Tourism for Us – Rasa adalah nilai pertama dari sebuah makanan atau minuman. Dan rasa terbaik dibuat dengan menggunakan bahan-bahan segar dan asli. Kepada semua pengusaha kuliner dunia, chef Guy Savoy dari Village International de la Gastronomie (VIG) mengatakan, kualitas pembuatan makanan harus enak dimakan [more]
Tourism for Us – Pasar pariwisata tahunan Jogja International Travel Mart 2022 berhasil meyakinkan pelaku industri pariwisata mancanegara bahwa selalu ada sesuatu yang baru di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Jogja International Travel Mart (JITM) memasuki penyelenggaraan ketiga belas tahun ini. Pasar pariwisata bertaraf internasional di [more]
Tourism for Us – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) berkolaborasi dengan Netflix dalam upaya memperkuat promosi pariwisata melalui konten dan mengembangkan film di Indonesia.
Kemenparekraf menandatangani MoU dengan Netflix. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat promosi pariwisata Indonesia. (Foto: Birkompublik Kemenparekraf)
Kerja sama antara Kemenparekraf dan Netflix ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman yang dilakukan oleh Plt. Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf Ni Wayan Giri Adnyani dengan Direktur Kebijakan Publik Asia Tenggara Netflix Ruben Hattari.
Penandatanganan itu disaksikan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno dan Wakil Presiden Kebijakan Publik Global Netflix Dean Garfield, Selasa (6/9/2022), di Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta.
Kerja sama mencakup pembuatan ragam konten yang mengangkat potensi pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia. Konten akan berisi destinasi pariwisata, kuliner, produk ekonomi kreatif dan cerita-cerita lokal autentik dari berbagai daerah yang akan membuka jendela dunia untuk Indonesia.
Dalam kerja sama ini, Netflix secara resmi merilis video promosi untuk kampanye Wonderful Indonesia. Video promosi tersebut berisi kompilasi klip dari berbagai konten orisinal Netflix yang menayangkan pemandangan destinasi pariwisata, kuliner, dan produk ekonomi kreatif. Kampanye ini akan dilanjutkan dengan kegiatan aktivasi dan konten daring lainnya untu mendorong minat wisatawan internasional berkunjung ke Indonesia dan wisatawan domestik berwisata di dalam negeri.
Kerja sama diluncurkan tepat setelah pengumuman terbaru dari Netflix terkait sederet film dan serial Indonesia yang akan tayang di platform ini.
Sejumlah tayangan terbaru tersebut adalah ‘’The Big 4’’, film aksi komedi pertama Timo Tjahjanto; serial drama ‘’Gadis Kretek’’ yang diproduseri oleh Shanty Harmayn dengan sutradara Kamila Andini dan Ifa Isfansyah; serial sci-fi thriller ‘’Nightmares and Daydream’’ besutan sutradara Joko Anwar; film coming-of-age berjudul ‘’Dear David’’ karya sutradara Lucky Kuswandi; komedi situasi ‘’Klub Kecanduan Mantan’’ arahan sutradara Salman Aristo; ‘’Hari Ini Kita akan Ceritakan Nanti’’ karya Angga Dwimas Sasongko; serial ‘’Komedi Kacau’’ dari penulis-sutradara Raditya Dika; dan sebuah proyek seru lainnya dari penulis-sutradara Ernest Prakasa.
Menparekraf Sandiaga berharap, melalui kerja sama ini dapat menyajikan data yang bisa dijadikan acuan termasuk konten-konten potensial yang bisa dikembangkan dan disajikan kepada masyarakat luas. Kemenparekraf perlu bekerja sama dengan perusahaan seperti Netflix dan mengarahkan ulang tujuan untuk sepenuhnya menjadi digital.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Presiden Kebijakan Publik Global Netflix Dean Garfield mengatakan, pihaknya optimis kolaborasi dengan Kemenparekraf akan membawa banyak manfaat. Ia pun berharap bisa menghadirkan lebih banyak lagi cerita orisinal Indonesia kepada penonton di dunia internasional.
Sebelumnya, Netflix telah berkolaborasi dengan pemangku kepentingan perfilman di tanah air seperti menghadirkan workshop pengembangan cerita.
‘’Indonesia memang luar biasa. Kita tahu, beberapa storytellers terbaik dunia ada di Indonesia. Kita tahu beberapa tempat terindah di dunia ada di Indonesia. Jadi ini adalah kesempatan untuk menampilkan keduanya. Ini juga merupakan kesempatan bagi kami membangun beberapa kemitraan yang kami miliki di sini,’’ kata Dean.***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Indonesia Outdoor Festival (INDOFEST) 2022 sukses menggaet total 44.951 pengunjung selama empat hari. Event tahunan yang diusung sebagai ‘Lebarannya Anak Outdoor’ telah berlangsung pada 1-4 September 2022 di Hall B Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta. Menurut catatan panitia, pengunjung tidak hanya [more]
Tourism for Us – PT Kereta Api Indonesia (KAI) menawarkan 77.000 tiket promo yang bisa dibeli langsung oleh pengunjung di KAI EXPO pada 17-18 September 2022 di Hall B Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta. Selama EXPO tarif kereta api Kelas Eksekutif ditawarkan mulai dari Rp150.000,00, [more]
Tourism for Us – Jember memang baru memproduksi cerutu setelah Indonesia merdeka. Namun, ekspor tembakau, bahan baku cerutu dunia, dari daerah ini telah berlangsung lebih dari 160 tahun. Mereka tahu maunya para penikmat cerutu.
Oleh karena itu, riset terhadap tanaman tembakau terus dilakukan. Hasil riset menunjukan, tanaman ini ternyata juga punya manfaat-manfaat baik lainnya bagi kehidupan manusia. Kebaikan yang kita tidak sangka-sangka.
Cerutu adalah heritage di Jember, Kota Cerutu Indonesia.(Foto: bincigar.com)
Cigar & Tobacco Heritage Tour
Tembakau Besuki Na Oogst (BNO) masih tumbuh dengan baik di Jember. Kebun-kebunnya diusahakan mulai dari skala besar hingga kecil. Sebagian BNO hidup di bawah naungan waring.
Waring merupakan elemen utama dalam teknologi Tembakau Bawah Naungan (TBN). TBN adalah inovasi yang dikembangkan untuk melindungi tanaman tembakau. Waring dapat membantu mengatur besar kecilnya intensitas cahaya matahari dan menjaganya dari serangan hama. Ini dilakukan agar menghasilkan daun tembakau berkualitas tinggi: warnanya merata, elastis dan tidak mengandung residu pestisida.
Pekerja perempuan dengan telaten merawatnya. Kemudian, setelah musim panen giliran para pekerja lak-laki sibuk mengatur susunan tembakau yang dikeringkan di atak. Mereka memastikan suhu dan kelembaban di dalam atak terjaga.
Atak sendiri merupakan metode pengeringan tembakau tradisional. Atak adalah sebuah bangunan gudang berbentuk segitiga simetris dengan panjang sekitar 25 meter, lebar berkisar 14,5 meter dan tingginya 11 meter. Di dalamnya disekat-sekat menjadi 10 sampai 25 kamar. Daun-daun tembakau yang telah dipilih sebelumnya kemudian digantung di sebilah batang bambu panjang dan dijejerkan di dalam kamar-kamar.
Atak dibangun dari kerangka bambu dan beratap ilalang atau daun tebu. Penggunaan material alami dan banyak tumbuh di sekitar atak punya peran penting menjaga sirkulasi udara, suhu dan kelembaban yang dibutuhkan selama proses pengeringan. Ini adalah proses yang menentukan kualitas produksi tembakau.
Para pekerja perempuan dari Madura adalah legenda hidup dalam heritage cerutu dan tembakau di Jember. Mulai dari kebun tembakau hingga di pabrik-pabrik pembuat cerutu. Kemampuan mereka melihat dan membedakan daun tembakau berkualitas tidak ada yang menandingi. Ketelatenan dan ketelitian mereka saat merawat tanaman tembakau sampai melinting daun tembakau menjadi cerutu layak diacungi jempol. Tuhan memberi berkah bakat alami memahami tanaman tembakau dan menangani produk yang dibuat dari tembakau kepada orang Madura.
George Birnie, seorang pengusaha Belanda keturunan Skotlandia, ialah yang pertama kali mengembangkan perkebunan tembakau Besuki Na Oogst di Jember pada tahun 1850. Dia bersama empat pengusaha lainnya mendirikan NV. Landbouw Maatscapij Out Djember (NV LMOD) di daerah Jenggawah. Mereka mendatangkan pekerja dari Blitar dan Madura untuk bekerja di perkebunan tembakaunya. Tetapi, orang Spanyol yang singgah di Filipina ditengarai yang pertama kali memperkenalkan dan membawa masuk tembakau ke Nusantara.
Tembakau Indonesia menguasai 30% sampai 40% pangsa pasar dunia. Tembakau Indonesia punya kualitas sangat baik untuk pembungkus luar, pembungkus dalam dan pengisi (filler).
Jember merupakan daerah penghasil tembakau cerutu berkualitas dunia yang masih bertahan. Produksinya mencapai delapan hingga sembilan ribu ton per tahun (data tahun 2017) dan 90 persennya diekspor ke berbagai negara. Dalam perkembangannya, kabupaten ini tidak lagi hanya mengekspor bahan baku tembakau saja tetapi juga sudah mengekspornya dalam bentuk cerutu.
Pola perjalanan Cigar & Tobacco Heritage Tour di Jember telah terbentuk. Wisatawan dapat melihat mulai dari perkebunan tembakau, proses pengeringan di atak, kunjungan ke pabrik untuk melihat pembuatan cerutu hand-made, berbelanja cerutu, menikmati cerutu di lounge, dan mengunjungi Museum Tembakau.
Febrian A. Kahar dari BIN Cigar, juga Koordinator Destinasi Wisata Jember (DWJ), mengungkapkan, Jember telah mendeklarasikan diri sebagai Kota Cerutu Indonesia. Cerutu adalah heritage di kota ini.
‘’Di sini, wisatawan dapat melihat perkebunan tembakau, proses pembuatan cerutu sampai menikmati cerutu. Setelah itu, dia bisa bersantap siang dan mengunjungi museum untuk mengetahui sejarahnya,’’ ujar Febrian.
Perkebunan tembakau dengan menggunakan waring di Jember. [Foto; Yun Damayanti]
Arti cerutu dan tembakau bagi Jember
Luas perkebunan tembakau di Jember mencapai 26.000 hektar pada medio 1970-an. Sekarang luasnya tinggal 2.500 hingga 2.600 hektar. Dari kapasitas lahan yang ada, produksi tembakau Jember bisa memenuhi 15% kebutuhan pembuatan cerutu terbaik di dunia.
Total ada empat usaha besar cerutu dan tembakau di Jember yakni Kopkar Kertanegara/PTPN XI, PT Mangli Djaya Raya (MDR), BIN Cigar dan Dwipa Cigar.
Febrian menambahkan, cerutu tidak berbeda halnya dengan anggur (wine).
‘’Cigar semakin panjang umurnya semakin enak. Persis seperti wine. Tembakau ini punya ciri khas. Biasanya, pabrik menyetok daun tembakau selama empat tahun. Karena empat tahun waktu yang ideal untuk mematangkan material yang difermentasi. Baru kemudian diolah jadi cerutu. Kami di BIN Cigar untuk memproduksi cerutu Boslucks memerlukan waktu 15 tahun untuk mengembangkan material tembakaunya saja,’’ kata Febrian.
Cerutu berbeda dari kretek atau rokok putih. Cerutu dibuat tanpa mencampur daun tembakau dengan cengkeh (saus). Filler cerutu menggunakan tiga sampai empat helai daun tembakau. Kemudian dilapis dengan daun tembakau sebagai pembungkus dalam (omblad). Lalu dilapisi lagi dengan daun tembakau untuk pembungkus luar (dekblad). Daun tembakau dengan kualitas tertinggi digunakan sebagai dekblad yang menentukan cita rasa dan harga cerutu.
Ada dua jenis tembakau paling umum yang ditanam di Jember yaitu Besuki Na Oogst dan Vor Oogst (tembakau kasturi). Dari hasil riset terhadap tembakau yang diteliti menununjukkan, tanaman ini juga mampu menghasilkan minyak atsiri tembakau yang bisa digunakan untuk bahan baku pembuatan parfum, pestisida organik, pupuk dan bio oil.
Pada kesempatan menerima kunjungan peserta yang menghadiri Festival Cerutu Jember yang berlangsung pada 22-24 Juli 2022 lalu, Kepala UPT PSMB LT Abdiel Popang Kabanga S.T.M.M.A mengatakan, tembakau tidak saja dijadikan bahan pembuat cerutu atau rokok tetapi juga bermacam produk lain seperti asap cair, sabun, parfum, minyak atsiri, briket, balsem dan lain-lain (dikutip dari Lembaga Tembakau Jember, Disperindag Jatim).
‘’Dari sisi sosio-ekonomi maupun budaya, cerutu dan tembakau merupakan obyek yang punya nilai ekonomi dengan padat karya dan nilai sejarah. Sehingga banyak orang yang tertarik untuk melihat prosesnya karena hanya ada di negara tertentu yang menyajikan potensi ini. Dalam perkembangannya, kualitas cerutu Indonesia juga semakin baik karena semua melakukan improvement dalam memuaskan pelanggan,’’ tutur Ir. H. Imam Wahid Wahyudi, Direktur Utama BIN Cigar.
Bagi industri cerutu dunia, Indonesia adalah la tierra prometadora, sebuah tanah yang menjanjikan. BIN Cigar produsen cerutu dari Jember akan mengungkapkan heritage cerutu dan tembakau di tanah yang dijanjikan itu di area Indonesia di Village Intrnational de la Gastronomie 2022 yang berlangsung di Paris, Perancis pada 1-4 September 2022.
BIN Cigar adalah satu dari tiga bisnis cerutu dan tembakau besar di Jember di mana wisatawan dapat mengalami perjalanan lengkap Indonesian Cigar & Tobacco Heritage Tour. Dan untuk perjalanan tersebut juga sudah ada operator tur lokal Warna Indonesia Tour & Travel yang dapat membantu mengatur perjalanan menelusuri tanah yang dijanjikan tersebut bagi penikmat cerutu.***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Wisatawan lokal yang sedang menikmati staycation di Bogor juga tidak tertinggal keseruan merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-77. Beragam perlombaan khas Tujuh Belasan juga diadakan di hotel-hotel dan resor-resor di Kota Hujan. Satu di antaranya, dalam rangka merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia [more]
Tourism for Us – Village International de la Gastronomie (VIG) memilih Indonesia menjadi negara kehormatan pada perhelatan tahun ini. Event tahunan itu akan berlangsung pada 1-4 September 2022 di Paris, Perancis. La Maison De L’Indonesie (LMDI) selaku official partner dan koordinator ekslusif Indonesia di VIG [more]
Tourism for Us – Bagi burung-burung di dunia, Indonesia adalah surga yang dirindukan. Walaupun kenyataannya, surga mereka menghilang perlahan-lahan. Begitupun bagi banyak penggemar wisata minat khusus bird watching. Mereka bepergian dan menelusuri hutan-hutan tropis dalam grup-grup kecil untuk melihat, mengabadikan dan membuat catatan-catatan dari kerajaan-kerajaan burung di kepulauan Nusantara sebelum mereka punah.
Celepuk biak [Otus beccarrii],jenis burung hantu kecil endemik di Pulau Biak,Papua.(Foto: Benny Lesomar/Discover Papua)
Benny Lesomar dari Discover Papua membentuk Ekowisata Papua Birding khusus untuk melayani wisatawan dari mancanegara yang hendak melakukan bird watching. Sebelum pandemi, hampir setiap bulan ada grup-grup birding datang untuk mengunjungi surga terakhir bagi burung-burung mulai dari Papua sampai Papua Barat. Wisatawan datang dari Eropa maupun Asia. Setelah pemerintah Indonesia membuka perbatasan dan memberikan fasilitasi perjalanan, mereka tidak menunda-nunda lagi perjalanannya.
Discover Papua dan Ekowisata Papua Birding adalah operator tur lokal berbasis di Kabupaten Biak Numfor, Papua. Di Pulau Biak sendiri ada delapan sampai sembilan spesies burung endemik. Mulai dari salah satu anggota keluarga burung surga, cendrawasih merah (Paradisaea rubra), biak scops owl (Otus beccarii) hingga numfor paradise kingfisher (Tanysiptera carolinae). Pecinta burung biasanya punya kesukaan terhadap jenis-jenis tertentu. Mereka akan pergi ke manapun untuk dapat melihat dan mengabadikannya.
Menurut Benny, program perjalanan bird watching cukup berbeda daripada perjalanan lainnya. Durasi perjalanan dan program bergantung dari minat wisatawan. Karakter wisatawan bird watching lebih fokus pada aktivitas birding. Aktivitasnya sendiri bisa memakan waktu seharian atau bahkan sampai bermalam di dalam hutan. Di waktu jeda, mereka lebih memilih beristirahat di hotel.
Produk bird watching yang dioperasikan oleh Ekowisata Papua Birding/Discover Papua mulai dari Raja Ampat selama 4 hari 3 malam. Kemudian perjalanan dilanjutkan ke Sorong selama 2 hari 1 malam dan ke Manokwari. Setelah itu, wisatawan meneruskan perjalanan ke Jayapura, Wamena dan Habema. Di setiap destinasi ada beberapa spesies endemik Papua, utamanya keluarga burung surga cendrawasih. Dan perjalanan mereka berakhir di Biak sebelum pulang ke negaranya.
‘’Kami masuk ke hutan-hutan di Biak. Di sini ada burung hantu kecil endemik Biak. Wisatawan juga bisa melihat cendrawasih dan kingfisher. Pecinta burung kingfisher banyak di dunia. Kami berangkat mulai dari pukul 2.30 dini hari sampai siang. Kemudian kembali ke hotel, istirahat. Sore hari kami berangkat lagi sampai malam. Begitu terus setiap hari,’’ ujar Benny.
Harga paketnya bergantung pada durasi perjalanan dan berapa banyak destinasi yang disinggahi. Selain mengurus keamanan dan kenyamanan wisatawan, operator juga harus menjaga keamanan peralatan yang dibawa oleh wisatawan birding selama perjalanan.***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Apapun tujuan perjalanan ke kota Jember – untuk menonton Jember Fashion Carnival, bisnis ataupun penelitian – traveler akan punya cukup waktu mengunjungi tempat-tempat menarik dan melakukan aktivitas-aktivitas yang menawarkan pengalaman anti-mainstream. Salah satu keunggulan wisata kota di sini adalah jarak antara [more]