Tag: pemasaran pariwisata

PARIWISATA TUMBUH POSITIF, PEMPROV INGIN DATANGKAN LEBIH BANYAK WISATAWAN KE JAWA BARAT

PARIWISATA TUMBUH POSITIF, PEMPROV INGIN DATANGKAN LEBIH BANYAK WISATAWAN KE JAWA BARAT

Tourism for Us – Pertumbuhan pariwisata di Jawa Barat menunjukkan tren positif, pemerintah provinsi berkomitmen untuk meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung. Untuk mencapai tujuan ini, kolaborasi dengan pemangku kepentingan untuk promosi ke luar daerah dan luar negeri akan diperkuat. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) [more]

KOMITMEN DAN STRATEGI IINTOA MENINGKATKAN KUNJUNGAN WISMAN KE INDONESIA

KOMITMEN DAN STRATEGI IINTOA MENINGKATKAN KUNJUNGAN WISMAN KE INDONESIA

Tourism for Us – Asosiasi operator tur inbound, Indonesia Inbound Tour Operators Association (IINTOA), berkomitmen untuk terus meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia. Anggotanya tidak pernah berhenti memasarkan dan mempromosikan pariwisata Indonesia. Badan Pusat Statistik (BPS) merilis jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia [more]

KUNJUNGAN WISATAWAN VIETNAM TUMBUH SIGNIFIKAN PASCAPANDEMI, IINTOA DAN KEMENPAREKRAF GELAR SALES MISSION DI HANOI DAN HO CHI MINH CITY

KUNJUNGAN WISATAWAN VIETNAM TUMBUH SIGNIFIKAN PASCAPANDEMI, IINTOA DAN KEMENPAREKRAF GELAR SALES MISSION DI HANOI DAN HO CHI MINH CITY

Tourism for Us – Vietnam menjadi sumber pasar potensial wisatawan mancanegara (wisman) dari ASEAN bagi Indonesia pascapandemi. Pertumbuhan jumlah kunjungannya cukup signifikan. Pada tahun 2022, jumlah wisatawan asal Vietnam sebanyak 68.067.  Pada tahun 2023, jumlahnnya meningkat menjadi 121.879 wisatawan, atau naik 79 persen. Angka tersebut melampaui capaian sebelum pandemi pada tahun 2019 yaitu sebesar 96.024 wisatawan. Dengan masa tinggal rata-rata 5 hari 4 malam, sayangnya, baik wisatawan maupun pelaku pariwisata di Vietnam hanya tahu satu destinasi, Bali.  

Indonesia Sales Mission di Ho Chi Minh City dihadiri oleh Konjen RI Agustaviano Sofjan (kedua dari kanan) dan Chairman Hanoi UNESCO Travel Club Truong Quoc Hung (kanan). Ketum IINTOA Paul Edmundus Tallo (kedua dari kiri) dan perwakilan dari Deputi Pemasaran Regional I Kemenparekraf Faisal Rohman (kiri). (Foto: IINTOA)

Indonesia Inbound Tour Operator Association (IINTOA) melihat Vietnam sebagai pasar potensial. Pascapandemi, salah satu negara di kawasan Indochina ini maju pesat dan kegiatan bisnisnya sudah berjalan pada level yang hampir sama dengan sebelum pandemi.  

Di sisi aksesibilitas, penerbangan langsung dari Vietnam tersedia menuju Jakarta dan Bali. Tetapi, tujuan utama wisatawan Vietnam hanya ke Bali. Setelah ditelusuri, pelaku industri pariwisata di Vietnam kurang mempunyai pengetahuan dan informasi mengenai destinasi-destinasi selain Bali.

Berkaca pada keberhasilan menggelar Sales Mission di Bangkok, Thailand, pada pertengahan tahun lalu, IINTOA menginisiasi Sales Mission di Vietnam pada 26-29 Februari 2024. Sasarannya dua kota terbesar yakni ibukota Hanoi dan Ho Chi Minh City. Inisiasi ini disambut baik oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) yang mendukungnya dengan pengadaan venue dan jamuan makan malam untuk buyers.

‘’Bentuk kolaborasi ini menjadi preseden bagus kerja sama antara pemerintah dan swasta,’’ ujar Paul Edmundus Tallo, Ketua Umum IINTOA.  

Indonesia Sales Mission di Vietnam yang diselenggarakan pada 27 Februari 2024 di Hanoi dan 28 Februari 2024 di Ho Chi Minh City berlangsung sukses. Agenda utamanya adalah Table Top dan kemudian dilanjutkan acara ramah-tamah dalam jamuan makan malam.  

Sales Mission di awal tahun ini diikuti 20 perusahaan terdiri dari 14 operator tur inbound dan 6 hotel dari Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali. Dan IINTOA bekerja sama dengan Hanoi UNESCO Travel Club, salah satu organisasi operator tur/agen perjalanan outbound di Vietnam, untuk mendatangkan buyers di misi penjualan ini.

Undangan untuk menghadiri Indonesia Sales Mission disambut baik oleh anggota dalam jaringan Hanoi UNESCO Travel Club. Misi penjualan di Hanoi dihadiri oleh 56 perusahaan. Dan buyers yang hadir misi penjualan di Ho Chi Minh City sebanyak 70 perusahaan.

Sales Mission di Hanoi juga dihadiri oleh Dubes RI untuk Vietnam Denny Abdi dan Vice Chairman Hanoi UNESCO Travel Club Henry Hue. Sedangkan Sales Mission di Ho Chi Minh City dihadiri oleh Konjen RI Agustaviano Sofjan dan Chairman Hanoi UNESCO Travel Club Truong Quoc Hung.

Jongki Adiyasa, Direktur Nusa Ina Leisure, salah satu seller di Indonesia Sales Mission 2024 di Vietnam mengatakan, tren perjalanan wisatawan Vietnam tergantung dari apa yang kita tawarkan kepada mereka: mau melihat apa, mau melakukan apa selama berada di Indonesia. 

Karena penerbangan langsung dari Vietnam ke Bali dan Jakarta sudah tersedia, jadi sekarang bagaimana pelaku pariwisata di Indonesia bisa membawa mereka melanjutkan perjalanan ke Yogyakarta dan bahkan hingga Surabaya.

‘’Lama tinggal wisatawan Vietnam rata-rata 5 hari 4 malam. Ini yang hendak diupayakan oleh IINTOA, memperlama masa tinggal wisatawan Vietnam menjadi 7 hari 6 malam. Dengan melihat lama tinggal mereka di sini, kita juga bisa menarik mereka sampai ke Lombok dan Komodo. Tampaknya mereka masih OK ke Lombok tapi belum bisa sampai ke Komodo,’’ terang Jongki.  

Seller lainnya Monas Tjahjono, Managing Director Monas Tours & Travel, dari Surabaya, mengakui, buyers Vietnam yang hadir secara umum tidak tahu destinasi-destinasi lain di Indonesia kecuali Bali.

‘’Di Sales Mission ini ada sellers dari beberapa daerah ikut seperti dari Yogyakarta, Jakarta, dan Surabaya. Mereka senang sekali. Saya melihat, mereka rupanya juga senang kegiatan semi adventure seperti trekking di Gunung Ijen, Bromo, ke Tumpak Sewu. Itu mereka suka,’’ kata Monas.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (14/3/2024), mengatakan, Vietnam merupakan pasar potensial dengan kenaikan jumlah wisatawan yang sangat signifikan dari tahun 2022-2023.

Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf/Baparekraf Ni Made Ayu Marthini mengatakan, potensi wisman yang didapat dari Indonesia Sales Mission di Hanoi sebanyak 4.186 wisatawan dan 3.593 wisatawan dari Ho Chi Minh City.  

Adapun potensi devisa yang dihasilkan dari misi penjulan di Hanoi sebesar 389.066 dollar AS atau sekitar Rp 6.030.523.000,00. Dan 874.452 dollar AS atau sekitar Rp 13.554.006.000,00 dari misi penjualan di Ho Chi Minh City.

IINTOA berpandangan, mempromosikan destinasi Indonesia merupakan tugas utama pemerintah. Sedangkan pelaku industri seperti halnya anggota IINTOA bertugas mempromosikan paket-paket wisata yang di dalamnya sekaligus mempromosikan destinasi wisata sesuai paket tur yang dijual.

Sedangkan pihak hotel dan restoran serta yang lainnya mempromosikan produk usahanya serta mempromosikan destinasi wisata hanya sesuai dengan hotel atau restoran itu berada.

‘’Sekarang tantangannya adalah kita harus mempromosikan destinasi dengan baik dan benar,’’ tambah Jongki.

Kegiatan Table Top yang diinisiasi dan diorganisasikan oleh IINTOA di Vietnam bulan lalu merupakan langkah lanjutan dari keberhasilan Table Top IINTOA di Bangkok, Thailand pada 27-30 Agustus 2023. Dan asosiasi inbound tour operator di Indonesia ini akan menjadikan kegiatan tersebut sebagai agenda rutin dalam upaya menjemput wisman. ***(Yun Damayanti) 

INDONESIA ANGKAT REGREENERATIVE TOURISM DI ITB BERLIN 2024, TARGETKAN 330 RIBU WISMAN

INDONESIA ANGKAT REGREENERATIVE TOURISM DI ITB BERLIN 2024, TARGETKAN 330 RIBU WISMAN

Tourism for Us – Indonesia hadir di Internationale Tourismus Borse (ITB) Berlin 2024 dengan kekuatan penuh. Pameran pariwisata terbesar di dunia itu telah berlangsung pada 5 hingga 7 Maret 2024 di Berlin Expo Center, Messe Berlin, Jerman. Dan sebanyak 93 pelaku industri pariwisata memenuhi paviliun [more]

CAPAIAN PARIWISATA INDONESIA 2022 LAMPAUI TARGET, LEBIH OPTIMIS PADA 2023

CAPAIAN PARIWISATA INDONESIA 2022 LAMPAUI TARGET, LEBIH OPTIMIS PADA 2023

Tourism for Us – Capaian pariwisata Indonesia pada 2022 melampaui target. Setelah penanganan krisis pandemi yang baik, pelonggaran syarat perjalanan dan fasilitasi perjalanan internasional menjadi kunci berikutnya untuk memulihkan sektor pariwisata. Pemerintah menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sebanyak 3,5 juta hingga 7,4 juta pada tahun [more]

CEBU PACIFIC DAN ANEKA KARTIKA TOURS & TRAVEL SERVICES MEMIKAT 20 MEDIA FILIPINA BERAKHIR PEKAN DI BALI

CEBU PACIFIC DAN ANEKA KARTIKA TOURS & TRAVEL SERVICES MEMIKAT 20 MEDIA FILIPINA BERAKHIR PEKAN DI BALI

Tourism for Us – Selama akhir pekan pada 4-6 November 2022, Cebu Pacific menerbangkan 20 jurnalis dari Manila ke Bali untuk merasakan kekayaan budaya, pemandangan indah, dan makanan lezat di berbagai destinasi di Pulau Dewata. Ini dilakukan dalam kemitraan dengan Aneka Kartika Tours & Travel Services, inbound operator tur Indonesia, dan beberapa bisnis lokal lainnya.

Famtrip media Filipina oleh Cebu Pacific diikuti 20 jurnalis. Famtrip diorganisasi oleh inbound tour operator Aneka Kartika Tours & Travel Services.(Foto: Aneka Kartika ours & Travel Services)

Cebu Pacific, maskapai terkemuka Filipina, telah meningkatkan layanan antara Manila dan Bali dari 5 kali seminggu menjadi 7 kali seminggu mulai awal Oktober 2022.

Penerbangan Cebu Pacific berkode 5J 279 berangkat dari Manila pada pukul 03.45 waktu setempat dan tiba di Bali pada pukul 07.50 WITA. Penerbangan kembalinya, 5J 280, dijadwalkan berangkat dari Bali pada pukul 08.35 WITA dan mencapai Manila pada pukul 12.45 waktu setempat.

Famtrip kali ini membawa media Filipina merasakan pengalaman short weekend gateway. Dengan lama penerbangan selama empat jam dari Manila, ini merupakan perjalanan yang layak dilakukan untuk berakhir pekan di Bali.  

Selama 3 hari 2 malam, mereka diajak menginap maupun visit ke  akomodasi-akomodasi di tempat-tempat terkenal di area pantai Kuta dan Seminyak yang terkenal dengan fasilitas rekreasi dan hiburan serta pusat budaya Pulau Dewata di Ubud.  

Di antara perjalanan antarakomodasi, peserta juga mengunjungi Batuan Temple, Pura Saraswati di Pura Saren Ubud, dan berkeliling di sekitar Ubud Square. Kemudian mengunjungi Taman Ayun, pura milik kerajaan, dan Tanah Lot. Tempat-tempat terkenal dan ikonik itu menyampaikan cerita baru setelah tidak dikunjungi oleh wisatawan selama dua tahun.

Persinggahan pertama setelah mendarat di Bali adalah Adhi Jaya Hotel. Di sini peserta famtrip sarapan lalu dilanjutkan dengan hotel visit. Lokasi hotel berada di dekat Pantai Kuta, Waterbom Bali, Discovery Shopping Mall – area perbelanjaan kelas atas-, dan kehidupan malam. Interior kontemporernya memiliki sentuhan pesona Bali.

Pada malam pertama di Bali, media Filipina menginap di The Royal Pita Maha untuk pengalaman tinggal di resor mewah yang dimiliki oleh keluarga Kerajaan Ubud.

Resor ini memiliki koleksi vila dengan kolam renang pribadi dan fasilitas pendukung yang menghadap ke Sungai Ayung yang menyajikan keindahan tak lekang oleh waktu. Ini adalah surga bagi mereka yang ingin menyegarkan pikiran, tubuh, dan jiwa.

Masih di area resor, Taman Dedari adalah daya tarik wisata baru di Ubud. Taman ini dilengkapi dengan restoran yang buka untuk makan siang dan makan malam. Restoran menyajikan makanan Bali, Indonesia, dan Barat. Di sini peserta famtrip dijamu dengan makan malam bergaya bangsawan Ubud (rajalaya style dinner). Dari sini pengunjung dapat menikmati pemandangan sunset terbaik di Sungai Ayung dan Ubud. Dan patung 49 Malaikat sebagai pemandangan latar belakang restoran menambah keindahan sekitarnya.

Ubud tidak hanya menawarkan pengalaman klasik tetapi juga kontemporer. Peserta famtrip lalu diajak hotel visit ke The Samaya Ubud, sebuah resor vila butik kontemporer Bali yang disajikan dengan luar biasa dan lengkap. Lokasinya berada di Desa Sayan, 15 menit ke arah utara Ubud.

Ada berbagai vila mewah yang memiliki satu, dua dan tiga kamar tidur. Dikelilingi sawah terasering dan hutan, hotel ini menawarkan pengalaman Bali modern yang megah bagi para tamu.

Dua restoran di The Samaya Ubud menawarkan pengalaman’lebih dari sekedar bersantap’. Scene Restaurant yang terletak di tingkat paling atas resor menghadap ke lereng bukit dan sawah yang hijau. Di dek restoran Swept Away pengunjung akan merasakan berada dekat sekali dari sungai.

The Semaya juga memiliki properti di kawasan Seminyak. The Samaya Seminyak hanya beberapa langkah dari pantai Seminyak dan Petitenget.

Di resor tepi pantai ini para tamu dapat memilih vila baik di sisi pantai atau di Royal Courtyard di seberang jalan. The Breeze, restoran di dalam resor yang berada di tepi pantai menawarkan pengalaman bersantap yang indah dengan pemandangan matahari terbenam yang spektakuler.

Pada hari terakhir di Bali, peserta famtrip media kembali ke area Kuta. Kali ini Peserta famtrip diperkenalkan dengan resor tepi pantai lainnya, The Patra Bali Resort and Villas. Di resor bintang 5 itu peserta diajak merasakan menginap di akomodasi yang kerap kali menjadi tuan rumah bagi para elit dan pejabat.

Sebelumya, Aneka Kartika Tours & Travel Services juga mengorganisasi famtrip media bersama dengan mitranya di Filipina dan maskapai Cebu Pacific. Kedua famtrip diselenggarakan secara mandiri. Rencana perjalanan pengenalan disusun dan dikemas bersama dengan melihat target pasar dan media yang akan menyampaikannya. Ini termasuk pemilihan akomodasi, daya tarik wisata dan pengalaman yang hendak diangkat kepada publik.

Dengan membawa jurnalis dari media-media terkemuka di Filipina dalam perjalanan pengenalan (familiarization trip/famtrip) diharapkan dapat mengundang lebih banyak wisatawan dari Filipina untuk datang dan menjelajahi apa yang Bali tawarkan. Hasilnya? ‘’It works,’’ ujar Adjie Wahjono dari Aneka Kartika Tours & Travel Services. Dan memang, wisatawan dari Filipina yang berlibur ke Pula Dewata terus bertambah.***(Yun Damayanti) 

INTERNATIONAL TRAVEL SHOW 2022: WARGA AS GEMBIRA BISA LIBURAN LAGI KE INDONESIA

INTERNATIONAL TRAVEL SHOW 2022: WARGA AS GEMBIRA BISA LIBURAN LAGI KE INDONESIA

Tourism for Us – Enam sellers dari Indonesia yang berpartisipasi di International Travel Show 2022 (ITS) sumringah di tengah musim gugur di kota New York. Buyers dari Amerika Serikat maupun internasional, pun warga New York, yang datang ke paviliun Wonderful Indonesia memberikan respon positif dan [more]

APRESIASI THE J-TEAM UNTUK PARIWISATA MIKRO

APRESIASI THE J-TEAM UNTUK PARIWISATA MIKRO

Tahukah Anda? Kerap kali para pelaku pariwisata mikro membuat kami terpukau dengan kualitas layanan atau level of service yang mereka berikan kepada para penikmat wisata di Indonesia. Pengalaman ini kami rasakan sendiri di tempat-tempat makan, daya tarik wisata hingga beragam aktivitas. Kami berterima kasih dan [more]

‘HUMAN TOUCH’ DALAM PEMULIHAN PARIWISATA PASCA PANDEMI

‘HUMAN TOUCH’ DALAM PEMULIHAN PARIWISATA PASCA PANDEMI

Tourism for Us – Dalam hal jasa pariwisata, manusia ingin bertemu dengan manusia lain. Pada dasarnya, manusia ingin dilayani oleh manusia juga. Manusia dapat diyakinkan oleh lawan bicaranya yang juga manusia bahwa sebuah produk, sebuah destinasi wisata, itu masih ada. Oleh karenanya, pertemuan antarmanusia tetap dibutuhkan, tidak hanya digitalisasi.

Dalam salah satu diskusi panel perayaan World Tourism Day 2022 di Bali, Menteri Pariwisata Saudi Arabia menyampaikan, pariwisata harus dibangkitkan dan modal yang paling penting adalah human touch dan connectivity. Menteri Pariwisata Saudi Arabia juga menekankan, human touch tidak kalah penting dibandingkan digitalisasi. Digitalisasi pun bukan segala-galanya. Dan memang seharusnya demikian.

Paul Edmundus Tallo, Ketua Umum Indonesia Inbound Tour Operators Association (IINTOA), pernah melakukan riset untuk desertasinya dan menemukan, faktor human touch dalam kegiatan layanan termasuk pemasaran pariwisata sangatlah penting.

Paul mencontohkan, India negara yang penduduknya paling mahir IT masih membutuhkan pameran-pameran pariwisata besar di antaranya SATTE.  Pameran itu mempertemukan para pelaku pariwisata di India dengan sebanyak-banyaknya pelaku pariwisata dari seluruh dunia.

Begitu pula dengan Arabian Travel Mart (ATM) Dubai, WTM London, ITB Asia di Singapura dan lain-lain. Mereka tetap mengedepankan human touch, pertemuan antarmanusia, untuk memasarkan destinasi dan produk-produk pariwisata di negaranya maupun di kawasan. Sementara pada saat bersamaan, teknologi terkini digunakan dalam penyelenggaraan eventnya dan pemasaran digitalnya tetap berjalan.

IINTOA berharap, pemerintah lebih meningkatkan dana promosi pariwisata, hadir kembali di pasar-pasar pariwisata internasional dan membawa lebih banyak pelaku industri pariwisata dari Indonesia. Para pelaku industri pariwisata itu antara lain, hotel, operator tur, dive shops/operators, operator transportasi, taman rekreasi, spa, pusat belanja atau oleh-oleh dan lain-lain.

Posisi mereka ini sama dengan para pengusaha eksportir barang, hanya produknya berupa jasa pelayanan wisata. Mereka itu marketers dan salesmen yang menjual destinasi Indonesia.

Di pertemuan tatap muka, di pameran atau pasar pariwisata, para operator tersebut yang mampu meyakinkan tour wholesalers dan tour operators dunia bahwa pariwisata Indonesia masih ada dan hidup. Mereka yang akan mengkonversi potensi keindahan alam dan budaya Nusantara menjadi transaksi perdagangan yang akan menyumbangkan devisa bagi negara.

‘’Saya telah bertemu dengan tour operators dari Filipina, Jepang, Thailand, Amerika dan masih banyak lagi sejak 1980 sampai sekarang. Bahwa melalui pertemuan antarmanusia itu maka terjadi kontak, ada trust, lalu ada bisnis pariwisata. Memang ada juga yang melalui koresponden tetapi itu lebih kecil kemungkinannya,’’ ujar Paul.

Kemudian, seperti halnya menjual barang, biaya terbesar menjual jasa wisata adalah untuk pemasaran. Karena pemasaran mesti dilakukan secara berkesinambungan. Di dalam negeri saja pelaku pariwisata membutuhkan media tatap muka, membangun jejaring bisnis baru lagi dan mengalami langsung destinasi pasca pandemi. Apalagi untuk menggapai pasar dan mitra-mitra kerja di luar negeri. Dukungan terhadap mereka juga berarti memastikan national branding Wonderful Indonesia terpasarkan secara berkelanjutan di sumber pasar.

Negara membutuhkan foreign exchange dari pariwisata yang masuk ke Indonesia (inbound). Sementara, perjalanan outbound orang Indonesia tidak mungkin dihentikan (outbound adalah perjalanan keluar negeri; dalam perdagangan pariwisata, outbound adalah impor, red.).

Bagaimanapun, untuk mendapatkan wisatawan berkualitas yang diinginkan tetap membutuhkan upaya-upaya pemasaran yang juga berkualitas dan berkesinambungan. Dan untuk menahan outbound, kita mesti menyadari bahwa wisatawan Nusantara sangat sensitif dengan harga dan mulai mempedulikan kualitas layanan dan infrastruktur di daerah tujuan.

Pulau Pelangi,Kepulauan Seribu,jadi tujuan post tour AJTM 2022.(Foto: Iwan Wahyudi)

ASITA Jakarta Travel Mart 2022: Full Offline

Pameran dan pasar pariwisata baik di dalam negeri maupun di kawasan regional dan internasional kembali marak. Banyak dari pameran dan pasar pariwisata itu diselenggarakan secara offline. Dengan demikian, buyers yang datang mengalami sendiri sejauh mana destinasi siap dikunjungi dan membangun ulang jejaring bisnis.

ASITA Jakarta Travel Mart (AJTM) merupakan salah satu pasar pariwisata yang digelar pada bulan September lalu. AJTM tahun ini diselenggarakan pada 29-30 September 2022 dan dilakukan full offline.

Panitia mencatat, 58 sellers dan 122 buyers mengikuti program travel exchange AJTM 2022 pada 29 September 2022 di Swiss-Belinn Kemayoran. Animo sellers maupun buyers langsung meningkat begitu mengetahui pasar pariwisata B-to-B di Jakarta ini dilakukan tatap muka. AJTM dilakukan secara online selama dua tahun karena pandemi.

Sellers datang dari Jakarta dan daerah-daerah lain seperti dari Bintan, Kepulauan Riau; Batu dan Jember, Jawa Timur; Ciamis, Jawa Barat; Sumba, Nusa Tenggara Timur; Bali dan lain-lain.

Tahun ini untuk pertama kalinya sesi B-to-B AJTM diikuti oleh seller dari luar negeri yakni perwakilan dari Tourism Dubai kantor Jakarta. Tidak hanya itu, seorang agen perjalanan dari Turki datang sebagai buyer.

Pada 30 September 2022, peserta AJTM mengikuti program post tour ke Pulau Pelangi, Kepulauan Seribu. Selain memperkenalkan pulau, peserta juga diperlihatkan sarana penyeberangan baru di kawasan Pluit untuk menuju kawasan wisata kepulauan di Teluk Jakarta.

Perwakilan dari Bintan Resort menyatakan senang sekali AJTM hadir lagi sehingga mereka bisa mempromosikan produk-produk barunya selepas pandemi.

‘’Di AJTM dan dengan networking-nya yang berada di Jakarta dan sekitarnya, kami berharap bisa meningkatkan kunjungan ke Jawa Timur. Tourism will never die. Pariwisata tidak hanya di generasi kita tetapi juga sampai generasi mendatang,’’ ujar Kuswadi Rawit dari Batu Internasional Wisata, salah satu seller dari Jawa Timur.

Sellers lainnya, Iwan Wahyudi dari Kancra Kayaking bersama Badan Promosi Pariwisata Ciamis memperkenalkan destinasi wisata alam dan historis yang ada di kabupaten ini.

‘’Kami datang untuk bertemu dengan mitra-mitra bisnis di Jakarta yang nantinya akan mempromosikan Ciamis. Kami menawarkan wisata-wisata yang ramah lingkungan. Dan Ciamis potensial untuk wisata alam dan sejarah,’’ kata Iwan.

‘’Kita banyak lost contact selama pandemi. Baik itu hotel, tour operators. Dengan adanya AJTM sangat membantu kita. Event semacam ini menjadi media bagi kita buat networking lagi dan mengetahui kondisi mitra-mitra kita yang lost contact tadi. Apa ada perubahan manajemen, siapa sales-nya dan lain sebagainya,’’ tutur Reza dari Royalti Travel, seorang buyer dari Jakarta.

Suhail Siddikui dari Satguru Travel Istanbul, Turki, satu-satunya buyer internasional di AJTM 2022 mengakui, Indonesia is a hot topic discussion in Istanbul.

’They want to go to Bali, to Jakarta, so I will promote it for you, guys. But of course, you have to promote yourself,’’ kata Suhail.

Terkait anggaran untuk pariwisata nasional yang dikurangi, menurut Iwan, itu pasti akan berpengaruh pada promosi pariwisata nasional. Dan anggaran promosi pariwisata nasional yang dikurangi itu kontradiktif dengan upaya-upaya yang dilakukan untuk memulihkan pariwisata pasca pandemi.***(Yun Damayanti) 

SOIREE BORNEO: MEMBAWA AGEN PERJALANAN DI PERANCIS MERASAKAN PENGALAMAN KALIMANTAN BARAT

SOIREE BORNEO: MEMBAWA AGEN PERJALANAN DI PERANCIS MERASAKAN PENGALAMAN KALIMANTAN BARAT

Tourism for Us – Sebanyak 70 agen perjalanan di Perancis ingin mengirim tamu-tamunya ke Kalimantan Barat. Mereka terkesan dengan keindahan alam, keragaman festival-festival budaya juga gastronominya. Ini terjadi setelah mereka mengikuti presentasi pariwisata di provinsi Seribu Sungai, Kamis (22/9/2022), di House of Indonesia, Paris. Pemerintah [more]