Tourism for Us – Seiring dengan pemerintah Tiongkok melonggarkan kebijakan perbatasannya, warga Tiongkok semakin leluasa bepergian keluar negeri. Indonesia menanggapinya dengan menggelar Sales Mission (misi penjualan) di Guangzhou dan Shenzhen serta perjalanan pengenalan (familiarization trip/famtrip) bagi media Tiongkok selama bulan April 2023. Tiongkok merupakan salah [more]
Tourism for Us – Pelaku industri pariwisata Indonesia melaksanakan strategi baru menggaet wisatawan Malaysia di MATTA Fair. Pameran pariwisata terkemuka di Malaysia itu telah berlangsung pada 17-19 Maret 2023 di Kuala Lumpur, Malaysia. Menghormati kebijakan Malaysian Association of Tour and Travel Agents (MATTA), mereka bermitra [more]
Tourism for Us – Keterbatasan kapasitas kursi pesawat menuju kawasan Asia khususnya ke Indonesia menjadi problem utama pada 2023. Karena keterbatasan itu maka tiket pesawat menjadi mahal. Bagaimanapun, sellers dan buyers di pameran pariwisata terbesar dunia Internationale Tourismus Borse (ITB) Berlin 2023 tetap antusias. Ancaman resesi ekonomi global tampaknya tidak lagi menakutkan. Cautiously optimistic.
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) kembali berpartisipasi di ITB Berlin. Pameran pariwisata terbesar dunia itu telah berlangsung pada 7-9 Maret 2023 di Berlin Expo Center, Messe Berlin, Jerman.
Kemenparekraf memfasilitasi 64 industri pariwisata di paviliun Indonesia. Industri yang berpartisipasi terdiri dari hotel dan operator tur/DMC.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif /Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Baparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno dalam pernyataannya di Berlin, Selasa (7/3/2023), mengatakan, Indonesia mengangkat tema ‘’Visit Wonderful Indonesia 2023: Explore Our New Destinations’’ di ITB Berlin 2023. Lima destinasi pariwisata super prioritas (DPSP) menjadi fokus destinasi yang dipromosikan selain Bali. Melalui promosi ini diharapkan, kelima DPSP itu semakin dikenal oleh dunia internasional. Menurut data statistik, 41 persen pariwisata Indonesia bertumpu pada Pulau Bali.
Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf/Baparekraf Ni Made Ayu Marthini menambahkan, Kemenparekraf juga mengangkat Desa Wisata. Saat ini Indonesia memiliki 100 desa wisata yang sudah terkurasi dan siap dikunjungi wisatawan.
Paviliun Indonesia di ITB Berlin 2023. [Copyright; Messe Berlin GmbH]
Penerbangan ke Indonesiaterbatas
Keterbatasan penerbangan ke Indonesia menjadi issue pembicaraan bisnis selama tiga hari pameran berlangsung. Meskipun demikian, permintaan perjalanan dari Eropa tetap ada.
Christine Kowandi dari Horas Tours, salah satu operator tur asal Medan, mengatakan, mereka tidak menetapkan ekspetasi tinggi pada partisipasi tahun ini. Setelah tiga tahun tidak bertatap muka secara langsung, ITB Berlin merupakan tempat yang ideal untuk terhubung kembali dengan mitra-mitra lamanya sekaligus berharap dapat bertemu dengan mitra-mitra baru.
‘’Tren untuk ke Indonesia tetap ada. Cuma, kendala sekarang seat di airlines terbatas. Jadi tiket mahal sekali. Minat bepergian ke Danau Toba, Sumatera Utara, juga tetap ada, kok. Untuk bulan Juli-Agustus tahun ini saja sudah susah mencari kamar di Bukit Lawang, tempat untuk melihat orangutan. Begitu pun di Danau Toba. Ini terutama di hotel-hotel yang memang favorit bule ya,’’ ujar Christine.
Rute klasik di Sumatera Utara masih menjadi favorit, menurut Christine. ‘’Yang diminati masih program-program lama. Rute klasik, Medan-Bukit Lawang-Danau Toba,’’ tambahnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Adjie Wahjono, Manager Operational Aneka Kartika Tours & Travel dari Surabaya. Penerbangan ke Indonesia menjadi issue yang disampaikan pertama kali. Menurutnya, buyers yang ditemui rata-rata tidak menunjukan terlalu takut terhadap resesi ekonomi global.
‘’Tren perjalanan seperti yang diprediksikan. Grup-grup yang lebih kecil. Perjalanan yang more sustainable and more in-depth. Sebagian dari buyers juga mengatakan mau menambah portofolio turnya pada 2024. Rata-rata respon buyers positif. Cautiously optimistic,’’ kata Adjie.
Menparekraf pada kesempatan The Weekly Briefing with Sandi Uno, Senin (13/3/2023), menyatakan, potensi wisatawan mancanegara yang dapat diraih dari partisipasi di ITB Berlin 2023 sebanyak 303.692. Capaian ini melebihi target awal sebesar 300.000 wisatawan. Dan potensi devisa yang akan masuk diproyeksikan melampaui dari yang ditargetkan sebesar Rp 5,2 triliun.***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Menurut travel agents/tour operators Malaysia, Monas Table Top 2023 merupakan table top pertama kali pariwisata Indonesia di Malaysia. Tidak heran, seratusan buyers antusias menghadiri table top ini yang berlangsung di dua kota. Mereka merasa lega, akhirnya, bisa bertatap muka langsung dan [more]
Tourism for Us – Workshop Tourism Indonesia di Perancis akhirnya hadir kembali. Workshop pertama setelah tiga tahun absen mengangkat tema ‘’Indonesia Vous Attend’’ yang artinya, Indonesia menunggu Anda. Program workshop berupa Table Top B-to-B Meeting dan akan digelar pada tanggal 2-3 Maret 2023 di House [more]
Tourism for Us – Indonesia ingin lebih banyak wisatawan India datang. Partisipasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) di South Asia Travel & Tourism Exchange (SATTE) 2023 dan menggelar Sales Mission India 2023 di Kolkata merupakan salah satu langkah mempromosikan kembali Wonderful Indonesia di pasar India khususnya dan Asia Selatan pada umumnya. Selain itu juga membawa pesan kunci lainnya yakni memperkenalkan luxury tourism Indonesia yang belum menjadi top of mind di pasar ini. Eksistensi luxury tourism di sini umumnya diketahui dari mulut ke mulut.
SATTE 2023 lebih baik menurut sellers Indonesia daripada tahun lalu. (Foto: Birkompublik Kemenparekraf)
Kemenparekraf/Baparekraf kembali berpartisipasi dalam ajang SATTE 2023 yang berlangsung pada 9-11 Februari 2023 di India Expo Mart Greate Noida, Delhi NCR, India. Dalam kesempatan ini, sebanyak 43 industri dari Indonesia difasilitasi.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kratif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno dalam keterangannya, Selasa (14/2/2023), menyambut baik keikutsertaan Indonesia di SATTE 2023. Langkah ini sebagai upaya menjaga eksistensi pariwisata Indonesia di kawasan Asia Selatan serta meningkatkan kunjungan wisatawan asal India ke Indonesia.
SATTE merupakan bursa pariwisata business-to-business (B2B) terbesar di Asia Selatan. Selama tiga hari pelaksanaan, SATTE 2023 dipadati lebih kurang 30.000 pengunjung yang merupakan pelaku industri pariwisata India dan internasional.
Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf/Baparekraf Ni Made Ayu Marthini mengatakan, SATTE merupakan bursa pariwisata internasional perdana yang diikuti oleh Kemenparekraf/Baparekraf di awal tahun 2023.
‘’India saat ini merupakan salah satu sumber pasar utama wisatawan mancanegara. Diharapkan, dengan keikusertaan Indonesia di ajang ini dapat memberikan dampak yang luas terhadap minat wisatawan dari India dan Asia Selatan pada umumnya untuk berkunjung ke Indonesia,’’ kata Made.
Vivek Kumar, General Manager Plataran Borobudur, salah satu seller di paviliun Wonderful Indonesia mengatakan, potensi transaksi di SATTE 2023 menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun lalu.
‘’SATTE adalah pameran outbound terbaik untuk pasar India yang wajib diikuti oleh Kemenparekraf/Baparekraf. Pengunjung yang datang merupakan pelaku bisnis pariwisata ternama di India,’’ ucap Vivek.
Hal senada dikatakan Ni Luh Werdiani dari PT Tria Uma Wisata Bali. Ia menyampaikan, banyak pengunjung menanyakan paket-paket bulan madu (honeymoon). Wisatawan bulan madu dari India merupakan salah satu segmen pasar yang sangat potensial untuk digarap.
‘’SATTE ini setiap tahun ramainya seperti pasar malam. Tahun ini respon buyers juga lebih bagus dibanding tahun lalu,’’ tutur Werdiani.
Eddie Tarsisius dari Absolute Indonesia DMC, seller lainnya, mengungkapkan, Bali selain sebagai best destination untuk honeymoon dan family tour juga diminati untuk perjalanan corporate group.
‘’Bali sebagai TOP 10 untuk destinasi honeymoon dan wellness. Sebagai destinasi di kedua segmen pasar ini, posisi Bali di atas Swiss, Srilangka, Selandia Baru, Maladewa, Thailand, Turkiye, dan Dubai,’’ tambah Eddie.
PESAN KUNCI DI SATTE 2023
Wisatawan India yang berkunjung ke Indonesia pada tahun 2019 sebelum pandemi COVID-19 sebanyak 657.300 orang. Jumlah wisatawan India sampai dengan bulan Oktober 2022 mencapai 181.706 orang.
Preferensi liburan wisatawan India adalah mengunjungi daya tarik alam termasuk pantai, wisata budaya dan bulan madu. Rata-rata lama menginapnya antara 8,7 – 11,46 hari.
Periode liburannya secara garis besar terbagi-bagi:
Wisatawan bulan madu, periode paling diminati bulan Desember-Maret
Wisatawan keluarga dan liburan sekolah pada periode bulan Mei-Juli
Liburan hari-hari besar (festivity seasons) Deepavali atau Diwali pada bulan Oktober-Desember.
Menurut data World Bank, pengeluaran rata-rata wisatawan India sebesar USD 1,082.42 per orang.
Pada partisipasi SATTE 2023, Kemenparekraf mempromosikan Bali and Beyond untuk segmen pasar free individual traveler (FIT). Destinasi Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Batam dipromosikan untuk wisatawan keluarga.
Wedding merupakan salah satu segmen pasar besar di kalangan wisatawan India. Untuk itu, Indonesia mempromosikan destinasi Bintan dan Lombok untuk pasar ini. Sedangkan untuk segmen pasar honeymoon dipromosikan 10 New Bali.
Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf Ni Made Ayu Marthini mengatakan, dengan keikusertaan Indonesia di SATTE 2023 dapat memberikan dampak yang luas terhadap minat wisatawan dari India dan Asia Selatan pada umumnya untuk berkunjung ke Indonesia. (Foto: Birkompublik Kemenparekraf)
Selain itu, pada partisipasi tahun ini juga diperkenalkan luxury tourism yang ada di Indonesia. Bali, Yogyakarta, Labuanbajo dan Sumba menjadi destinasi luxury tourism yang dipromosikan. Hal ini mengingat Indonesia belum menjadi top of mind di pasar ini. Eksistensi luxury tourism di sini umumnya diketahui dari mulut ke mulut.
Menurut kajian Kemenparekraf, wisatawan luxury dari India mempunyai karakteristik sensitif terhadap harga (price sensitive) dan berorientasi pada manfaat yang diperolehnya (benefit-oriented). Sama seperti wisatawan India lainnya, wisatawan di segmen ini juga sensitif terhadap makanan karena mereka pada umumnya ialah vegetarian. Selain itu, mereka menginginkan percakapan dalam bahasa Inggris untuk semua pelayanan. Dan, mungkin ini sedikit di luar tren milenial, mereka lebih memilih memesan secara tradisional (conventional booking).
Oleh karena itu, tema Sumba juga diangkat dengan menghadirkan kain-kain motif Sumba sebagai ornamen penghias paviliun selain ornamen Bali. Sumba merupakan salah satu destinasi yang dicoba diperkenalkan pada wisatawan India khususnya untuk segmen luxury travel.
Pada hari ketiga diisi pembagian hadiah bagi para pemenang kuis challenge games yang diadakan melalui akun Instagram resmi Wonderful Indonesia. Challenge games merupakan bentuk aktiviasi Kemenparekraf/Baparekraf dari sisi digital.
SALES MISSION
Sebelumnya, Kemenparekraf menggelar Sales Mission India pada 7 Februari 2023 di Park Hotel, Kolkata. Sebanyak 34 industri berpartisipasi sebagai sellers dan bertemu dengan 65 buyers.
Wisatawan India yang liburan ke Indonesia dan kembali melalui Singapura dan Bangkok, Thailand, tidak perlu melakukan PCR lagi ketika kembali ke negaranya. Peraturan ini berlaku sejak 13 Februari 2023.
Pasar ini menarik bagi Indonesia. Karena dalam perkembangannya, meskipun belum ada penerbangan langsung (direct flight), jumlah wisatawan India terus bertambah dari tahun ke tahun.
Menurut Eddie, sampai saat ini belum ada direct flights dari berbagai kota di India ke Bali. Semua wisatawan yang datang masih harus transit dahulu di Singapura dengan maskapai Singapore Airlines dan Scoot; di Kuala Lumpur dengan Malindo Batik Air, Malaysia Airlines, dan AirAsia; di Bangkok, Thailand dengan Thai Airways dan Thai AirAsia; dan di Hanoi dan Ho Chi Minh City, Vietnam dengan Vietjet.***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Penjelajahan orang Spanyol, dan yang berbahasa spanyol (spanish-speaking), sekarang adalah untuk sebisa mungkin menjelajahi banyak tempat selama dua minggu liburan di Indonesia. Ekplorasi di setiap destinasi di pulau-pulau yang berbeda memberikan pengalaman setimpal dengan biaya yang dikeluarkan. Penjelajahan mereka di Nusantara [more]
Tourism for Us – Dengan apa yang akan menantinya di Bali, wisatawan Nepal lalui semua rintangan. Mereka tersenyum bersama pendaki dari seluruh dunia. Sementara para pendaki merayakan pencapaiannya menggapai titik tertinggi di muka bumi di Sagarmatha, mereka melihat ke arah lain. Mereka mencari garis putih [more]
Tourism for Us – Kekuatan dari untaian kata yang menjalin jadi rangkaian kalimat adalah langsung menyasar kalbu. Ketika tombol kalbu diaktifkan, jiwa kita terserap ke alam bawah sadar. Itu seperti mantra yang memandu kita mengikuti ke mana saja setiap aksara bergerak.
(Foto: Miya’z Script Agency)
Melanglang Jagat Buana adalah sebuah buku antologi perjalanan. Buku ini mengangkat 52 destinasi dari Sumatera hingga Papua. Dibawakan dengan gaya bertutur, travel notes filmis yang dihimpun lebih menyerupai catatan harian para penulisnya ketika mereka mengunjungi daya tarik-daya tarik di sekitar tempat tinggalnya.
Para penulis menceritakan pengalaman perjalanan budaya dan berkegiatan di alam. Tempat-tempat yang dikunjunginya tidak semua spektakuler dan viral di berbagai kanal media sosial. Begitu pun dengan aktivitas yang dilakukannya.
Beberapa penulis hanya mengunjungi tempat-tempat yang sehari-hari dilewatinya. Sebagian penulis mengakui, menyisihkan waktu untuk melihat ‘ada apa saja’ di daerah tempat mereka melaksanakan perjalanan dinas. Lalu sebagian lagi bepergian karena topik hangat yang dibicarakan di grup Whatsapp atau yang tengah menjadi trending topic di media sosial.
Sebagian besar travel notes dalam antologi ini menyampaikan pengalaman budaya dalam perjalanan religi dan ziarah. Ini mungkin karena sumber informasi yang didapat oleh penulis pada saat mengunjungi daya tarik menuturkan dari sisi religi dan ziarahnya saja. Selain itu, pembaca juga akan menemukan begitu banyak informasi sejarah yang dituangkan dalam catatan-catatan perjalanan penulis.
Namun, beberapa travel notes filmis berhasil menyegarkan kembali daya tarik-daya tarik yang sudah eksis seperti Kebun Raya Bogor, Candi Plaosan dan Museum Ullen Sentalu di Yogyakarta, dan pendakian ke Gunung Arjuno dan Argopuro di Jawa Timur. Dituturkan secara simple dan relate dengan keseharian kita, pembaca akan merasa dikelitiki dan ingin pergi ke sana.
Ada juga travel notes yang mengangkat tempat-tempat ‘hanya diketahui orang lokal’. Tempat-tempat ini terasa jadi daya tarik baru bagi orang-orang dari luar daerah tersebut. Misalnya, kampung tua di Pulau Belakang Padang di Batam, Kepulauan Riau. Pulau itu juga punya sebutan lain yang aduhai romantis, Pulau Penawar Rindu. Atau, segitiga emas ranu (danau) di sekitar Malang, Jawa Timur, yang membuat penulisnya deja vu saat berekreasi di salah satu danau di Wina, Austria.
Destinasi yang agak mengejutkan adalah Bengkayang, Kalimantan Barat. Ada dua travel notes yang mengangkat perjalanan rekreasi ke Pulau Lumukutan dan arung jeram di riam-riam yang digambarkan full of challenges. Travel note berarung jeram di perbatasan negara akan mengaktifkan impian liar para adrenalin seekers.
Kelima puluh dua destinasi dituturkan oleh 52 penulis berbeda. Mereka penulis lokal yang tinggal di destinasi. Sebanyak 92 persen penulisnya ialah perempuan dan hanya 8 persen penulis laki-laki. Perlu diingat, ini bukan buku mengenai feminisme.
Semua penulis sudah berkeluarga. Ada 13 penulis ibu rumah tangga penuh, 23 penulis lainnya ialah para profesional yang sebagian besar juga ibu rumah tangga, dan ada aparatur sipil negara (ASN) dan pengajar. Melihat komposisi para penulisnya, Melanglang Jagat Buana dapat menjadi sumber inspirasi bagi para orangtua dalam merencanakan liburan.
Tak ada perjalanan yang sia-sia
Mia dari Miya’z Script Agency mengatakan, para penulis terdiri dari penulis profesional dan non-profesional. Sebelumnya, mereka mengikuti workshop menulis travel notes filmis di bawah bimbingan Kirana Kejora dan Co-Mentor Miya’z.
Buku antologi Melanglang Jagat Buana merupakan kolaborasi antara Komunitas Elang Merah – Elang Nuswantara, Miya’z Script Agency dan Azkiya Publishing. Komunitas Elang Merah – Elang Nuswantara adalah komunitas yang aktif memperjuangkan literasi dengan mempublikasikan karya-karya tulis bertema budaya Indonesia.
Kirana Kejora ialah pendiri komunitas Elang Nuswantara, telah menulis 172 buku fiksi dan non-fiksi. Dua best sellers novelnya telah diangkat ke layar lebar.
Miya’s Script Agency telah membidani ratusan naskah fiksi dan non-fiksi yang diterbitkan oleh penerbit mayor juga merupakan koordinator penulis pencinta budaya dalam komunitas Elang Nuswantara dan Elang Merah.
Buku ini berkonsep writerpreneur. Kehadirannya diharapkan bisa menjadi warisan literasi yang layak dibaca, dikenang, dan dipahami. Selain itu, melalui antologi travel notes akan mampu membangkitkan semakin banyak masyarakat Indonesia lebih peduli dan mau memelihara dan menjaga keindahan alam dan budaya serta berwisata di Indonesia saja.
Tak ada perjalanan yang sia-sia. Seperti yang disampaikan oleh Kirana Kejora dalam prolog Melanglang Jagat Buana, ‘’Dengan berjalan, saya belajar banyak hal. Belajar melepas kacamata kuda. Mau mendengar, melihat, menulis, menyampaikan fakta yang bermanfaat bagi pembaca dan saya sendiri.’’
Peluncuran buku Melanglang Jagat Buana akan diselenggarakan pada 10 Desember 2022 di Perpustakaan Nasional RI Jakarta. Buku antologi ini didukung oleh Perpustakaan Nasional RI. Perpusnas selalu mendukung Gerakan Literasi Nuswantara.
Pembelian buku telah dibuka. Ada diskon pre-order untuk pemesanan sampai dengan 30 November 2022.***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Secara global, permintaan perjalanan tidak akan berkurang tahun depan. Pariwisata inbound Indonesia diproyeksikan akan lebih baik pada 2023 daripada tahun 2022. Meskipun kunjungan wisatawan mancanegara belum akan mencapai level pra pandemi. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) [more]