Tourism for Us – Seiring dengan pemerintah Tiongkok melonggarkan kebijakan perbatasannya, warga Tiongkok semakin leluasa bepergian keluar negeri. Indonesia menanggapinya dengan menggelar Sales Mission (misi penjualan) di Guangzhou dan Shenzhen serta perjalanan pengenalan (familiarization trip/famtrip) bagi media Tiongkok selama bulan April 2023. Tiongkok merupakan salah [more]
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1444 H. Senja Ramadhan beranjak pergi, berganti fajar syawal di pagi hari. Membawa cahaya kedamaian di penghujung Ramadhan. Menebar berkah di hari kemenangan. Di hari nan fitri, kami mohon maaf lahir dan batin.
Tourism for Us – Kampoeng Heritage Kajoetangan siap mengajak setiap pengunjung menyusuri cerita tentang Kota Malang sejak 13 abad silam.
Salah satu spot ikonik di Kampoeng Heritage Kajoetangan, Kota Malang. (Foto: Adjie Wahjono)
Suasana kota lama langsung terasa begitu memasuki Kampoeng Heritage Kajoetangan. Kampung ini merupakan kawasan pemukiman lama tidak jauh dari Balaikota dan Alun-alun Kota Malang sekarang. Kawasan pemukiman lama itu diperkirakan sudah berdiri sejak abad ke-13.
Pengunjung bisa menemukan jejak-jejak masa lalu kota di bangunan-bangunan lama berlanggam arsitektur dari zaman kolonial Belanda hingga langgam arsitektur yang lebih muda seperti arsitektur jengki. Tidak sedikit warga yang mempertahankan interior dan perabotan kuno di rumahnya. Hingga akhirnya benda-benda itu kini difungsikan juga menjadi properti bagi pengunjung untuk membuat foto-foto unik.
Setiap daya tarik seperti Rumah Produksi Ontbijtkoek, Makam Mbah Hinggo, Rumah Mbah Ndut, dan Pasar Talun punya ceritanya masing-masing. Setiap cerita merangkum perjalanan Kota Apel dari dulu sampai sekarang.
Selain itu, pengunjung juga bisa memainkan dolanan anak yakni permainan yang biasa dilakukan oleh anak-anak. Generasi Milenial dan Gen Z mungkin tidak mengenal lagi permainan-permainan itu. Tetapi, bagi generasi baby boomers dan Gen X, memainkan lagi permainan-permainan tersebut membangkitkan kenangan masa kanak-kanak yang menyenangkan.
Orkes musik keroncong siap memainkan lagu-lagu kenangan untuk menghibur pengunjung. Di beberapa bagian dinding rumah warga dihiasi mural. Salah satu titik untuk melihatnya berada di mergi lepen yakni di gang-gang sempit yang mengapit sebuah kali kecil berair bersih.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menyambangi Desa Wisata Kampoeng Heritage Kajoetangan, Malang, Jawa Timur, Minggu (16/4/2023). Kunjungan itu dalam rangkaian visitasi 75 desa wisata terpilih di ajang Anugerah Desa Wisata (ADWI) 2023. Menparekraf didampingi oleh Walikota Malang Sutiaji beserta jajaran, dan Direktur Tata Kelola Destinasi Kemenparekraf/Baparekraf Indra Ni Tua.
Dalam kesempatan itu, Menparekraf Sandiaga mengajak pihak swasta, Dulux, sebagai mitra strategis Kemenparekraf untuk memberdayakan tembok-tembok yang ada di Kajoetangan sehingga lebih berwarna dan terhias dengan beragam gambar mural.
Professional Brand and Sustainable Manager PT ICI Paints Indonesia (Dulux) Ria Marfiana menyampaikan terima kasih kepada Kemenparekraf yang telah memberikan kesempatan kepada ICI untuk kembali berkolaborasi. Karena program ADWI 2023 sejalan dengan misi ICI untuk membangun people, planet dan paint di seluruh wilayah Indonesia.
‘’Karena kalau Menparekraf memberi arahan harus bergerak cepat, action selanjutnya adalah kita berkoordinasi dengan pengelola desa tentunya, melakukan survei, dan menghitung kebutuhan di kampung ini. Setelah semuanya siap, kita akan segera laksanakan,’’ ujar Ria.***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Pemerintah memprediksi 123,8 juta orang bergerak pada libur Lebaran 2023. Pergerakan yang utamanya adalah pulang ke kampung halaman itu juga akan mendorong kunjungan ke sejumlah destinasi wisata, terutama di wilayah Pulau Jawa. Hasil survey Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengungkapkan, [more]
Tourism for Us – Dataran tinggi Dieng siap menjadi tuan rumah “DIENG ORIENTEERING RACE 2023-2nd edition, Collaborate Energy Above The Clouds”. Event olahraga petualangan ini akan digelar kembali pada 19-21 Mei 2023 mendatang. Pendaftaran ditutup pada 12 Mei 2023. DIENG ORIENTEERING RACE (DOR) merupakan event [more]
Tourism for Us – Pemerintah akan memperketat pengawasan seiring dengan semakin meningkatnya kecelakaan lalu lintas yang melibatkan bis pariwisata. Menjelang mudik Lebaran 2023, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melakukan ramp check terhadap 16.000 bis pariwisata dan sidak di luar pengecekan tersebut. Selain itu, daftar bis pariwisata yang layak digunakan juga akan diterbitkan. Dan masyarakat dapat mengakses informasi tersebut.
Ilustrasi: Bis Pariwisata (Ist.)
Direktur Sarana Transportasi Jalan Kementerian Perhubungan Danto Restyawan menjelaskan, sebagai upaya memastikan keamanan dan keselamatan berkendara, pihaknya secara rutin melaksanakan ramp check bagi angkutan-angkutan umum khususnya bis pariwisata. Dalam persiapan mudik Lebaran 2023, Ramp check dilakukan dari 27 Februari sampai 13 April 2023. Tahun ini Kemenhub menargetkan 30.000 kendaraan di mana 16.000 di antaranya adalah bis pariwisata.
‘’Ramp check hanya meliputi bagian-bagian saja. Kami berharap, para operator bis dapat melakukan sendiri sisa bagian yang belum dicek. Kami juga akan diam-diam mengadakan sidak di luar ramp check yang dilakukan sekarang. Kami harap, kecelakaan bis pariwisata tahun ini lebih turun daripada tahun-tahun sebelumnya. Atau, bahkan kalau bisa hilang,’’ ujar Danto.
Ditambahkannya, di akhir ramp check tahun ini, Kemenhub akan menerbitkan bis-bis mana saja yang laik dan layak digunakan. Masyarakat bisa melihatnya di spionam.dephub.go.id.
Menurut Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), ada dua karakteristik utama bis pariwisata yang menjadi titik masuk terjadinya kecelakaan. Pertama, rute bis pariwisata tidak diatur. Kedua, waktunya pun tidak diatur.
‘’Pola dan penyebab kecelakaan yang melibatkan bis pariwisata selalu sama dan berulang. Hampir semua penyebab kecelakaannya, kalau tidak pengemudinya mengantuk karena kelelahan karena selama tiga hari dua malam dia terjaga. Atau, dia tidak mengerti jalan, remya blong, masuk jurang,’’ diterangkan oleh Achmad Wildan, Plt. Sub Komite Investigasi Kecelakaan LLAJ KNKT.
Dalam rangka mensosialisasikan keselamatan berlalu lintas dengan moda bis pariwisata, KNKT dan P.T. Jasa Raharja berinisiatif membuat video tentang kiat-kiat memilih bis pariwisata yang layak jalan. Peluncuran video itu dilaksanakan bersamaan dengan ‘’The Weekly Brief With Sandi Uno’’ di Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, Senin (3/4/2023). Peluncuran tersebut dihadiri langsung oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno dan Staf Ahli Kemenparekraf Bidang Manajemen Krisis Fadjar Hutomo.
‘’Video ini berisi sosialisasi bagaimana memilih bis pariwisata yang layak jalan,’’ ujar Fadjar.
‘’Kami membuat video ini karena ternyata masyarakat juga tidak paham bagaimana memilih bis pariwisata yang bagus, bagaimana berwisata yang bijak dengan bis wisata,’’ tambah Wildan.
Berikut rekomendasi dari institusi yang menangani transportasi dan keselamatan transportasi:
Susun rencana perjalanan dengan baik.
Jangan memaksa pengemudi menyetir lebih dari 12 jam.
Jangan biarkan pengemudi tidur di dalam bis. Siapkan ruangan atau kamar bagi pengemudi untuk beristirahat.
Di penghujung weekly press briefing, Menparekraf menegaskan, ‘’Saya menginstruksikan, mohon diperhatikan oleh industri pariwisata, biro perjalanan, tour operator, penyelenggara mudik gratis dan wisatawan untuk memilih bis pariwisata yang telah lulus uji kelaikan, salah satunya melalui ramp check dan itu bisa dicek di spionam.dephub.go.id. Pastikan kendaraan yang akan digunakan dalam kondisi prima untuk mengangkut penumpang.’’
Siapa yang bertanggung jawab mengatur kendaraan wisata?
Selain bis pariwisata, Wildan pun mengingatkan, kendaraan-kendaraan lain yang digunakan di tempat-tempat wisata seperti jip-jip di Merapi tidak ada standarnya.
‘’Kendaraan wisata jip di Merapi tidak ada standarnya. Kami bingung. Kalau ke Kemenhub, katanya bukan. Jip wisata ini kita harus pastikan kendaraannya bagus. Pengemudinya paham. Lintasannya sudah kita audit dan pastikan aman. Muatannya harus pakai apa supaya aman. Jadi ini siapa yang mestinya menetapkan. Kita belum punya ini,’’ kata Wildan.
Jenis-jenis kendaraan wisata darat di Indonesia sudah berkembang lebih cepat melampaui peraturannya. Perlu dipahami, salah satu keunggulan Indonesia sebagai destinasi adalah hampir semua produk perjalanan wisata yang ada di dunia bisa dilakukan di sini. Termasuk pengalaman wisata dengan kendaraan yang ditujukan khusus atau dimanfaaatkan untuk kegiatan rekreasional.
Pelaku industri pariwisata dan yang terkait sudah sangat gercep meng-ATM-kan produk-produk itu. Namun, dalam proses ATM (Amati-Tiru-Modifikasi) tersebut, ketiadaan peraturan yang jelas membuat para operator kendaraan wisata, perusahaan-perusahaan karoseri dan bengkel-bengkel (workshop) merasa kurang nyaman. Baik dalam mengoperasikannya maupun berinovasi untuk mengembangkan ataupun mendiversifikasi produk. Pada saat yang sama, mereka tidak mungkin menolak permintaan dan tren perjalanan yang sedang terjadi.
Dalam hal ini pemerintah harus lebih cepat tanggap melihat dan mengikuti perkembangan produk-produk perjalanan yang terjadi di dalam negeri maupun di mancanegara agar dapat segera mengaturnya. Satu di antara sekian banyak komponen membangun destinasi berkualitas adalah tersedia peraturan yang jelas dan dipatuhi serta mengikat seluruh pemangku kepentingan yang terlibat di dalamnya.***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Air New Zealand mengoperasikan kembali rute Auckland-Denpasar mulai 29 Maret 2023. Pada penerbagan pertamanya maskapai ini mengangkut 255 penumpang. Air New Zealand mengoperasikan armada pesawat berbadan lebar Boeing 787-9 Dreamliner berkapasitas 302 kursi untuk melayani rute Auckland-Denpasar,. Rute ini dilayani sebanyak [more]
Tourism for Us – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) meluncurkan E-Booklet ‘’Mudik Jelajah Masjid #DiIndonesiaAja’’ dalam rangka menyambut musim mudik dan libur Lebaran 2023. Peluncuran dilakukan bersamaan dengan ‘’The Weekly Briefing With Sandi Uno’’, Senin (27/3/2023), di Gedung Sapta Pesona, [more]
Tourism for Us – Di Dusun Tayu, Kecamatan Jebus, Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, kita dapat melihat kebun teh beserta tradisinya yang telah berlangsung lebih dari 200 tahun. Tapi, jangan bayangkan berada di hamparan kebun teh hijau nan luas di tengah udara dingin.
Sugia Kam, seorang pegiat teh dan anggota komunitas Heritage of Tionghoa Bangka (HETIKA), bertekad menjaga dan mempromosikan heritage tea bangka. (Foto: dok.Sugia Kam)
Pulau Bangka, satu dari dua pulau utama Provinsi Bangka Belitung, relatif tidak memiliki area pegunungan dengan udara sejuk. Selain itu, tanahnya yang kaya timah bukanlah kondisi ideal untuk bercocok tanam. Maka kita akan takjub mendapati pohon teh yang ditanam di pekarangan rumah warga di dataran rendah.
Dikutip dari nationalgeographic.grid.id, orang-orang Tionghoa yang dahulu datang ke Muntok, sekarang menjadi ibukota Kabupaten Bangka Barat, menanam teh di pekarangan rumahnya untuk keperluan ibadah dan konsumsi pribadi. Kebun-kebun rumahan menyebar ke seluruh Bangka, umumnya di kampung pecinan. Namun sejak tahun 1950-an kebiasaan ini hilang. Orang lebih senang membeli daripada menanam.
Hanya di Dusun Tayu yang masih merawat kebun-kebun teh masa lampau. Kebun-kebun itu dikelola oleh 16 petani. Proses pembuatan tehnya pun masih manual dan tradisional.
Sugia Kam, seorang pegiat teh dan anggota komunitas Heritage of Tionghoa Bangka (HETIKA), menerangkan, teh yang sekarang dikenal sebagai teh tayu itu awalnya dibawa oleh para pekerja tambang timah dari Tiongkok. Mereka akan menanam pohon teh ke manapun ditugaskan untuk melimbang (menambang) timah.
‘’Khususnya di Dusun Tayu, penanaman teh dipelopori oleh seorang tokoh masyarakat di sini. Teh yang dia tanam berhasil. Ketika dia pulang ke Tiongkok dan kembali lagi ke sini, dia bawa lagi bibitnya dan ditanam di Tayu. Melihat itu, masyarakat setempat mengikutinya. Kebun teh di Bangka tidak hanya di Muntok tetapi juga ada di Sungailiat dan Pangkalpinang,’’ ujar Sugia.
Teh tayu merupakan jenis teh hijau (Camelia sinensis). Untuk memperoleh teh berkualitas, daunnya diproses melalui tiga kali penyanggraian. Daun teh disanggrai di dalam kuali besar di atas tungku dengan pengapian dari bahan kayu. Pemrosesannya menghabiskan waktu sekitar satu jam.
Setelah melihat kebun dan pemrosesannya di rumah petani, pelancong dan wisatawan dapat mencicipi rasa teh tayu dan budaya minum tehnya. Masyarakat dusun dan sekitarnya, khususnya peranakan Tionghoa, masih mempraktikan tradisi sajian teh untuk memuja para dewa dan leluhur. Selain itu, budaya minum teh atau yamcha juga masih berlanjut sampai sekarang. Salah satu tempat untuk merasakannya adalah Warung Singgah The Dayang di Dayang Nursery and Garden (DNG).
Perjalanan Sugia melanglang buana mengecap rasa teh di berbagai negara seperti Italia, Singapura, Inggris, Macau, Thailand, dan lainnya memberikan inspirasi. Dia membulatkan tekad untuk membuat kemasan teh yang baik dan membangun suasana tea time khas Bangka di Warung Singgah The Dayang.
Perlu waktu tiga tahun bagi Sugia mendekati para petani supaya mau bekerja sama dengannya. Sampai saat ini, 8 dari 16 petani di Tayu menjadi mitranya. Ia memberikan standar kepada petani agar kualitas teh terjaga. Supaya petani semangat, ia membeli teh mereka dengan harga yang lumayan tinggi per kilogramnya.
DNG sendiri merupakan sebuah kebun percontohan. Kebun ini adalah inisiatif dari Sugia bersama Renita Lestari. Kebunnya berada di lahan orang tua Renita. Melalui Kelompok Dayang Tani, mereka berusaha membantu mensosialisasikan sistem pertanian yang diprogramkan oleh pemerintah. Bahkan sekarang mereka digandeng oleh PT Meroke untuk program CSR, membina petani dalam tanaman hortikultura.
‘’Kami memberlakukan sistem booking untuk tamu-tamu yang mau ke sini. Kami mempromosikan kuliner lokal, teh tayu the heritage tea dan makanan khas kampung di sini. Makannya masih di dalam area kebun. Kebun DNG selain membantu petani juga mempromosikan makanan yang diproduksi oleh UKM lokal,’’ tambah Sugia.
Bangka, Timah dan Teh
Bangka, timah dan teh rupanya terikat hubungan sejarah yang kuat. Timah dari Nusantara dikirim ke Tiongkok untuk digunakan sebagai alat persembahyangan, tungku, alat perang dan pembungkus teh. Kertas timah digunakan sebagai pembungkus agar aroma dan rasa teh tetap kuat. Komoditas teh di Manchuria, Tiongkok, dikirim ke Eropa. Untuk menjaga kualitas teh pada waktu itu maka dibungkus dengan timah.
Budaya minum teh di Bangka juga unik. Budaya minum teh dibawa oleh para pekerja migran dari Tiongkok. Sampai di Bangka, budaya itu dipengaruhi budaya minum teh Eropa yang menyajikan penganan ringan. Lalu budaya Melayu masuk melalui kue-kue tradisionalnya di setiap waktu minum teh. Dan pelancong dan wisatawan yang mencicipinya hari ini tengah merasakan sebuah produk asimilasi budaya berumur lebih dari dua abad.***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – EIGER, merk penyedia perlengkapan kegiatan luar ruang asli asal Indonesia, membuka toko internasional pertamanya di Interlaken, Swiss, pada 15 Maret 2023 lalu. Kota yang diapit dua danau dan berada di kaki Gunung Eiger itu merupakan salah satu tujuan wisatawan dunia menikmati [more]