Tourism for Us – Sektor pariwisata ASEAN menunjukkan pemulihan positif yang berkelanjutan. Angka sementara menunjukkan bahwa ASEAN mencatat sekitar 144 juta kedatangan wisatawan internasional pada tahun 2025, yang mencerminkan tren kenaikan berkelanjutan yang didukung oleh langkah-langkah untuk meningkatkan konektivitas, mendiversifikasi penawaran pariwisata, dan memperkuat upaya [more]
Tourism for Us – Pertumbuhan pariwisata di Jawa Barat menunjukkan tren positif, pemerintah provinsi berkomitmen untuk meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung. Untuk mencapai tujuan ini, kolaborasi dengan pemangku kepentingan untuk promosi ke luar daerah dan luar negeri akan diperkuat. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) [more]
Tourism for Us – Asosiasi operator tur inbound, Indonesia Inbound Tour Operators Association (IINTOA), berkomitmen untuk terus meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia. Anggotanya tidak pernah berhenti memasarkan dan mempromosikan pariwisata Indonesia.
Munas IINTOA ke-2 di Yogyakarta, Minggu (2/2/2025), (Foto: IINTOA)
Badan Pusat Statistik (BPS) merilis jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia pada tahun 2024 mencapai 13,90 juta, naik 19 persen dibandingkan kunjungan wisman tahun 2023 sebanyak 11,68 juta. Kontribusi pelaku operator tur inbound dalam mendatangkan wisman diperkirakan antara 30 persen hingga 40 persen.
Dr. Paul Edmundus Talo, Ketua Umum Indonesia Inbound Tour Operators Association, pada pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) IINTOA ke-2 di Yogyakarta, Minggu (2/2/2025), menyampaikan bahwa sudah menjadi kewajiban asosiasi yang dipimpinnya untuk mendukung pemerintah dalam meningkatkan jumlah wisman ke Indonesia, dengan kontribusi sebesar 30 persen dari total kedatangan wisman pada tahun 2024. IINTOA juga mendorong anggotanya menuju kepariwisataan inbound Indonesia yang kompetitif, berkualitas, bertanggung jawab, dan berkelanjutan.
Adapun salah satu hasil dari Munas ke-2 IINTOA adalah terpilihnya kembali Paul Edmundus Talo untuk periode jabatan 2025 – 2029. Di periode keduanya, ada empat program prioritas IINTOA.
Program prioritas pertama adalah bekerja sama dengan organisasi-organisasi outbound travel agents/tour operators dari negara-negara asal wisatawan. Termasuk di dalam kerja sama tersebut adalah menggelar Table Top, sebuah program ‘jemput bola’ di sumber pasar.
Program ini sudah dijalankan tahun lalu di Thailand dan Vietnam dan akan terus ditingkatkan ke depannya, tidak hanya di kawasan regional ASEAN dan Asia tetapi juga hingga Eropa. Kerja sama ini diharapkan dapat lebih mudah mendatangkan wisman, khususnya dari segmen B-to-B.
Program prioritas berikutnya adalah memberikan pelatihan kepada anggota tentang bagaimana mencapai pasar dan berjualan. Di samping itu, menyiapkan produk ini dalam bentuk kursus online.
Program prioritas ketiga adalah menambah anggota di luar Bali, dan program prioritas keempat adalah melaksanakan kegiatan Table Top untuk semua kalangan industri pariwisata.
Dia juga mengungkapkan bahwa anggota IINTOA tidak pernah berhenti memasarkan dan mempromosikan pariwisata Indonesia. Mereka juga mengeluarkan biaya untuk pemasaran dan promosi ke negara-negara asal wisatawan asing yang menjadi target pasarnya. Pada saat mempromosikan produknya, maka otomatis mempromosikan destinasinya.
Bagaimanapun, pemerintah memiliki peran yang lebih dominan dibandingkan swasta dalam memasarkan seluruh destinasi wisata di Indonesia. Bila mengandalkan upaya sektor swasta dalam memasarkan dan mempromosikan Indonesia sebagai destinasi pariwisata, maka hasilnya tidak akan optimal.
Kontribusi sektor pariwisata dalam pembangunan semakin diakui. Harapan pelaku industri pariwisata adalah pemerintah menggunakan sebagian dari devisa dari sektor ini untuk mendukung kegiatan pemasaran dan promosi. Dengan begitu, kolaborAksi yang digaungkan dalam beberapa tahun terakhir ini betul-betul tercapai.
‘’Kami tidak meminta-minta, begging, untuk selalu dibantu biaya promosi. Tapi, devisa negara dari 13 juta lebih wisman yang datang tahun lalu, ada kontribusi dari operator tur inbound di situ. Wisatawan asing datang tidak hanya lewat online travel agents (OTA). Ada grup-grup seri yang ditangani oleh operator-operator tur besar seperti Panorama, Pacto, Aneka Kartika, Triuma, Marintur, Pegasus, TUI dan lain-lain. Operator tur yang lebih kecil saja bisa melayani lebih dari 4000 wisatawan dalam setahun,’’ ujar Paul.
Operator tur inbound yang aktif di Indonesia saat ini diperkirakan lebih dari 200 perusahaan. Anggota IINTOA sendiri meliputi 133 biro perjalanan wisata (BPW) yang tersebar di 10 daerah, yakni DPD Sumatera, Jakarta dan Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah dan D.I Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB dan NTT.
Pada kesempatan lain, Paul mengatakan bahwa capaian 13,90 juta wisman ke Indonesia tahun 2024 sudah sesuai target. Apalagi mengingat konektivitas langsung dari negara-negara asal wisatawan ke Indonesia sangat kurang.
‘’Dengan keadaan infrastruktur serta kondisi pemasaran dan promosi pariwisata Indonesia seperti sekarang, kami masih optimis hasilnya bisa naik. Saya memperkirakan bisa meningkat antara 15 persen sampai 20 persen. Indonesia tetap merupakan daya tarik bagi wisatawan dunia. Jikalau kita lebih gencar lagi berpromosi, national air carrier kita, Garuda Indonesia, serta maskapai-maskapai penerbangan nasional seperti grup Lion Air dan lain-lain bisa lebih go international lagi, hasilnya pasti bisa lebih besar. Kita mungkin bisa mencapai kenaikan sampai 30 persen,’’ tambahnya.
Tidak ada salahnya pemerintah melihat kembali apa yang pernah dikerjakan untuk kemudian disesuaikan dengan strategi pemasaran yang berkelanjutan. Karena untuk menarik wisatawan berkualitas pun memerlukan pemasaran yang efektif. ***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Vietnam menjadi sumber pasar potensial wisatawan mancanegara (wisman) dari ASEAN bagi Indonesia pascapandemi. Pertumbuhan jumlah kunjungannya cukup signifikan. Pada tahun 2022, jumlah wisatawan asal Vietnam sebanyak 68.067. Pada tahun 2023, jumlahnnya meningkat menjadi 121.879 wisatawan, atau naik 79 persen. Angka tersebut [more]
Tourism for Us – Indonesia hadir di Internationale Tourismus Borse (ITB) Berlin 2024 dengan kekuatan penuh. Pameran pariwisata terbesar di dunia itu telah berlangsung pada 5 hingga 7 Maret 2024 di Berlin Expo Center, Messe Berlin, Jerman. Dan sebanyak 93 pelaku industri pariwisata memenuhi paviliun [more]
Tourism for Us – Capaian pariwisata Indonesia pada 2022 melampaui target. Setelah penanganan krisis pandemi yang baik, pelonggaran syarat perjalanan dan fasilitasi perjalanan internasional menjadi kunci berikutnya untuk memulihkan sektor pariwisata.
Pemerintah menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sebanyak 3,5 juta hingga 7,4 juta pada tahun 2023. Dengan nilai devisa pariwisata mencapai 2,07-5,95 miliar dolar AS.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukan jumlah wisman sudah mencapai 3,92 juta orang sampai dengan Oktober 2022. Jumlah ini telah melebihi target optimis tahun 2022 sebanyak 3,6 juta wisman. Devisa pariwisata mencapai 4,26 miliar dolar AS hingga triwulan ketiga 2022, atau meningkat 10 kali lipat daripada tahun lalu. Kontribusi devisa dari kunjungan wisman tersebut juga telah melampaui target devisa tahun ini sebesar 1,7 miliar dolar AS.
Jumlah perjalanan wisatawan Nusantara (wisnus) pada 2022 tidak kalah fantastis. Perjalanan wisnus di dalam negeri diperkirakan mendekati 800 juta hingga akhir tahun. Oleh karena itu, pemerintah optimis menargetkan jumlah perjalanan wisnus mampu mencapai 1,2 hingga 1,4 miliar pergerakan pada tahun 2023.
Kontribusi PDB dari sektor pariwisata diestimasi mencapai 3,6% pada 2022, atau naik 1,2 poin daripada tahun lalu. Dan pada tahun 2023, nilai kontribusi PDB pariwisata diproyeksikan mencapai 4,1 persen.
Pergerakan wisnus yang semakin meningkat juga kedatangan wisman yang semakin ramai sejak pertengahan Februari 2022 telah menyerap kembali tenaga kerja. Penyerapan tenaga kerja di sektor pariwisata diharapkan dapat mencapai 22,89 juta orang tahun ini. Dan pada tahun 2023 ditargetkan dapat menyerap 22,4 juta tenaga kerja pariwisata dan 22,59 juta tenaga kerja di sektor ekonomi kreatif.
‘’Seluruh program kerja strategis Kemenparekraf sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024,’’ ujar Sandiaga Salahuddin Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf), saat Jumpa Pers Akhir Tahun 2022 (JPAT) di Balairung Soesilo Soedarman, Jakarta, Senin (26/12/2022).
Famtrip untuk pasar India pada bulan Agustus 2022.(Foto: Birkompublik Kemenparekraf)
Rencana langkah pemasaran pariwisata Indonesia 2023
Event tampaknya akan menjadi kunci pemerintah memasarkan pariwisata Indonesia pada 2023. Dalam kerangka Event-based Recovery pemerintah akan menyokong total 137 event terdiri dari 37 event sport tourism, 38 event musik dan kreatif, 49 MICE, dan 13 event minat khusus.
Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf/Baparekraf Ni Made Ayu Marthini memaparkan di Rapat Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreratif 2022 (Rakornas) pada pertengahan bulan Desember ini, pemasaran Wonderful Indonesia pada 2023 akan dilakukan dengan mengikuti eksibisi/pameran, perjalanan pengenalan (familiarization trip/famtrip), misi penjualan (sales mission) dan promosi bersama (joint promotion).
Pemerintah, menurut rencana, akan mengikuti 10 eksibisi di Malaysia, Jepang, India, Jerman, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Amerika Serikat, Inggris, dan Paris, Perancis. Serta menggelar Wonderful Indonesia Tourism and Creative Expo 2023 pada bulan Juli 2023 di Jakarta.
Kemudian, menggelar 11 famtrip dengan menyasar pasar Cina, Hongkong, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Australia, Oceania, Inggris, Perancis, Amerika Serikat, Mesir, Kuwait, Rusia, dan Arab Saudi.
Selain itu, misi penjualan akan dilakukan sebanyak dua kali di Australia dan Selandia Baru.
Lalu, 11 promosi bersama dengan mitra-mitra di pasar Cina, Australia, Selandia Baru, India, Inggris, Perancis, Jerman, Rusia, Belanda, Arab Saudi, Amerika Serikat dan Kanada.
Strategi pemasaran BAS, DOT dan POSE akan diaktifkan lagi. Strategi mungkin akan dilakukan dengan penyesuaian-penyesuaian terhadap kondisi yang ada.
Branding, Advertising dan Selling (BAS) akan dilakukan dengan memperkuat branding Wonderful Indonesia dan Pesona Indonesia; penempatan iklan dan produk wisata di berbagai media; dan soft dan hard selling dengan berbagai pendekatan.
Destination, Origination dan Time (DOT) akan dilakukan dengan melihat kecocokan destinasi dengan karakteristik wisatawan; melakukan market intelligence dan penalaahan mendalam di pasar originasi; sinkronisasi antara waktu liburan dengan event atau festival di destinasi Indonesia.
Kemenparekraf akan memanfaatkan semua media yang ada yakni Paid Media, Own Media, Social Media, dan Endorser (POSE). Paid Media akan menggunakan media di originasi dan destinasi untuk menciptakan awareness; Own Media akan digunakan sebagai media informasi destinasi; Social Media sebagai sarana untuk menciptakan keterikatan dengan pasar; dan Endorser melalui publik figur.
Sampai dengan saat ini, Kemenparekraf telah menjalin co-branding dengan 75 mitra. Mereka ini telah menandatangani Nota Kesepahaman dengan pemerintah. Selain itu, ada 14 mitra co-branding tambahan yang tengah dalam tahap penjajakan, termasuk maskapai penerbangan.
Sejumlah kerja sama terpadu juga dilakukan dengan maskapai-maskapai penerbangan dan agen-agen perjalanan di beberapa negara seperti Australia, Malaysia, India, Jepang, Amerika Serikat, negara-negara Timur Tengah dan beberapa negara Eropa. Ini dilakukan untuk menarik wisman ke Indonesia.
Sedangkan untuk pemasaran desa wisata, sebanyak 3.620 desa wisata telah bergabung dengan Jejaring Desa Wisata (Jadesta), sebuah jaringan sistem informasi desa wisata. Jaringan informasi ini membantu publik mencari desa-desa wisata yang bisa dikunjungi. Pemerintah menargetkan 7.500 desa wisata bergabung di Jadesta dalam dua tahun ke depan. Dan Anugerah Desa Wisata (ADWI) akan tetap dilakukan untuk menjaring desa-desa wisata di seluruh Indonesia.
Komitmen pimpinan daerah terhadap pembangunan parekraf
Sebelumnya, dalam paparan Menparekraf di Rakornas di Jakarta, Kamis (15/12/2022), disebutkan, Kemenparekraf berinisiatif menumbuhkan urgensi pembangunan ekosistem kepariwisataan dan peran pemerintah daerah (pemda). Hal ini dilakukan guna memperbaiki Indeks Kepariwisataan Nasional (IPKN). IPKN merujuk pada Travel & Tourism Development Index (TTDI) World Economic Forum (WEF).
Komitmen pimpinan pemerintah daerah menjadi penting agar pembangunan kepariwisataan di daerah dapat berjalan dengan baik. Dari situ, pemda dan pemangku kepentingan pariwisata lainnya di daerah diharapkan terus melakukan perbaikan-perbaikan melaluil inovasi-inovasi pada indikator-indikator yang memiliki nilai rendah dengan tetap mempertahankan capaian indikator yang sudah baik. Dan pemda berkolaborasi dengan Kemenparekraf terkait kemajuan perbaikan atas indikator penilaian IPKN.***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Selama akhir pekan pada 4-6 November 2022, Cebu Pacific menerbangkan 20 jurnalis dari Manila ke Bali untuk merasakan kekayaan budaya, pemandangan indah, dan makanan lezat di berbagai destinasi di Pulau Dewata. Ini dilakukan dalam kemitraan dengan Aneka Kartika Tours & Travel [more]
Tourism for Us – Enam sellers dari Indonesia yang berpartisipasi di International Travel Show 2022 (ITS) sumringah di tengah musim gugur di kota New York. Buyers dari Amerika Serikat maupun internasional, pun warga New York, yang datang ke paviliun Wonderful Indonesia memberikan respon positif dan [more]
Tahukah Anda? Kerap kali para pelaku pariwisata mikro membuat kami terpukau dengan kualitas layanan atau level of service yang mereka berikan kepada para penikmat wisata di Indonesia. Pengalaman ini kami rasakan sendiri di tempat-tempat makan, daya tarik wisata hingga beragam aktivitas.
Kami berterima kasih dan mengapresiasi para pelaku pariwisata mikro di berbagai daerah yang telah memberi pengalaman-pengalaman autentik ke-Indonesia-an kepada para pelancong baik dalam maupun luar negeri. Dari Anda semua, para pelaku pariwisata mikro, kami belajar memahami jati diri dan negeri kami sendiri.
Oleh karena itu, kami, The J-Team, akan mendukung dan mengangkat pariwisata mikro di berbagai destinasi Indonesia melalui portal Tourism for Us. Kami menyediakan ruang bagi para wirausahawan lokal dapat secara global mengekspos profil usaha mikro dan produknya untuk bertemu dengan calon pembeli yang cocok di portal ini. Sehingga usaha maupun produk dari para pelaku pariwisata mikro dapat masuk ke dalam ekosistem industri perjalanan dan pariwisata.
Lalu bagaimana kita akan melakukannya? Silakan kunjungi atau hubungi kami dengan mengirimkan surel (email) ke admin@tourismforus.com . Atau bisa juga kirim pesan Whatsapp ke 0822 97372938.***(Admin)
Tourism for Us – Dalam hal jasa pariwisata, manusia ingin bertemu dengan manusia lain. Pada dasarnya, manusia ingin dilayani oleh manusia juga. Manusia dapat diyakinkan oleh lawan bicaranya yang juga manusia bahwa sebuah produk, sebuah destinasi wisata, itu masih ada. Oleh karenanya, pertemuan antarmanusia tetap [more]