Tourism for Us – Perjalanan Jember Fashion Carnival (JFC) memasuki tahun ke-20 pada tahun ini. Karnaval ikonik di Indonesia itu dilaksanakan secara hybrid dan terbatas selama dua tahun terakhir karena pandemi. Dengan kondisi pandemi yang semakin terkendali, parade dapat dihelat lagi di jalanan di Kota [more]
Tourism for Us – International Wellness Tourism Conference and Festival (IWTCF) 2022 baru saja usai. Ada beberapa catatan penting dari konferensi itu bagi perkembangan wisata kebugaran (wellness tourism) di Indonesia. International Wellness Tourism Conference and Festival 2022 berlangsung pada 5-7 Agustus 2022 di Alila Hotel [more]
Tourism for Us – Bagi wisatawan mancanegara (wisman) yang mau ikut menjaga alam, lingkungan dan budaya Bali sekarang dapat berkontribusi melalui situs dan aplikasi resmi We Love Bali. Pemerintah Provinsi Bali telah mengeluarkan peraturan daerah yang mengatur kontribusi dari wisatawan.
Desa Penglipuran.(Foto: Yun Damayanti)
Dalam PERATURAN DAERAH PROVINSI BALI NOMOR1 TAHUN 2020 TENTANG KONTRIBUSI WISATAWAN UNTUK PELINDUNGAN LINGKUNGAN ALAM DAN BUDAYA BALI dijelaskan bahwa kontribusi tersebut untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepariwisataan dan mengatasi dampak negatif pariwisata berbasis budaya. Oleh karena itu diperlukan upaya restorasi, konservasi, dan revitalisasi lingkungan alam dan budaya Bali.
Kontribusi dari wisatawan akan digunakan untuk: perlindungan alam, lingkungan, dan penanganan sampah; perlindungan adat, tradisi, seni dan budaya, serta kearifan lokal; percepatan dan penguatan upaya untuk memajukan kebudayaan Bali sebagai bagian dari kebudayaan nasional yang berbhineka tunggal ika; pemberdayaan Desa Adat; pembangunan sarana dan prasarana seni dan budaya; dan peningkatan kualitas pelayanan dan penyelenggaraan kepariwisataan di Bali.
Wisatawan dapat bekontribusi berupa uang dan/atau barang. Kontribusi ini bersifat sukarela. Semua penerimaan kontribusi dari wisatawan akan dibuktikan dengan tanda bukti penerimaan.
Apabila wisatawan ingin berkontribusi dalam bentuk barang maka akan difasilitasi oleh perangkat daerah yang menangani urusan pariwisata.
Barang-barang yang diberikan terkait dengan perlindungan lingkungan alam dan budaya Bali antara lain, peralatan pengelolaan sampah, alat musik tradisional, peralatan kebersihan, mobil ambulan, bibit tumbuh-tumbuhan, dan lain-lain.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali Tjok Bagus Pemayun mengatakan, Perda No.1 Tahun 2020 ini telah dikeluarkan sejak Juli 2020 lalu. Namun, pelaksanaannya ditunda karena pandemi Covid-19.
‘’Pengelola dana kontribusi wisman adalah Pemprov Bali. Kontribusi wisatawan akan digunakan untuk menjaga adat, budaya dan alam Bali. Wisman yang mau berkontribus bisa melalui aplikasi We Love Bali,’’ ujar Kepala Dinas Pariwisata Bali.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Bali Nusakti Yasa Wedha menambahkan, pemanfaatan hasil kontribusi nantinya diatur lebih lanjut. Ke mana dengan besaran berapa tentu akan sesuai peraturan yang berlaku.
‘’Banyak sekali program prioritas Provinsi Bali yang mendasar terkait program perlindungan lingkungan dan budaya Bali,’’ kata Kepala Dinas PU Bali.
Ketua DPD ASITA Bali Putu Winastra mengingatkan, sosialisasi kontribusi wisatawan ini dilakukan secara layak agar tidak menimbulkan kegaduhan.
‘’Wisatawan mancanegara yang concern terhadap apa yang kita lakukan, lalu dia mau berkontribusi, silakan. Ini kan tidak mengikat dan tidak memaksa,’’ tutur Winastra.
Di dalam perda tersebut juga dijelaskan, kemanfaatan yaitu kontribusi dimanfaatkan untuk peningkatan kualitas layanan kepariwisataan agar lingkungan alam dan budaya Bali tetap dapat memberikan manfaat bagi kegiatan pariwisata.
Dalam hal wisatawan merasa tidak mendapatkan manfaat dari kontribusi, wisatawan dapat menyampaikan keluhan secara tertulis kepada perangkat daerah yang menangani urusan pariwisata.
Sementara, kontribusi wisatawan baru berlaku untuk wisatawan mancanegara.
Situs dan aplikasi We Love Bali juga terkoneksi dengan aplikasi PeduliLindungi. Jadi ini pun turut mendukung tracking dan tracing wisatawan selama berada di Pulau Dewata.
Love Bali adalah sebuah gerakan yang digagas oleh Pemerintah Provinsi Bali untuk menerapkan kebijakan baru, “Nangun Sat Kerthi Loka Bali”, yaitu Rencana Pembangunan Menyeluruh untuk Bali Era Baru. Visi ini bertujuan untuk menjaga kesucian dan keharmonisan alam, manusia, dan budaya Bali.*** (Yun Damayanti)
Tourism for Us – Dengan mengusung tema ‘Ecotourism for Recovery and Healing’, Festival Taman Nasional dan Taman Wisata Alam 2022 mengajak masyarakat untuk melakukan penyegaran dan memulihkan kondisi dengan cara menyatu dengan alam, masyarakat dan budaya lokalnya. Festival kali ini berkolaborasi dan menjadi bagian dari [more]
Tourism for Us – Relaksasi peraturan perjalanan dan pandemi yang terkendali merupakan kunci pemulihan pariwisata nasional. Selain itu juga didukung dengan kegiatan-kegiatan promosi untuk mendatangkan wisatawan. Pada hari ketiga public expose Grup Panorama, Rabu (27/7/2022), di Jakarta, Budi Tirtawisata, Direktur Utama PT Panorama Sentrawisata Tbk. [more]
Tourism for Us – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) menggelar event seri bersepeda tahun ini. Event tersebut ditujukan untuk menstimulan pergerakan wisatawan ke berbagai destinasi sekaligus mengerek perekonomian daerah.
Jadwal PHRI Bike Tour series 2022.(Sumber: PHRI)
Setelah sukses menyelenggarakan kegiatan PHRI BIKE Tour 2022 di Padang pada bulan Juni kemudian di Bali pada bulan Juli, event tersebut akan diselenggarakan di kota-kota lainnya yakni Bogor (Agustus), Palembang (September, to be confirmed), Yogyakarta (September), Mandalika, Lombok (November), Makassar (November), dan Jakarta (Desember).
PHRI BIKE Tour menempuh rute sejauh 40 kilometer. Peserta akan melintasi beberapa daya tarik wisata menarik di rute yang dilalui. Di masing-masing spot akan ada aktivitas berbasis kearifan lokal yang dilakukan para peserta.
Hariyadi Sukamdani, Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), dalam keterangan pers mengatakan, PHRI Bike Tours series merupakan upaya asosiasi untuk memicu akselerasi industri pariwisata, menstimulan pertumbuhan ekonomi daerah melalui pergerakan turis, meningkatkan keterisian hunian kamar, dan recovery pariwisata nasional pascapandemi.
PHRI BIKE TOUR ini dikemas dengan pelbagai program menarik oleh Inspiro. Ndang Mawardi, CEO Inspiro, mengatakan, setiap peserta bike tour akan diajak membuat video yang menceritakan pengalamannya selama mengikuti kegiatan. Video-video yang diunggah di media sosial peserta akan menjadi bentuk promosi bagi destinasi tuan rumah PHRI Bike Tour.*** (Yun Damayanti)
Tourism for Us – Tanjung Lesung, kawasan ekonomi khusus pariwisata di Banten, telah kembali. Kawasan resor terdekat dengan Taman Nasional Ujung Kulon ini come back dengan beragam aktivitas dan fasilitas bagi wisatawan setelah bencana tsunami beberapa tahun lalu. Pengelola Tanjung Lesung telah merevitalisasi beach [more]
Tourism for Us – Event sail paling populer Sail To Indonesia 2022 resmi dimulai hari ini, Rabu 20 Juli 2022. Sailing Pass Rally Sail to Indonesia 2022 dilakukan di Pelabuhan Navigasi Kei, Maluku Tenggara. Peserta Rally disambut suka cita oleh Bupati Maluku Tenggara Drs. Hi. [more]
Tourism for Us – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) berkolaborasi dengan maskapai penerbangan AirAsia membawa agen perjalanan/operator tur (TA/TO) dari Singapura, Malaysia dan Thailand ke Bali selama 4 hari untuk mengikuti perjalanan pengenalan (familiarization trip/famtrip). Famtrip ini merupakan bagian dari kampanye promosi #ItsTimeforBali. Baik peserta maupun pelaku TA/TO lokal di Bali sama-sama mengungkapkan, famtrip itu sangat bermanfaat bagi kedua belah pihak.
Kemenparekraf berkolaborasi dengan maskapai penerbangan AirAsia membawa agen perjalanan/operator tur dari Singapura, Malaysia dan Thailand ke Bali mengikuti famtrip.(Foto: Kemenparekraf)
Familiarization Trip ASEAN Market TA/Tos berlangsung pada 12-15 Juli 2022. Peserta famtrip terdiri dari 2 TA/TO dari Malaysia, 2 TA/TO dari Singapura, dan 2 TA/TO dari Thailand. Masing-masing peserta didampingi oleh Visit Indonesia Tourism Officer (VITO) dari masing-masing negara. Peserta datang dengan menumpang pesawat AirAsia dari Kuala Lumpur, Singapura dan Don Muang, Bangkok.
Peserta famtrip memulai pengalaman perjalanannya semenjak sebelum terbang ke Bali (pre-departure). Para TA/TO sudah mendengar kabar mengenai peraturan perjalanan ke Indonesia. Melalui kegiatan famtrip, dengan mengalaminya sendiri, mereka mengetahui dengan pasti bagaimana peraturan perjalanan dari luar negeri berlangsung di sini.
Kemudian, mereka juga lebih memahami terkait aplikasi tracing PeduliLindungi. Mulai dari mengunduhnya, pemakaiannya bahkan sejak check-in di bandara di negara asalnya dan selama berada di Bali, serta fungsinya.
Selama berada di Bali, mereka mengunjungi Pulau Nusa Penida untuk melihat pantai-pantai yang viral di media sosial, pantai Kelingking, Angel Billabong dan Broken beach serta melakukan water sport; makan siang di salah satu kafe instagenic di Kintamani; mengunjungi kebun anggur dan wine tasting di Sababay Village; dan mencoba spa, salah satu aktivitas favorit wisatawan asing di Pulau Dewata.
Selain itu, keenam TA/TO dan VITO bertemu dengan pelaku usaha pariwisata Bali dalam program Business Matching dan Networking Dinner. Business Matching dilakukan dengan format roundrobin. Setiap seller yakni pelaku usaha pariwisata Bali diberi kesempatan selama 5 menit untuk mempresentasikan dan memutakhirkan informasi produk-produknya kepada peserta famtrip selaku buyers.
Peserta sellers tercatat ada 12 perusahaan terdiri dari 5 operator tur, 5 hotel dan resor, 1 maskapai penerbangan (AirAsia) dan 1 manajemen atraksi lokal Blue Star Adventure. Program Business Matching dilaksanakan pada hari pertama.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno dalam keterangan tertulisnya, Senin (18/7/2022), mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari kampanye promosi #ItsTimeforBali. Selain itu, kegiatan famtrip diharapkan dapat menjadikan Indonesia berada di top of mind wisatawan dari ASEAN. Pemerintah Indonesia memberikan fasilitasi perjalanan bebas visa kunjungan wisata bagi warga negara yang termasuk negara-negara anggota ASEAN.
Keenam TA/TO dan VITO peserta famtrip bertemu dengan pelaku usaha pariwisata Bali dalam program Business Matching dan Networking Dinner pada hari pertama famtrip, 12 Juli 2022.(Foto: Kemenparekraf)
Sekretaris Kemenparekraf/Sekretaris Utama Baparekraf sekaligus Plt. Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf/Baparekraf Ni Wayan Giri Adnyani menjelaskan, Malaysia dan Singapura merupakan pasar potensial bagi Indonesia.
Pada tahun 2019, wisatawan Malaysia yang datang ke Indonesia sebanyak 2,9 juta dan menempati urutan pertama. Wisatawan Singapura sebanyak 1,9 juta berada di peringkat ketiga setelah Tiongkok. Sedangkan Thailand merupakan pasar yang sedang terus berkembang bagi pariwisata inbound Indonesia. Dan ketiga negara tersebut juga merupakan hub transportasi udara sekaligus untuk menjaring wisatawan mancanegara (wisman).
Kemenparekraf akan memfokuskan upaya promosi dengan berkolaborasi bersama pelaku utama bisnis pariwisata di dalam dan luar negeri meliputi travel agent/tour operator, hotel, dan maskapai penerbangan. Kegiatan-kegiatannya dalam bentuk misi penjualan dan kerja sama terpadu dalam tahun ini.
‘’Kami akan menggunakan dan memaksimalkan collaborative marketing,’’ ujar Agustini Rahayu, Plt. Direktur Pemasaran Pariwisata Regional I.
Eddie Tarsisius, Managing Director Absolute Indonesia DMC, salah satu seller operator tur lokal yang hadir di Business Matching, mengungkapkan, peserta famtrip merasa senang dapat bertemu langsung dengan operator-operator lokal. Mereka gembira mengetahui mitra-mitranya di destinasi masih ada dan aktif. Karena mereka kehilangan kontak dengan mitra-mitra lokalnya selama pandemi.
‘’Famtrip ini menjadi kesempatan bagi mereka untuk menambah product knowledge tentang destinasi Bali setelah pandemi. Melaluil business matching mereka juga mendapatkan tawaran harga land arrangement yang lebih kompetitif,’’ ujar Eddie.
Di dalam industri pariwisata, trust adalah hal yang tidak bisa ditawar. Kepercayaan sudah menjadi budaya dalam industri ini dan dibangun diantaranya dengan bertemu langsung dan mengalami sendiri. Kepercayaan di antara sesama pelaku industri yang membawa produk jasa berbeda-beda tetapi saling melengkapi itu membentuk satu rantai pasok yang dibutuhkan untuk menciptakan pengalaman. Mendatangkan buyers ke destinasi tetap penting dalam pemasaran pariwisata agar Indonesia selalu berada di dalam katalog/inventaris mereka dan menjadi yang pertama kali yang akan ditawarkan kepada kliennya.*** (Yun Damayanti)
Tourism for Us – Publik dapat mengunjungi Museum Bank Indonesia (MuBI) di kawasan Kota Tua Jakarta mulai hari Kamis, 7 Juli 2022. Dengan semangat ‘Reborn’, MuBI telah mempersiapkan berbagai layanan dan wahana terbaru guna semakin meningkatkan kualitas dan pengalaman berkunjung Sahabat MuBI. Tentu saja berbagai [more]