasiun Yogyakarta, lalu masuk lewat Pasar Kembang di Sostowijayan Wetan. Di kampung turis legendaris Sostrowijayan, wisatawan akan disambut pasukan Bregada Rakyat, mendengarkan cerita bregada sambil beristirahat.
Dari situ perjalanan berlanjut menuju Sosromenduran. Di taman Ndalem Taman Yuwono wisatawan akan belajar tata musik bregada rakyat dan menonton pertunjukan yang telah dipersiapkan oleh prajurit ungel-ungel yang tupoksinya memainkan musik.
Kemudian perjalanan diteruskan menuju Ngampilan di mana wisatawan mempelajari tata lampah, gerakan-gerakan kaki bregada. Dan di Suryatmaja diperkenalkan tata busana bregada.
Durasi tur antara satu hingga tiga jam. Karena selama mengikuti tur, wisatawan bisa mengobrol dengan bregada, dan pasti berhenti untuk berfoto-foto di gang-gang khas Jogja yang tampil lebih resik dan apik sekarang.*** (Yun Damayanti)
Tourism for Us – Yogyakarta ingin memberikan pengalaman budaya lebih mendalam bagi wisatawan. Meskipun demikian, Jogja paham keinginan wisatawan: sebisa mungkin berada di luar ruang (outdoor) tapi juga terlihat indah di Instagram. Program post tour Jogja International Travel Mart 2021 (JITM) membawa operator tur dan [more]
Interior Yogyatourium Yogyakarta sudah sejak lama terkenal sebagai salah satu kota kreatif di Indonesia yang memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Hal ini turut memunculkan tren aktivitas wisata yang melibatkan kerajinan tangan (craft) di kota pelajar ini. Kini, sangat mudah menemukan agen perjalanan maupun market place [more]
Tourism for Us – Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) D.I. Yogyakarta hendak mengembangkan kolaborasi antar-destinasi. BPPD terus berkomunikasi dengan para pelaku industri pariwisata di Jawa Barat, Jawa Timur, Jakarta, dan Bali. Langkah ini dilakukan guna membangun koordinasi lintas provinsi agar dapat menciptakan paket-paket bersama.
Tur di atas VW Safari,satu dari dua produk hits andalan Yogyakarta tahun depan.(Foto: VW Safari Bike Yogya)
“Kami melihat aktivitas dari beberapa provinsi. Makanya kami dari BPPD bergerak bagaimana bisa menjalin banyak koordinasi karena ini lintas provinsi. Kami berkomunikasi dengan Jawa Barat, Jawa Timur, Jakarta dan Bali agar dapat menjalin kolaborasi paket-paket bersama,“ ujar G.K.R. Bendara, Ketua BPPD D.I.Yogyakarta.
Generasi Milenial dan Z menjadi sasaran utama pariwisata Yogyakarta. Media sosial berperan, sekitar 88 persen, mempengaruhi keputusan mereka mau ke mana dan sebagainya. Oleh karena itu, pemasaran digital melalui media sosial jadi wajib dilakukan.
Sedangkan untuk pemasaran destinasi Yogyakarta di mancanegara G.K.R. Bendara berharap dapat bekerja sama dengan kedutaan-kedutaan besar Indonesia di luar negeri mengadakan kegiatan-kegiatan promosi pada awal tahun depan. Selain itu, Indonesia bisa memberikan kemudahan-kemudahan perjalanan seperti kemudahan karantina dan sebagainya.
Dalam kurun waktu 2017-2019, wisatawan mancanegara yang paling banyak berkunjung ke Yogyakarta berasal dari Malaysia dan Singapura karena tersedia penerbangan langsung. Sedangkan dari Eropa paling banyak dari Belanda dan Perancis. Kemudahan perjalanan ke Indonesia diharapkan bisa mengaktifkan bandara baru New Yogyakarta International Airport menerima turis asing.
Hotel di Yogyakarta mulai terisi
Sejak level PPKM diturunkan di Pulau Jawa, Yogyakarta mulai menerima aliran kunjungan wisatawan domestik (wisdom). Menurut pengamatan sementara PHRI DIY, wisdom paling banyak dari Jawa Barat dan Jawa Timur, kemudian Jakarta. Tingkat keterisian hotel juga terus meningkat selama Oktober-November 2021.
“Tingkat keterisian kamar hotel di Yogyakarta pada bulan Oktober 2021 mencapai rata-rata 60% sampai 70% pada weekdays, dan selama November 2021 bisa mencapai rata-rata 85% di akhir pekan. Selama Oktober-November tingkat keterisian rata-rata 40,8 persen,“ ujar Ketua PHRI DIY Dedy Pranowo Eryono.
Produk hits dari Yogyakarta
Bersepeda dan tur di atas VW Safari di pedesaan jadi produk hits dari Yogyakarta tahun depan. Daerah Nanggulan diandalkan sebagai tujuan cycling trail bagi pasar wisdom. Sedangkan tur VW Safari telah beroperasi baik di dalam kota maupun di pedesaan, khususnya di sekitar Candi Borobudur.
Ketua DPD ASITA DIY Hery mengatakan, Yogyakarta juga mempersiapkan paket-paket wellness. Programnya memadukan bersepeda atau yoga di alam dan di sekitar situs heritage dengan kuliner lokal sehat.
Pemda DIY tengah mengembangkan narasi atraksi-atraksi yang ada di destinasi. Langkah ini diambil agar Yogyakarta dapat memberikan pengalaman budaya lebih mendalam bagi wisatawan. Pengembangan narasi dimulai dari kawasan Malioboro. Karena kawasan turistik ini merupakan bagian utama dalam filosofi kehidupan orang Yogya.
Selain pedestrian yang lebar, wisatawan bisa berfoto dengan para prajurit keraton di enam titik setiap akhir pekan. Tidak hanya itu, setiap 35 hari sekali pada Selasa Wage, warga dan wisatawan bisa melihat prosesi kirab prajurit seperti yang dilakukan di Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat di Jalan Malioboro. Mau tahu lebih banyak tentang kawasan Malioboro yang kita cintai, bisa ikut tur blusukan kampung dengan bersepeda atau berjalan kaki. Suatu aktivitas sederhana yang akan lebih mendekatkan lagi wisatawan dengan Jogja.***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Yogyakarta ingin mengggarap pasar wisatawan domestik (wisdom) sampai maksimal. Karena itulah pasar yang ada di depan mata. Melalui satu kampanye Visiting Jogja di berbagai kanal mulai dari situs resmi, media sosial seperti Instagram dan lain-lain, sampai aplikasinya, para pemangku kepentingan pariwisata [more]
Keterlibatan digital (digital engagement) akan membawa lebih banyak data konsumen, memperbaiki pengalaman pelanggan, dan meningkatkan keuntungan bagi bisnis. Dan pembicaraan secara daring (online conversation) menjadi poin kritis dalam media sosial, jejaring bisnis dan public relations. Keterlibatan digital dan pembicaraan daring menjadi semakin penting sekarang. Pelanggan [more]
Tourism for Us – Dengan restu dari pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta, Jogja Internasional Travel Mart 2021 (JITM) digelar pada 22-25 November 2021. Sebanyak 50 buyers dari Jawa Barat, Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Selatan mengikuti JITM tahun ini. Mereka bertatap muka langsung dengan 45 sellers, 99 persennya berasal dari Yogyakarta, dan ada juga dari Magelang. Program business matching berlangsung pada Selasa, 23 November 2021, di Hotel Gran Inna Garuda. Sedangkan untuk buyers internasional, menurut rencana, akan diadakan secara daring kemudian.
Wakil Gubernur DIY Paku Alam X (tengah) membuka JITM 2021. Pembukaan juga dihadiri oleh G.K.R. Bendara (ketiga dari kiri), Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo (keempat dari kanan), Direktur Utama BOP Borobudur Indah Juanita (ketiga dari kanan), Ketua JITM 2021 Edwin Ismedi Himna (kedua dari kiri), Ketua PHRI DIY Dedy Pranowo Eryono (paling kiri) dan ketua-ketua asosiasi pariwisata lainnya di DIY. (Foto: Yun Damayanti)
Baik Kepala Dinas Pariwisata D.I. Yogyakarta Singgih Raharjo dan Ketua JITM 2021 Edwin Ismedi Himna mengatakan, pasar pariwisata ini bisa digelar setelah kasus Covid-19 melandai di Yogyakarta. Selain itu, pelaksanaannya dengan mengikuti protokol kesehatan (prokes). Dan pemda mengizinkan kembali penyelenggaraan event-event pertemuan.
“Kita percaya diri menyelenggarakannya secara offline sekarang karena kasus Covid-19 sudah melandai. Kemudian, brand awareness pariwisata Yogyakarta harus terus digaungkan. Kita tidak bisa hanya duduk diam, menunggu wisatawan datang. Jadi kami minta izin ke pemerintah. Dengan buyers datang ke sini, mereka bisa melihat langsung kesiapan Yogyakarta pada saat pandemi ataupun nanti setelah pasca pandemi,“ ujar Edwin.
Inspeksi peserta business matching JITM 2021 oleh Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo [kedua kanan] bersama G.K.R. Bendara [kedua kiri] Dirut BOP Borobudur Indah Juanita [paling kiri] dan didampingi Ketua JITM 2021 Edwin Ismedi Himna [tengah] beserta salah seorang buyer dari Jakarta. [Foto; Yun Damayanti]
Kegiatan table top merupakan sarana menyampaikan bahwa brand sellers masih ada dan tetap bergerak di industri pariwisata. Selain itu juga untuk memperbaharui informasi terbaru mengenai produk-produknya kepada buyers.
Kegiatan semacam ini menjadi kebutuhan para pelaku industri pariwisata setelah hiatus selama dua tahun. Pandemi juga ‘memaksa’ para pemain untuk melakukan inovasi-inovasi membuat produk-produk baru. Baik buyers maupun sellers di JITM 2021 tampak antusias mengikuti business matching. Beberapa orang buyers mengatakan, mereka menemukan produk-produk baru dan beberapa di antaranya cukup inovatif.
Ketua JITM 2021 menambahkan, destinasi Yogyakarta sekarang cukup berbeda banyak daripada sebelum pandemi. Wisatawan domestik saat ini mencari daya tarik selain instragramable juga aktivitasnya dilakukan di luar ruangan atau yang mendekatkan dirinya dengan alam. Seperti konsep restoran atau tempat-tempat makan di ruang-ruang terbuka dan bersepeda di luar kota yang menawarkan pemandangan alam menawan.*** (Yun Damayanti)
Anda mengharapkan apa dari konten yang diunggah? Seperti ketika bicara, kita ingin pemirsa dapat menangkap pesan. Apapun wujud keterlibatan digitalnya nanti, dalam bentuk langsung bertindak atau membangun kepedulian (awareness). Konten telah bertransformasi jadi sarana komunikasi. Inilah bahasa kita sekarang. Karena menggunakan media perantara mesin pencari [more]