Tag: asean tourism forum

KONEKTIVITAS DAN DIVERSIFIKASI PENAWARAN ADALAH KUNCI PEMASARAN PARIWISATA ASEAN

KONEKTIVITAS DAN DIVERSIFIKASI PENAWARAN ADALAH KUNCI PEMASARAN PARIWISATA ASEAN

Tourism for Us – Sektor pariwisata ASEAN menunjukkan pemulihan positif yang berkelanjutan. Angka sementara menunjukkan bahwa ASEAN mencatat sekitar 144 juta kedatangan wisatawan internasional pada tahun 2025, yang mencerminkan tren kenaikan berkelanjutan yang didukung oleh langkah-langkah untuk meningkatkan konektivitas, mendiversifikasi penawaran pariwisata, dan memperkuat upaya [more]

HOTEL-HOTEL INDONESIA BORONG PENGHARGAAN DI ASEAN TOURISM AWARDS 2024

HOTEL-HOTEL INDONESIA BORONG PENGHARGAAN DI ASEAN TOURISM AWARDS 2024

Tourism for Us – Hotel-hotel Indonesia memborong penghargaan di ajang ASEAN Tourism Awards 2024. Selain itu, kota Balikpapan dan Surabaya juga memperoleh penghargaan untuk kategori ASEAN Clean Tourist City Awards. Dan pelaku ekonomi kreatif serta venue pun tidak ketinggalan memperoleh penghargaan. Menteri Pariwisata dan Ekonomi [more]

INDONESIA DITUNJUK JADI TUAN RUMAH DUA EVENT UNWTO TAHUN INI

INDONESIA DITUNJUK JADI TUAN RUMAH DUA EVENT UNWTO TAHUN INI

Tourism for Us – Indonesia akan menjadi tuan rumah (host) dua event internasional hasil kolaborasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) bersama United Nations World Tourism Organization (UNWTO) pada tahun 2024. Dua event itu adalah ‘’Indonesia Tourism Investment Forum’’ di Jakarta dan ‘’The Regional Conference on Woman Empowerment in Tourism’’ di Bali.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno (kanan) bertemu dengan Director of the Regional Department of Asia and the Pacific at UN Tourism Harry Hwang (kiri), Jumat (26/1/2024), di sela-sela agenda ATF 2024 di Vientiane,Laos. (Foto: Birkompublik Kemenparekraf)

‘’Indonesia Tourism Investment Forum’’ direncanakan dihelat pada pertengahan tahun 2024. Dan ’’The Regional Conference on Woman Empowerment in Tourism’’ akan berlangsung selama dua hari.

’’The Regional Conference on Woman Empowerment in Tourism’’ adalah konferensi internasional mengenai pemberdayaan perempuan dalam pariwisata. Konferensi ini akan menjadi ruang penghubung antara inoovasi dan kolaborasi, mempertemukan tokoh-tokoh terkemuka baik dari sektor publik maupun swasta untuk membahas keterkaitan antara kemajuan digital dan praktik pariwisata berkelanjutan. Konferensi tersebut tidak hanya sebagai forum diskusi namun juga sebagai batu loncatan untuk melakukan langkah-langkah nyata dan juga kemajuan dalam bidang pariwisata global.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno usai bertemu dengan Director of the Regional Department of Asia and the Pacific at UN Tourism Harry Hwang, Jumat (26/1/2024), mengatakan, dengan total sumbangsih dari sektor pariwisata yang sudah lebih di atas 10 persen secara global membuat UNWTO ingin bermitra lebih erat dengan Indonesia.

‘’Indonesia sebagai anggota Dewan Eksekutif UNWTO menjadi pemimpin yang sangat diperhitungkan dan ditunggu masukannya dalam setiap perkembangan dunia pariwisata, terutama mengenai pariwisata hijau dan pariwisata berkelanjutan,’’ ujar Menparekraf Sandiaga.

Pelaksanaan event-event internasional bersama UNWTO di Indonesia diharapkan dapat memberikan dampak yang luas terhadap perkembangan pariwisata dan ekonomi kreatif Tanah Air.  

Pertemuan Menparekraf dengan UNWTO dilakukan di sela-sela agenda ASEAN Tourism Forum (ATF) 2024 di Viantiene, Laos.***(Yun Damayanti) 

POTENSI DEVISA DARI TRAVEX ATF 2024 CAPAI RP 41 M

POTENSI DEVISA DARI TRAVEX ATF 2024 CAPAI RP 41 M

Tourism for Us – Capaian potensi bisnis dari Travex ASEAN Tourism Forum (ATF) 2024 melebihi target. Dari travel exchange (travex) di Laos, Indonesia memperoleh potensi lebih dari 19.000 calon wisatawan mancanegara (wisman) dan devisa Rp 41 miliar. Sebelumnya, nilai transaksi potensial ditargetkan hanya Rp 22 [more]

IMPLEMENTASI ASEAN MRA-TP TINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN PARIWISATA SESUAI KEBUTUHAN INDUSTRI

IMPLEMENTASI ASEAN MRA-TP TINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN PARIWISATA SESUAI KEBUTUHAN INDUSTRI

Tourism for Us – Indonesia akan melanjutkan komitmen mengimplementasikan ASEAN Mutual Recognition on Tourism Professional (ASEAN MRA-TP) untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan menghadirkan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan industri pariwisata. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menjelaskan, [more]

KEMENPAREKRAF: PARIWISATA INKLUSIF DAN BERKELANJUTAN JADI PRIORITAS PEMERINTAH INDONESIA

KEMENPAREKRAF: PARIWISATA INKLUSIF DAN BERKELANJUTAN JADI PRIORITAS PEMERINTAH INDONESIA

Tourism for Us – Pengembangan pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan menjadi prioritas Pemerintah Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah melakukan berbagai upaya. Hal ini disampaikan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) dalam sesi NTO’s Media Briefing Indonesia ASEAN Tourism Forum (ATF) 2024, Rabu (24/1/2024), di Viantine, Laos. Dan Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf/Baparekraf Ni Made Ayu Marthini menjadi narasumber utama dalam Media Briefing tersebut.

Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf/Baparekraf Ni Made Ayu Marthini menjadi narasumber utama dalam NTO’s Media Briefing Indonesia ASEAN Tourism Forum (ATF) 2024, Rabu (24/1/2024), di Viantine, Laos. (Foto: Birkompublik Kemenparekraf)

Mengawali penjelasannya, Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf/Baparekraf menyampaikan, percepatan pengembangan pariwisata berkelanjutan yang diterapkan oleh Pemerintah Indonesia merupakan upaya untuk menjaga keberlanjutan lingkungan serta tradisi dan budaya yang menjadi daya tarik utama sektor pariwisata di Tanah Air. Baik itu melalui peluncuran program, strategi hingga kebijakan demi mewujudkan pariwisata hijau atau green tourism.

Di sisi kebijakan, disampaikannya, Kemenparekraf menerbitkan Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Permenparekraf) Nomor 5 Tahun 2020 tentang Pedoman Pengelolaan Sampah Plastik di Destinasi Wisata Bahari. Kemudian mengeluarkan Permenparekraf Nomor 9 Tahun 2021 tentang Pedoman Destinasi Berkelanjutan.

Selain itu, Kemenparekraf membuat suatu pedoman bagi wisatawan khususnya dari mancanegara mengenai apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan (Dos and Donts) saat berkunjung ke destinasi maupun sentra ekonomi kreatif di Bali.

‘’Traveling guide do and dont ini harus disampaikan kepada wisatawan yang berkunjung ke Bali. Bahwa ketika melakukan perjalanan wisata tentu ada kearifan juga penghormatan kepada adat istiadat daerah setempat yang perlu ditaati,’’ ujar Ni Made Ayu Marthini.

Lebih lanjut, Deputi Pemasaran mengatakan, Kemenparekraf juga tengah menyiapkan desa wisata berkelanjutan, penerapan standardisasi dan sertifikat CHSE, kampanye Zero Waste, No Plastic, dan carbon footprint calculation and offsetting. Serta implementasi dan rencana aksi bersama untuk industri pariwisata berkelanjutan di Indonesia.

Pada kesempatan Media Briefing itu juga tidak lupa disampaikan Pungutan Wisatawan Asing (PWA) di Bali yang akan mulai berlaku pada 14 Februari 2024. PWA merupakan kebijakan pemerintah daerah dan bukan termasuk pajak.

PWA adalah biaya yang dibebankan kepada wisatawan mancanegara (wisman) sebagai biaya untuk pelestarian budaya, kelestarian lingkungan dan penanganan sampah di destinasi wisata di wilayah Bali. Pungutannya sebesar Rp 150.000,00 atau 10 dollar AS. Tujuannya agar wisman yang berkunjung ke Bali turut berkontribusi dalam upaya-upaya pelestarian budaya, konservasi alam dan lingkungan.

Dalam kesempatan itu, Deputi Pemasarn pun memaparkan capaian sektor pariwisata Indonesia sepanjang tahun 2023. Jumlah kunjungan wisman pada Januari-November 2023 sebanyak 10,4 juta wisman. Nilai devisa pariwisata yang diperoleh pada Januari hingga Juni 2023 sebesar 6,08 miliar dollar AS. Dan perjalanan wisatawan domestik pada Januari-Oktober 2023 sebanyak 688,78 juta perjalanan.

Target di sektor pariwisata Indonesia tahun 2024, jumlah kunjungan wisman 9,5-14,3 juta dengan nilai devisa pariwisata sebesar 7,38-13,08 miliar dollar AS. Dan perjalanan wisatawan domestik sebesar 1,25-1,5 miliar perjalanan.

Kemenparekraf membawa 13 perwakilan industri pariwisata terdiri dari akomodasi dan operator tur/agen perjalanan. Pelaku pariwisata berasal dari Bali, Bandung, Jakarta, Nusa Tenggara Timur dan Kepulauan Riau. Mereka mengikuti program travel exhange (travex) ATF 2024.

Borobudur menjadi tema utama paviliun Wonderful Indonesia di travex ATF 2024. Dan Desa Wisata Candirejo sebagai destinasi utama yang ditawarkan kepada para buyers.***(Yun Damayanti) 

INDONESIA IKUTI RANGKAIAN PERTEMUAN ASEAN TOURISM FORUM 2024 DI LAOS

INDONESIA IKUTI RANGKAIAN PERTEMUAN ASEAN TOURISM FORUM 2024 DI LAOS

Tourism for Us – ASEAN Tourism Forum (ATF) 2024 di Laos yang mengusung tema ‘’Quality and Responsible Tourism – Sustaining ASEAN Future’’ sudah dimulai. ATF tahun ini diawali dengan The 59th ASEAN NTO’s Meeting yang membahas rencana strategis pengembangan pariwisata di ASEAN dan inisiatif lainnya. [more]

KEMENPAREKRAF GANDENG QATAR AIRWAYS UNTUK PROMOSI BERSAMA DAN TINGKATKAN KONEKTIVITAS KE INDONESIA

KEMENPAREKRAF GANDENG QATAR AIRWAYS UNTUK PROMOSI BERSAMA DAN TINGKATKAN KONEKTIVITAS KE INDONESIA

Tourism for Us – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) menggandeng Qatar Airways untuk melakukan promosi bersama (joint promotion) dan meningkatkan konektivitas wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia. Kerja sama antara Kemenparekraf dengan Qatar Airways ditandai dengan penandatanganan MoU yang dilakukan oleh [more]

YOGYAKARTA TUAN RUMAH ATF 2023

YOGYAKARTA TUAN RUMAH ATF 2023

Tourism for Us – Indonesia secara resmi menerima tongkat estafet dari Kamboja untuk memimpin ASEAN Tourism Forum (ATF). Dan Yogyakarta terpilih sebagai tuan rumah ATF 2023 mendatang.

Candi Borobudur.(Foto: Kemenparekraf)

Yogyakarta dipilih karena memiliki kapasitas dan fasilitas memadai untuk penyelenggaraan ATF. Selain itu, lokasi venue berdekatan dengan destinasi super prioritas (DSP) Borobudur. Dengan demikian, para delegasi yang akan hadir nanti memperoleh kesan mendalam, terutama delegasi dari Kamboja, Laos, Thailand, dan Vietnam yang mayoritas penganut Budha.

Di ajang ATF 2022, Wonderful Indonesia fokus mempromosikan DSP Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat; Danau Toba, Sumatera Utara; Likupang, Sulawesi Utara; Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, dan Borobudur, Jawa Tengah. Tahun ini forum pariwisata tahunan di Asia Tenggara mengusung tema ASEAN-A Community of Peace and Shared Future.

Pasar pariwisata ATF 2022 dihadiri lebih dari 100 penjual dan 100 pembeli dari 25 negara, 50 media nasional dan internasional. Dari Indonesia hadir 15 peusahaan terdiri dari hotel/akomodasi, agen perjalanan/operator tur, dan DMC.

Wonderful Indonesia menjadi tuan rumah Indonesian Night. Pada gala dinner yang dihadiri oleh delegasi-delegasi di ATF 2022, Indonesia memperkenalkan lima DSP. Kemudian dilanjutkan dengan serah terima kepemimpian dari Kamboja ke Indonesia. ATF 2023 di Yogyakarta akan fokus pada tema Empower Talents, Embrace Technology, Recover Tourism.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno, dalam Weekly Press Briefing di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Senin (17/1/2022), mengatakan, ‘’Ini akan kita arahkan sebagai bagian dari pengembangan destinasi super prioritas Borobudur yang sudah diakui sebagai situs warisan dunia UNESCO.’’

Indonesia-Kamboja perbaharui Nota Kesepahaman Kerja Sama

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia dan Kementerian Pariwisata Kamboja menandatangani Nota Kesepahaman pada Selasa, 18 Januari 2022. Nota kesepahaman ini merupakan pembaruan Nota Kesepahaman bidang pariwisata yang telah disepakati oleh kedua negara pada 16 Maret 1999. Penandatanganan dilakukan di sela-sela 25th Meeting of ASEAN Tourism Minister Meeting ATF 2022. Nota Kesepahaman menitikberatkan pada kerja sama promosi dan pemasaran pariwisata, pengelolaan destinasi pariwisata, kerja sama sektor swasta, capacity building, MICE serta kerja sama event dan konektivitas.   

‘’Saya mengapresiasi bahwa kerja sama bilateral antara Indonesia dan Kerajaan Kamboja semakin kuat. Ini juga menegaskan komitmen kedua negara untuk mempercepat pemulihan industri pariwisata untuk kesejahteraan rakyat sebagai bagian dari masalah pemulihan ekonomi nasional,’’ kata Menparekraf Sandiaga. ***(Yun Damayanti)