Tourism for Us – Desa-desa di Sumatera Barat ini layak dipertimbangkan untuk dikunjungi setelah PPKM. Ada apa saja yang menarik di sana? Desa Wisata Nagari Sumpu, Tanah Datar Desa wisata Nagari Sumpu patut dipertimbangkan oleh pecinta kuliner. Di desa ini, traveler bisa mencicipi rendang sumpu [more]
Tourism for Us – Indonesia menggoyang New York melalui segelas kopi, lagu dangdut dan fesyen. Ini bisa dikatakan langkah-langkah baru dalam memasarkan pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia di Amerika Serikat. Langkah-langkah itu diharapkan bukan hanya sebagai alat promosi jangka pendek selama pandemi Covid-19 tetapi juga [more]
Tourism for Us – Pada siang hari di puncak musim panas, salad a la Indonesia yang terdiri dari beragam buah dan segelas minuman herbal dingin terbuat dari kunyit terasa sangat menyegarkan. Cita rasa yang sama sekali baru bagi warga senior di Paris yang menghadiri Festival Des Seniors 2021 membuat mereka bertanya-tanya, bahkan ada yang sampai ingin bepergian ke Indonesia.
Taste of Indonesia mengesankan warga senior di Paris yang hadir di Festival Des Seniors 2021.(Foto: VITO Perancis)
Lagi-lagi Indonesia mendapat kehormatan dari kota Paris, Perancis. Pada Festival Des Seniors tahun ini, berlangsung pada 19 Juli sampai 27 Agustus 2021, Indonesia memperoleh kesempatan dua kali memperkenalkan Taste of Indonesia yakni pada 18 dan 27 Agustus.
Pada kesempatan pertama, VITO Perancis/Rumah Indonesia Paris memberikan presentasi mengenai Indonesia dan membuat demo masakan Nusantara yakni salad buah (semacam asinan buah) dan jamu dari kunyit. Setiap peserta mendapat kesempatan mencicipi salad buah dan jamu kunyit. Selain itu, mereka juga bisa membeli produk-produk Indonesia seperti jamu-jamuan dan cokelat yang disediakan oleh Rumah Indonesia (Le Maison de L’Indonesie),
Untuk menjaga protokol kesehatan selama pandemi, penyelenggara festival membatasi jumlah peserta sebanyak 30 orang per acara. Tetapi di acara untuk Indonesia, peserta yang hadir mencapai 38 orang. Peserta tidak banyak mengetahui tentang Indonesia. Banyak dari mereka belum pernah ke Indonesia.
Acara ‘Taste of Indonesia’ menarik lebih banyak peserta di Festival Des Seniors 2021. [Foto; VITO Perancis]
“Itu membuat mereka sangat tertarik dan antusias. Dan bahkan ingin berkunjung ke Indonesia,“ ujar Eka Moncarre, Country Manager VITO Perancis.
Presentasi mengenai Indonesia dan memperkenalkan gastronominya di festival ini bekerja sama dengan Walikota Paris 5. Festival khusus bagi warga senior itu setiap hari mengangkat tema berbeda dengan mitra-mitra yang berbeda pula.
“Jadi ini merupakan kesempatan yang sangat berharga. Kegiatan marketing pariwisata Indonesia bisa terus berjalan,“ tambah Eka Moncarre.*** (Yun Damayanti)
Tourism for Us – Kepulauan Seribu, Jakarta menyimpan beragam pesona alam yang wajib dikunjungi. Salah satunya Pulau Pramuka. Di pulau ini fasilitas turisme terbilang lengkap, mulai dari penginapan, rumah makan sampai penyedia jasa layanan dan penyewaan peralatan selam dan snorkeling. Penyedia jasa selamnya juga sudah [more]
Tourism for Us – Dari semua akomodasi eco-resort di pulau-pulau kecil yang ada di Indonesia, Pulo Cinta punya kisah spesial.
Menurut legenda lokal, ada seorang pangeran muda dari Gorontalo jatuh cinta pada seorang putri saudagar Belanda. Mereka bertemu diam-diam di Pulo Tanggulomato. Berbeda dengan kisah pilu yang terjadi dalam legenda, cerita Pulo Cinta Ecoresort di Tanggulomato justru penuh insipirasi. Benang merah antara legenda dan kisah nyata, baik pangeran muda dari Gorontalo dan putri saudagar Belanda di masa lampau, maupun Tony Nugroho di masa modern, mereka sama-sama menemukan cintanya di gosong pasir tersebut.
Pulo Cinta Ecoresort di gosong Tanggulomato,Teluk Tomini,Gorontalo.(Foto: Yun Damayanti)
Dari 23 pulau kecil yang ditinjau di perairan Teluk Tomini, Gorontalo, Tony sudah jatuh cinta pada kali pertama mendarat di gosong Tanggulomato. Founder Pulo Cinta Ecoresort itu tertarik melihat kondisi sebuah gosong pasir cukup luas tapi tidak tenggelam meskipun air laut sedang pasang naik. Dia belum menyadari gosong tersebut berbentuk hati saat itu. Sampai timnya memperlihatkan hasil dari citra satelit.
Gosong Tanggulomato berada di lepas pantai sekitar 20 menit dari daratan utama. Tentu saja tidak ada apa-apa di gosong pasir itu. Kayu-kayu lokal seperti kayu kelapa dan mibong ditransfer ke sana. Panel surya juga dibangun untuk memenuhi kebutuhan listrik saat pembangunan maupun kebutuhan resor nantinya. Sedangkan kebutuhan air tawar masih dikirim dari daratan.
Manajemen limbah resor juga menjadi issue utama selain sumber daya energi dan air bersih ketika membangunnya. Resor ini memilih menggunakan septic tank ramah lingkungan sehingga ketika dibuang sudah dalam keadaan bersih. Selain itu, manajemen juga menyarankan tamu-tamu untuk menggunakan sabun dan shampo yang telah disediakan resor karena menggunakan produk-produk yang tidak mengandung racun dan aman bagi lingkungan laut di sekitarnya. Dan aturan utama resor yang harus dipatuhi, tidak boleh buang sampah apapun ke laut.
Menurut Tony, kondisi terumbu karang di gosong dan sekitarnya dalam keadaan cukup memprihatinkan ketika timnya mendarat pertama kali. Kemungkinan besar karena praktik-praktik penangkapan hasil laut yang kurang memperhatikan keberlanjutan lingkungan. Dia yakin, sebelumnya di situ pastilah taman laut yang indah.
Setelah dua tahun Pulo Cinta menempati gosong pasir tersebut, bakal-bakal calon terumbu karang baru berwarna-warni bermunculan di sisa-sisa karang. Sejak itu, ikan-ikan pulang kembali ke rumahnya di gosong Tanggulomato. Bulu babi-bulu babi di sela-sela karang masih bekerja keras menunaikan tugas untuk menghisap sisa-sisa racun yang pernah menghancurkan terumbu karang.
Pada suatu pagi, Tony bersama stafnya terheran-heran menyaksikan puluhan tukik keluar dari sela-sela dasar bangunan restoran. Tidak seorangpun dari mereka pernah melihat penyu naik untuk bertelur. Mereka bersyukur sekali dan itu merupakan anugerah terbesar bagi resor. Dan hal tersebut menjadi pelecut semangat dan semakin meyakinkannya.
Warga Kampung Bajo di Boalemo yang ramah dan terbuka membuat kunjungan singkat ke sini sangat mengesankan. [Foto; Yun Damayanti]
Tidak jauh dari Pulo Cinta Ecoresort ada perkampungan nelayan Bajo di daratan utama. Keberadaan resor tidak menjauhkan para nelayan dari sumber kehidupannya. Hanya saja, cara-cara yang dilakukan jadi lebih saling peduli, saling menghormati, dengan alam sekitar, dengan sesama manusia antara warga lokal, wisatawan dan pelaku usaha.
Salah satu pemandangan terbaik di sini, ketika matahari mulai meninggi, berlatar langit oranye dan semburat merah muda, kita akan melihat siluet nelayan-nelayan di atas perahu-perahu tradisionalnya sedang memancing. Berada di tengah laut, melihat keberadaan manusia membuat Anda tidak merasa sendirian dan kesepian. Dan di perkampungan Bajo tersebut, traveler bisa membeli hasil tangkapan boga bahari seperti lobster hidup berukuran besar dan segar, serta berinteraksi dengan komunitas Bajo yang ramah, seru dan agak sedikit berbeda daripada di Wakatobi.
Jika tidak menyelam, cukup menuruni beberapa anak tangga dari teras, dan berenang. Tanpa perlu upaya keras, biarkan tubuh Anda bergerak mengikuti arus tenang pada pagi hari di bawah vila. Di bawah sana, Anda bisa melihat dengan jelas hingga bermeter-meter ke depan. Ikan-ikan akan menjauh atau bersembunyi di antara terumbu karang berwarna biru dan kuning saat Anda lewat. Dari dek teras, Anda juga bisa menyaksikan betapa bahagianya anak ikan pari bermain petak umpet bersama anak-anak ikan lainnya di dasar pasir. Dan di malam hari yang cerah, Anda bisa merasakan kebesaran alam semesta saat Bimasakti (milky way) menghiasi langit gelap.
Pulo Cinta Ecoresort beroperasi sejak 31 Januari 2015. Resor ini punya total 17 kamar di 15 vila. Sebuah vila 2-kamar tidur, sebuah vila 3-kamar tidur, sebuah vila 1-kamar tidur dengan dua tempat tidur berukuran queen size, dan 12 vila 1-kamar tidur yang semuanya dilengkapi tempat tidur berukuran king size! Di vila 2-kamar dan 3-kamar, masing-masing kamar tidur dilengkapi kamar mandi di dalam.
Villa 1-bedroom di Pulo Cinta Ecoresort. [Foto; pulocinta.com]
Seluruh bangunan di resor ini terbuat dari kayu. Begitupun dengan furniturnya. Jendela dan pintu kaca tinggi dari lantai hingga ke langit-langit vila membuat ruangan kaya cahaya. Tidak ada penyejuk ruangan. Anda hanya tinggal membuka pintu dan semua jendela untuk mendapatkan sirkulasi udara maksimal, segar, dan tanpa polusi. Sebuah kipas angin sudah cukup membantu perputaran udara di siang hari. Pori-pori dinding kayunya pun cukup memasukan angin malam yang dingin ke dalam kamar. Di setiap kamar disediakan satu unit televisi dengan siaran TV lokal. Koneksi WiFi juga ada walaupun tidak terlalu kencang. Kerai bambu tinggal diturunkan untuk menjaga privasi.
Traveler tidak perlu khawatir soal makanan selama berada di Pulo Cinta. Walaupun tampak sederhana, setiap makanan dimasak langsung dan terbuat dari bahan-bahan baku segar yang diperoleh dari nelayan maupun di pasar lokal Boalemo. Bagi honeymooners, resor telah meningkatkan program makan malam romantis di bawah bintang dengan menambahkan opsi Wine and Dine. Love is every where, in the air, under the sea, and at every bite.
“Dengan Pulo Cinta saya mau membuktikan, orang Indonesia juga bisa membangun eco-resort. Untuk bisa membangunnya butuh niat yang kuat, ketetapan dan keteguhan hati. Saya sadar dan siap dengan segala kondisi dan kendala ketika pertama kali memulainya. Ketika kita mencintai alam, dia mengembalikannya berkali-kali lipat. Dan menurut saya, orang Indonesia mestilah yang lebih dahulu menikmatinya, baru kemudian orang-orang asing,“ ujar Tony.*** (Yun Damayanti)
Tourism for Us – Bogor sebagai salah satu kota penyangga Ibukota DKI Jakarta semakin siap untuk menjadi tuan rumah perhelatan even-event olahraga. Tempat dan sarana penyelenggaraan event olahraga di Kota Hujan dibangun dengan mengacu pada standar internasional. Sarana-sarana itu ada yang dikelola oleh pemerintah daerah [more]
..dan arti bulutangkis bagi orang Indonesia Tourism for Us – Bulutangkis dan sepak bola adalah dua event olahraga yang bisa mempersatukan semua lapisan masyarakat Indonesia. Dengan capaian prestasi di level dunia, bulutangkis adalah kebanggaan bangsa. Kemenangan ganda putri nomor satu Indonesia Greysia Polii dan Apriyani [more]
Tourism for Us – Kampung Adat Cireundeu di Leuwigajah, Cimahi, Jawa Barat adalah kampung adat yang lain daripada yang lain. Sekilas kampung ini tampak biasa seperti kampung-kampung lain yang ada di kota. Namun, begitu memasuki kampung, kita bisa menyaksikan dan mengalami bagaimana old and new bisa hidup dan saling melengkapi di abad Milenium.
Peta Kampung Adat Cireundeu akan mempermudah tamu saat mengeksplorasi kampung.[Foto;ist.]
Kampung adat seluas 64 hektar itu mempertahankan tata ruang yang diajarkan oleh leluhur. Kampung dibagi jadi 3 bagian: leuweung larangan, area hutan yang tidak boleh ditebang karena di situ menyimpan sumber air bagi masyarakat, khususnya bagi warga Kampung Cireundeu; leuweung tutupan, area hutan yang bisa dimanfaatkan kayunya oleh masyarakat dengan kewajiban, bagi mereka yang mengambil kayu harus menanam kembali pohon baru; leuweung baladahan yakniarea lahan pertanian masyarakat adat Cireundeu, di situ ditanami singkong, jagung, kacang tanah, dan umbi-umbian. Dari total luas kampung, area tutupan (leuweung) luasnya mencapai 60 hektar. Sedangkan area pemukiman menempati lahan seluas 4 hektar saja.
Warga Kampung Cireundeu masih memegang teguh dan menjalankan ajaran kepercayaan Sunda Wiwitan. Filosofi kehidupan yang diyakini dan diamalkan, sebagai kampung adat memiliki cara, ciri dan keyakinan masing-masing. Masyarakat Kampung Adat Cireundeu tidak melawan perubahan zaman melainkan memilih mengikutinya sehingga di kampung menerima masuknya penerangan (listrik) sampai teknologi informatika. Ajaran leluhur ibarat kompas dalam menjalani kehidupan zaman modern yang berubah sangat cepat.
Agar pengunjung yang datang selepas PPKM dapat menikmati kunjungannya di Kampung Adat Cireundeu, pengelola telah mempersiapkan QR Code. Jadi, pengunjung tidak akan pulang tanpa memperoleh informasi. QR Code ini ditempatkan di pohon-pohon yang ada di dalam hutan maupun di beberapa bangunan penting di dalam kampung adat.
Selain tempat cuci tangan dan pengukur suhu,Kampung Adat Cireundeu juga menempatkan QR Code yang berisi informasi mengenai kampung.(Foto: Visit Cireundeu)
“Ini inovasi kami saat pandemi. Karena tatap muka pan agak sulit yah. Jadi kami buatkan QR Code di beberapa titik,“ ujar Kang Yana, salah seorang pembina Kampung Adat Cireundeu.
Paket-paket kunjungan di Kampung Adat Cireudeu juga sudah disiapkan. Mulai dari paket kunjungan sehari sampai bermalam. Harga paketnya mulai dari Rp 60.000,00 per orang untuk paket wisata kunjungan sehari sampai dengan Rp 400.000,00 per orang untuk paket bermalam selama 3 hari 2 malam. Programnya mulai dari trekking ringan di leuweung, makan nasi singkong, hingga praktik membuat kerajinan tangan khas kampung.
Ada juga paket atraksi seni. Di kampung ini masih hidup pertunjukan angklung buncis, kecapi suling, degung, karinding, tari jaipong, dan gondang.
Kang Yana menjelaskan, di dalam harga paket sudah termasuk biaya parkir kendaraan dan keamanan. Sedangkan mengunjungi kampung tidak dipungut tiket masuk.
“Selain wisatawan, yang datang ke Cireundeu banyak juga mahasiswa untuk observasi, penelitian, dan masyarakat umum. Mereka hanya bayar untuk parkir umum. Biaya parkir motor kalau agak lama Rp 5.000,00 dan mobil antara Rp 10.000,00-Rp15.000,00,“ tambah Kang Yana.
Nasi singkong dari rasi,makanan pokok ciri khas Kampung Cireundeu.[Foto;Visit Cireundeu]
Rasi, Beras Singkong
Sejak 1924 masyarakat Kampung Adat Cireundeu mengonsumsi singkong yang diolah menjadi nasi. Ini berawal dari tahun 1918 yangmana pada tahun tersebut sawah-sawah mengalami kekeringan. Leluhur kampung menyarankan dan berpesan agar menanam singkong sebagai pengganti padi. Karena singkong dapat ditanam pada musim hujan dan kemarau.
Rasi atau beras singkong adalah singkong yang diolah dengan cara diparut, kemudian dibilas dengan air, digiling untuk diambil patinya. Kemudian dikeringkan dan dibuat jadi tepung. Rasi inilah yang menjadi makanan pokok warga Kampung Adat Cireundeu. Menurut warga, makan nasi singkong bisa menahan lapar lebih lama.
Kreativitas mengolah pangan di Cimahi juga tidak kalah dengan Bandung. Selain dijadikan rasi, singkong pun diolah jadi berbagai camilan dan lauk seperti opak, cireng, simping, eggroll, bolu, dan dendeng kulit singkong.***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Tiga atlet angkat berat Indonesia berhasil mengumandangkan lagu kebangsaan Indonesia Raya di ajang Olimpiade Tokyo 2020. Mereka berasal dari berbagai daerah. Selepas PPKM atau nanti ketika pandemi berakhir, kita bisa berkunjung ke kampung-kampung halaman mereka. Lampung Eko Yuli Irawan, legenda baru [more]