Tag: Bangga Berwisata di Indonesia

STRATEGI DPD ASITA JAWA BARAT MENINGKATKAN PARIWISATA DI TENGAH KRISIS GLOBAL

STRATEGI DPD ASITA JAWA BARAT MENINGKATKAN PARIWISATA DI TENGAH KRISIS GLOBAL

Tourism for Us – Ketegangan militer di kawasan Timur Tengah tidak hanya mengganggu perjalanan internasional, tetapi juga berdampak pada perjalanan domestik. Oleh karena itu, penting untuk memperkuat sektor perjalanan domestik melalui dukungan yang tepat dan stimulus yang efektif. Selain itu, intensifkasi promosi dan penciptaan permintaan [more]

MENPAR OPTIMIS KINERJA PARIWISATA 2024 LAMPAUI CAPAIAN TAHUN SEBELUMNYA

MENPAR OPTIMIS KINERJA PARIWISATA 2024 LAMPAUI CAPAIAN TAHUN SEBELUMNYA

Tourism for Us – Sejumlah indikator kinerja sektor pariwisata menunjukkan pertumbuhan positif sepanjang tahun 2024. Di antaranya, kontribusi pariwisata terhadap PDB pada paruh pertama 2024 sebesar 4,01 persen. Angka ini melebihi kontribusi di tahun 2023 sebesar 3,9 persen. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat hingga Oktober [more]

KURS RUPIAH MELEMAH, KEMENPAREKRAF HIMBAU MASYARAKAT BERWISATA DI INDONESIA SAJA

KURS RUPIAH MELEMAH, KEMENPAREKRAF HIMBAU MASYARAKAT BERWISATA DI INDONESIA SAJA

Tourism for Us – Dengan nilai tukar rupiah yang terus melemah, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) menghimbau masyarakat untuk berwisata di Indonesia saja.

Desa wisata Huta Tinggi,Samosir,Danau Toba,yang telah menarik kunjungan wisnus dan wisman serta bekerja sama dengan operator tur inbound.(Foto: Desa Wisata Huta Tinggi)

Nia Niscaya, Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Utama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf), dalam ‘’The Weekly Brief with Sandi Uno’’, Senin (24/6/2024), di Jakarta, menerangkan, Kemenparekraf turut berupaya menguatkan kembali nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dari sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf). Salah satunya dengan meningkatkan pergerakan wisatawan Nusantara (wisnus) dengan berwisata di Indonesia saja.

Dengan begitu masyarakat bisa menunda perjalanannya keluar negeri pada saat ini. Karena perjalanan wisata keluar negeri menjadi salah satu kebocoran devisa. Sementara, Kemenparekraf juga akan lebih berupaya untuk mendatangkan wisatawan mancanegara (wisman) lebih banyak karena akan mendatangkan devisa.

‘’Wisnus ini penting. Ibaratnya, kantong kanan dan kantong kiri terjadi pergerakan ekonomi antarkantong. Wisman itu ibaratnya kantong uang yang bertambah (devisa),’’ ujar Nia.    

Sektor pariwisata merupakan salah satu penopang perekonomian Indonesia dan menjadi penyumbang devisa utama.

‘’Oleh karena itu, berliburlah di Indonesia saja. Karena ketika kita berlibur ke luar negeri artinya devisa kita bocor. Padahal kita perlu banget devisa dengan meningkatkan wisman,’’ kata Nia.

Tingkat belanja/pengeluaran wisnus cukup tinggi ketika berlibur. Kemenparekraf mencatat: 22,82 persen pengeluaran untuk akomodasi, 17,69 persen untuk makanan dan minuman, 20,93 persen untuk angkutan, 9,33 persen untuk membeli cenderamata, serta pengeluaran untuk belanja lainnya 8,24 persen dan jasa hiburan 7,26 persen.

‘’Wisnus sudah mulai ada perubahan. Kalau dahulu menginap di rumah saudara karakteristiknya. Sekaran tidak. Mereka sudah menggunakan hotel. Selain itu, kalau dahulu mereka membawa bekal kini mereka pergi ke restoran atau tempat makan,’’ tambah Nia.

Wisnus dan wisman dapat meningkatkan kontribusi sektor pariwisata terhadap PDB. Keduanya sama-sama memiliki peranan dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi. Pergerakan wisnus untuk pergerakan ekonomi dan pergerakan wisman untuk meningkatkan devisa.***(Yun Damayanti) 

GERNAS BBI DAN BBWI 2024 UNTUK TINGKATKAN PEMBELIAN PRODUK LOKAL

GERNAS BBI DAN BBWI 2024 UNTUK TINGKATKAN PEMBELIAN PRODUK LOKAL

Tourism for Us – Dalam kurun waktu lebih kurang 3,5 tahun, Gerakan Nasional (Gernas) Bangga Buatan Indonesia (BBI) dan Bangga Berwisata di Indonesia (BBWI) telah mendorong penambahan jumlah usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) onboarding secara digital sebesar 186 persen. Dengan pemerintah terus mendorong perjalanan [more]

MANFAATKAN RUTE PENERBANGAN, CITILINK KOLABORASI DENGAN KEMBERIN HADIRKAN LINKTRIP

MANFAATKAN RUTE PENERBANGAN, CITILINK KOLABORASI DENGAN KEMBERIN HADIRKAN LINKTRIP

Tourism for Us – Citilink, maskapai penerbangan yang tergabung dalam Garuda Indonesia Group, memperkenalkan produk barunya yaitu Linktrip. Dalam menghadirkan produk barunya, maskapai ini berkolaborasi dengan KEMBERIN. Kolaborasi itu menghasilkan paket-paket menarik dengan memanfaatkan jaringan rute yang dilayaninya baik di dalam maupun di luar negeri. [more]

E-BOOKLET JELAJAH MASJID: PANDUAN PERJALANAN YANG BIKIN PEMUDIK TENANG DAN MUDIK JADI MAKIN ASYIK

E-BOOKLET JELAJAH MASJID: PANDUAN PERJALANAN YANG BIKIN PEMUDIK TENANG DAN MUDIK JADI MAKIN ASYIK

Tourism for Us – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) meluncurkan E-Booklet ‘’Mudik Jelajah Masjid #DiIndonesiaAja’’ dalam rangka menyambut musim mudik dan libur Lebaran 2023. Peluncuran dilakukan bersamaan dengan ‘’The Weekly Briefing With Sandi Uno’’, Senin (27/3/2023), di Gedung Sapta Pesona, Jakarta.

Kemenparekraf meluncurukan E-Booklet Jelajah Masjid menyambut mudik dan libur Lebaran 2023. (Foto: Kemenparekraf)

E-Booklet ‘’Mudik Jelajah Masjid #DiIndonesiaAja’’ adalah sebuah buku panduan perjalanan mandiri (self-guided). E-Booklet setebal 72 halaman (termasuk sampul depan dan belakang) berisi masjid-masjid di jalur mudik di Pulau Jawa dan Pulau Sumatera. Khususnya di Pulau Jawa, jalur mudiknya lengkap meliputi jalur pantai utara (pantura), jalur pantai selatan (pansela), dan jalan tol Trans Jawa.

Panduan perjalanan ini dilengkapi google map link sehingga akan membantu pemudik menavigasi jalan menuju masjid-masjid. Selain itu juga informasi tempat-tempat wisata yang bisa dikunjungi di sekitar masjid, lengkap dengan jaraknya. Jadi pemudik bisa memperhitungkan waktu perjalanannya. E-Booklet ‘’Mudik Jelajah Masjid #DiIndonesiaAja’’ bisa diunduh di sini https://www.indonesia.travel/id/id/e-booklet

Menparekraf/Kabaparekraf Sandiaga Salahuddin Uno mengungkapkan, peluncuran E-Booklet ini sangat tepat. Pemudik bisa memilih masjid yang ingin disinggahi dalam perjalanan mudik.

‘’Selama mudik orang perlu istirahat dan shalat. Masjid-masjid ini juga bisa menjadi selling point yang akan mendorong pergerakan ekonomi,’’ ujar Sandiaga.

Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kemenparekraf/Baparekraf Visensius Jemadu mengatakan, E-Booklet ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada pemudik tentang berbagai hal. Di antaranya, masjid-masjid yang memiliki keunikan, tempat-tempat wisata di jalur mudik, dan menawarkan diversifikasi produk wisata.

‘’E-Booklet ini merupakan bagian dari program ‘’Bangga Berwisata #DiIndonesiaAja’’. Semoga juga bisa membantu meningkatkan peringkat Indonesia di Global Muslim Travel Index,’’ tambah Visensius.

Direktur Wisata Minat Khusus Kemenparekraf/Baparekraf Itok Parikesit yang juga hadir pada sesi peluncuran menerangkan, E-Booklet ‘’Mudik Jelajah Masjid #DiIndonesiaAja’’ merangkum 27 masjid beserta potensi wisatanya. Masjid-masjid dalam panduan telah diseleksi melalui proses self assessment. Ke depannya, E-Booklet akan dikembangkan lebih lanjut menjadi e-catalogue yang merangkum 230 masjid di Indonesia.

‘’Ke depan kita harapkan 230 masjid di 13 provinsi bisa dirangkum ke dalam e-catalogue. Ini dilakukan dalam rangka menunjang pariwisata minat khusus. Di samping itu, e-catalogue nantinya dapat menunjukkan potensi-potensi wisata minat khusus lainnya,’’ ucap Itok.***(Yun Damayanti) 

INDONESIA TRAVEL FAIR 2023 BANTU DORONG PERGERAKAN WISNUS

INDONESIA TRAVEL FAIR 2023 BANTU DORONG PERGERAKAN WISNUS

Tourism for Us – Indonesia Travel Fair (ITF) 2023 akan berlangsung pada 17 hingga 19 Februari 2023 di Mall Kota Kasablanka Jakarta. Penyelenggaraan ITF tahun ini diharapkan semakin mendorong perjalanan wisatawan Nusantara (wisnus) dalam payung program Bangga Berwisata di Indonesia (BBWI). Salah satu upaya untuk [more]