Tahukah Anda? Kerap kali para pelaku pariwisata mikro membuat kami terpukau dengan kualitas layanan atau level of service yang mereka berikan kepada para penikmat wisata di Indonesia. Pengalaman ini kami rasakan sendiri di tempat-tempat makan, daya tarik wisata hingga beragam aktivitas. Kami berterima kasih dan [more]
Tourism for Us – Perkembangan pembangunan di wilayah timur Jawa Barat sangat pesat. Selain Bandung yang sudah menjadi destinasi favorit rekreasi warga Jabodetabek dan Banten, daerah-daerah di sebelah timur ibukota Provinsi Jawa Barat telah menjadi kluster-kluster industri mulai dari Bandung Timur sampai ke Garut dan [more]
Tourism for Us – Dalam hal jasa pariwisata, manusia ingin bertemu dengan manusia lain. Pada dasarnya, manusia ingin dilayani oleh manusia juga. Manusia dapat diyakinkan oleh lawan bicaranya yang juga manusia bahwa sebuah produk, sebuah destinasi wisata, itu masih ada. Oleh karenanya, pertemuan antarmanusia tetap dibutuhkan, tidak hanya digitalisasi.
Dalam salah satu diskusi panel perayaan World Tourism Day 2022 di Bali, Menteri Pariwisata Saudi Arabia menyampaikan, pariwisata harus dibangkitkan dan modal yang paling penting adalah human touch dan connectivity. Menteri Pariwisata Saudi Arabia juga menekankan, human touch tidak kalah penting dibandingkan digitalisasi. Digitalisasi pun bukan segala-galanya. Dan memang seharusnya demikian.
Paul Edmundus Tallo, Ketua Umum Indonesia Inbound Tour Operators Association (IINTOA), pernah melakukan riset untuk desertasinya dan menemukan, faktor human touch dalam kegiatan layanan termasuk pemasaran pariwisata sangatlah penting.
Paul mencontohkan, India negara yang penduduknya paling mahir IT masih membutuhkan pameran-pameran pariwisata besar di antaranya SATTE. Pameran itu mempertemukan para pelaku pariwisata di India dengan sebanyak-banyaknya pelaku pariwisata dari seluruh dunia.
Begitu pula dengan Arabian Travel Mart (ATM) Dubai, WTM London, ITB Asia di Singapura dan lain-lain. Mereka tetap mengedepankan human touch, pertemuan antarmanusia, untuk memasarkan destinasi dan produk-produk pariwisata di negaranya maupun di kawasan. Sementara pada saat bersamaan, teknologi terkini digunakan dalam penyelenggaraan eventnya dan pemasaran digitalnya tetap berjalan.
IINTOA berharap, pemerintah lebih meningkatkan dana promosi pariwisata, hadir kembali di pasar-pasar pariwisata internasional dan membawa lebih banyak pelaku industri pariwisata dari Indonesia. Para pelaku industri pariwisata itu antara lain, hotel, operator tur, dive shops/operators, operator transportasi, taman rekreasi, spa, pusat belanja atau oleh-oleh dan lain-lain.
Posisi mereka ini sama dengan para pengusaha eksportir barang, hanya produknya berupa jasa pelayanan wisata. Mereka itu marketers dan salesmen yang menjual destinasi Indonesia.
Di pertemuan tatap muka, di pameran atau pasar pariwisata, para operator tersebut yang mampu meyakinkan tour wholesalers dan tour operators dunia bahwa pariwisata Indonesia masih ada dan hidup. Mereka yang akan mengkonversi potensi keindahan alam dan budaya Nusantara menjadi transaksi perdagangan yang akan menyumbangkan devisa bagi negara.
‘’Saya telah bertemu dengan tour operators dari Filipina, Jepang, Thailand, Amerika dan masih banyak lagi sejak 1980 sampai sekarang. Bahwa melalui pertemuan antarmanusia itu maka terjadi kontak, ada trust, lalu ada bisnis pariwisata. Memang ada juga yang melalui koresponden tetapi itu lebih kecil kemungkinannya,’’ ujar Paul.
Kemudian, seperti halnya menjual barang, biaya terbesar menjual jasa wisata adalah untuk pemasaran. Karena pemasaran mesti dilakukan secara berkesinambungan. Di dalam negeri saja pelaku pariwisata membutuhkan media tatap muka, membangun jejaring bisnis baru lagi dan mengalami langsung destinasi pasca pandemi. Apalagi untuk menggapai pasar dan mitra-mitra kerja di luar negeri. Dukungan terhadap mereka juga berarti memastikan national branding Wonderful Indonesia terpasarkan secara berkelanjutan di sumber pasar.
Negara membutuhkan foreign exchange dari pariwisata yang masuk ke Indonesia (inbound). Sementara, perjalanan outbound orang Indonesia tidak mungkin dihentikan (outbound adalah perjalanan keluar negeri; dalam perdagangan pariwisata, outbound adalah impor, red.).
Bagaimanapun, untuk mendapatkan wisatawan berkualitas yang diinginkan tetap membutuhkan upaya-upaya pemasaran yang juga berkualitas dan berkesinambungan. Dan untuk menahan outbound, kita mesti menyadari bahwa wisatawan Nusantara sangat sensitif dengan harga dan mulai mempedulikan kualitas layanan dan infrastruktur di daerah tujuan.
Pulau Pelangi,Kepulauan Seribu,jadi tujuan post tour AJTM 2022.(Foto: Iwan Wahyudi)
ASITA Jakarta Travel Mart 2022: Full Offline
Pameran dan pasar pariwisata baik di dalam negeri maupun di kawasan regional dan internasional kembali marak. Banyak dari pameran dan pasar pariwisata itu diselenggarakan secara offline. Dengan demikian, buyers yang datang mengalami sendiri sejauh mana destinasi siap dikunjungi dan membangun ulang jejaring bisnis.
ASITA Jakarta Travel Mart (AJTM) merupakan salah satu pasar pariwisata yang digelar pada bulan September lalu. AJTM tahun ini diselenggarakan pada 29-30 September 2022 dan dilakukan full offline.
Panitia mencatat, 58 sellers dan 122 buyers mengikuti program travel exchange AJTM 2022 pada 29 September 2022 di Swiss-Belinn Kemayoran. Animo sellers maupun buyers langsung meningkat begitu mengetahui pasar pariwisata B-to-B di Jakarta ini dilakukan tatap muka. AJTM dilakukan secara online selama dua tahun karena pandemi.
Sellers datang dari Jakarta dan daerah-daerah lain seperti dari Bintan, Kepulauan Riau; Batu dan Jember, Jawa Timur; Ciamis, Jawa Barat; Sumba, Nusa Tenggara Timur; Bali dan lain-lain.
Tahun ini untuk pertama kalinya sesi B-to-B AJTM diikuti oleh seller dari luar negeri yakni perwakilan dari Tourism Dubai kantor Jakarta. Tidak hanya itu, seorang agen perjalanan dari Turki datang sebagai buyer.
Pada 30 September 2022, peserta AJTM mengikuti program post tour ke Pulau Pelangi, Kepulauan Seribu. Selain memperkenalkan pulau, peserta juga diperlihatkan sarana penyeberangan baru di kawasan Pluit untuk menuju kawasan wisata kepulauan di Teluk Jakarta.
Perwakilan dari Bintan Resort menyatakan senang sekali AJTM hadir lagi sehingga mereka bisa mempromosikan produk-produk barunya selepas pandemi.
‘’Di AJTM dan dengan networking-nya yang berada di Jakarta dan sekitarnya, kami berharap bisa meningkatkan kunjungan ke Jawa Timur. Tourism will never die. Pariwisata tidak hanya di generasi kita tetapi juga sampai generasi mendatang,’’ ujar Kuswadi Rawit dari Batu Internasional Wisata, salah satu seller dari Jawa Timur.
Sellers lainnya, Iwan Wahyudi dari Kancra Kayaking bersama Badan Promosi Pariwisata Ciamis memperkenalkan destinasi wisata alam dan historis yang ada di kabupaten ini.
‘’Kami datang untuk bertemu dengan mitra-mitra bisnis di Jakarta yang nantinya akan mempromosikan Ciamis. Kami menawarkan wisata-wisata yang ramah lingkungan. Dan Ciamis potensial untuk wisata alam dan sejarah,’’ kata Iwan.
‘’Kita banyak lost contact selama pandemi. Baik itu hotel, tour operators. Dengan adanya AJTM sangat membantu kita. Event semacam ini menjadi media bagi kita buat networking lagi dan mengetahui kondisi mitra-mitra kita yang lost contact tadi. Apa ada perubahan manajemen, siapa sales-nya dan lain sebagainya,’’ tutur Reza dari Royalti Travel, seorang buyer dari Jakarta.
Suhail Siddikui dari Satguru Travel Istanbul, Turki, satu-satunya buyer internasional di AJTM 2022 mengakui, Indonesia is a hot topic discussion in Istanbul.
‘’They want to go to Bali, to Jakarta, so I will promote it for you, guys. But of course, you have to promote yourself,’’ kata Suhail.
Terkait anggaran untuk pariwisata nasional yang dikurangi, menurut Iwan, itu pasti akan berpengaruh pada promosi pariwisata nasional. Dan anggaran promosi pariwisata nasional yang dikurangi itu kontradiktif dengan upaya-upaya yang dilakukan untuk memulihkan pariwisata pasca pandemi.***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Kawasan Sentul, Kabupaten Bogor, semakin berkembang menjadi destinasi MICE. Tempat untuk mengadakan berbagai event pun semakin bertambah. Mulai dari gedung pertemuan, ruang-ruang pertemuan di hotel-hotel maupun ruang-ruang outdoor di kafe-kafe Instagramable. Melihat perkembangan tersebut, ASTON Sentul Lake Resort & Conference Center [more]
Salah satu manfaat dari keberadaan teknologi informasi dan komunikasi adalah berkembangnya jurnalisme warga dan komunitas. Semua orang bisa menjadi pembawa berita yang disebarluaskan melalui situs dan, sekarang ini, terutama melalui media sosial. Keberadaan internet telah memberikan kebebasan bertukar informasi. Namun, kebebasan itu belum menjamin keakuratan [more]
Tourism for Us – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) kembali menggelar Sales Mission di Singapura untuk memperbaharui informasi kebijakan perjalanan dan wisata ke Indonesia. Jumlah kunjungan wisatawan Singapura ke Indonesia selama Januari-Juli 2022 baru mencapai 153.006 wisatawan.
Kemenparekraf kembali menggelar Sales Mission di Singapura.(Foto: Birkompublik Kemenparekraf)
’’Wonderful Indonesia Sales Mission in Singapore’’ berlangsung pada Jumat (30/9/2022) di Singapore Marriott Tang Plaza Hotel dan dihadiri langsung oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Baparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno. Sales Mission diikuti oleh lebih dari 50 pelaku industri pariwisata di Singapura yang terdiri dari maskapai penerbangan, operator kapal pesiar, operator kapal feri, agen-agen perjalanan dan travel media.
Sales Mission kembali digelar mengingat Singapura merupakan salah satu pintu gerbang dunia untuk masuk ke kawasan Asia Tenggara termasuk ke Indonesia. Selain itu, sekitar 1,2 hingga 2 juta dari total 5,4 juta masyarakat Singapura ialah ekspatriat. Ini merupakan pasar yang sangat potensial mendatangkan wisatawan dari seluruh dunia ke Indonesia.
Pada Sales Mission itu, Menparekraf memaparkan upaya-upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia untuk mempercepat pemulihan pariwisata. Dan memperkenalkan desa wisata sebagai salah satu produk pariwisata andalan pasca pandemi di mana wisatawan bisa mengalami budaya, alam dan berinteraksi sosial dengan masyarakat lokal.
Menparekraf juga menyampaikan kepada forum di Sales Mission bahwa Indonesia ingin mereaktivasi pariwisata kapal pesiar. Dalam paparannya, empat pelabuhan siap menerima kembali kapal-kapal pesiar yakni Pelabuhan Benoa, Bali; Pelabuhan Tanjung Emas, Surabaya; Pelabuhan Tanjung Perak, Semarang; dan Pelabuhan Lembar, Lombok.
‘’Sasaran kami adalah meningkatkan jumlah wisatawan mancanegara (wisman) dari kapal pesiar. Sebab potensinya masih sangat besar,’’ ujar Menparekraf Sandiaga.
Terkait kebijakan visa, Menparekraf menerangkan, digital nomad bisa masuk ke Indonesia dengan menggunakan visa sosio-kultural jenis B211. Lebih lanjut, Kemenparekraf akan berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait untuk mempermudah memperoleh visa Indonesia baik untuk digital nomad maupun wisatawan yang akan datang dengan kapal pesiar.
VITO Singapura menjelaskan, kegiatan kali ini masih fokus pada update informasi dan kebijakan perjalanan ke Indonesia bagi pelaku industi perjalanan dan pariwisata di Singapura. Tidak ada sesi table top antara sellers Indonesia dan buyers Singapura dalam Sales Mission.***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Sebanyak 70 agen perjalanan di Perancis ingin mengirim tamu-tamunya ke Kalimantan Barat. Mereka terkesan dengan keindahan alam, keragaman festival-festival budaya juga gastronominya. Ini terjadi setelah mereka mengikuti presentasi pariwisata di provinsi Seribu Sungai, Kamis (22/9/2022), di House of Indonesia, Paris. Pemerintah [more]
Tourism for Us – Kita semua berbagi tanggung jawab bersama dalam memanfaatkan potensi pariwisata yang sangat besar untuk menciptakan masa depan yang lebih baik bagi bumi maupun masyarakat. Dalam pesan menyambut Hari Pariwisata Dunia 2022 (World Tourism Day) yang diunggah di situs UNWTO (United Nation [more]
Tourism for Us – Integrasi antarmoda transportasi publik merupakan bagian dari membangun infrastruktur aksesibilitas pariwisata. Dan transportasi berbasis rel dan kereta akan memegang peran penting di tahun-tahun mendatang.
Pengunjung KAI Expo 2022 telah antri sejak sebelum pameran dibuka. [Foto; Yun Damayanti]
Antusiasnya para pemburu tiket kereta
PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) melihat adanya peningkatan masyarakat yang menggunakan kereta api dalam beberapa waktu terakhir baik pada layanan kereta api komuter maupun kereta api jarak jauh. Hal itu sesuai harapan pemerintah yang mendorong masyarakat untuk beralih ke transportasi umum.
PT KAI menyelenggarakan KAI Expo 2022 pada hari Sabtu dan Minggu, 17-18 September 2022, di Hall B Jakarta Convention Center, Jakarta Pusat. Selama pameran berlangsung, KAI menyediakan 77.000 tiket promo. Dan harga promo hanya berlaku untuk pembelian tiket kereta api secara offline selama KAI Expo.
Calon penumpang dapat membeli tiket kereta api kelas Eksekutif hanya Rp 150.000,00. Sedangkan kelas Bisnis hanya Rp 70.000,00, dan kelas Ekonomi hanya Rp 30.000,00.
Seorang pengunjung KAI Expo tampak senang. Walaupun dia tidak mendapatkan tiket tujuan Madiun tapi cukup puas memperoleh tiket kereta api Eksekutif Jakarta-Solo seharga Rp 150.000,00. ‘’Dari Solo tinggal nyambung lagi,’’ katanya.
Khusus untuk keberangkatan pada hari ulang tahun KAI yang jatuh pada 28 September, tarif kereta api kelas Eksekutif hanya Rp 77.000,00, Bisnis hanya Rp 17.000,00 dan Ekonomi hanya Rp 7.000,00.
Tarif tiket promo tersedia untuk berbagai rute seperti dari dan menuju Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Cirebon, Tegal, Semarang, Purwokerto, Yogyakarta, Solo, Surabaya, Jember, dan lainnya.
Adapun kereta api-kereta api yang mendapatkan promo diantaranya KA Argo Bromo Anggrek (Gambir-Surabaya Pasar Turi pp), Argo Lawu (Gambir-Solo Balapan pp), Gajayana (Gambir-Malang pp), Argo Wilis (Bandung-Surabaya Gubeng pp), Turangga (Bandung-Surabaya Gubeng pp) dan berbagai kereta api pilihan lainnya.
Tiket promo tersebut dapat digunakan untuk keberangkatan mulai dari 19 September sampai dengan 18 Oktober 2022 ke berbagai tujuan.
KAI Expo 2022 mengusung tema ‘Adaptive in Collaboration’. Penjualan tiket kereta api dilakukan melalui mitra-mitra KAI sebagai bentuk kolaborasi. Ada tujuh mitra penjualan tiket yang hadir yaitu Blibli, Tiket.com, Traveloka, Alfamart, Alfamidi, Indomaret, dan Dharma Wisata.
“Kami berharap masyarakat dapat menikmati berbagai promo dan hiburan yang disediakan di KAI Expo 2022. Melalui KAI Expo 2022, semoga semakin banyak masyarakat yang menikmati layanan KAI yang terus berinovasi di usianya ke-77 tahun ini,” ujar Hadis Surya Palapa, Direktur Niaga KAI.
Vice President Public Relations PT KAI Joni Martinus menambahkan, tidak ada target khusus dari KAI Expo 2022.
‘’Tidak ada target khusus. Tapi kami berharap, masyarakat dapat memanfaatkan 77 ribu tiket promo yang disediakan selama KAI Expo. Untuk penjualan tiket kereta api melalui travel agent masih berlangsung. Sekarang dikelola oleh anak perusahaan yaitu KAI Wisata,’’ kata Joni.
KAI Group menampilkan info-info terbaru selama Expo berlangsung. Pengunjung dapat melihat produk-produk maupun bisnis-bisnis terbaru terkait perkeretaapian maupun bisnis-bisnis penunjang lainnya. Bisnis-bisnis terbaru kereta yang sedang dipersiapkan termasuk Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) dan LRT Jabodebek.
Booth Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) menarik perhatian pengunjung. Mereka pada umumnya bertanya-tanya seperti apa kereta cepat pertama di Indonesia, durasi perjalanannya dan kapan mulai beroperasi. Tampilan booth-nya pun dibuat seperti pengunjung berada di dalam kabin kereta cepat.
Selain eksibitor perkeretaapian, KAI Expo juga menghadirkan mitra-mitra KAI di antaranya DAMRI, Pelni dan PT Inka. Selain itu juga ada pelaku-pelaku UKM yang menawarkan produk kuliner dan busana. Pengembang properti dan perusahaan kontraktor milik negara pun turut berpameran di sini. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung dan Dinas Pariwisata Kota Batu masing-masing membawa Tourist Information Center-nya ke Expo.
Hadirnya KAI Expo 2022 diharapkan dapat menjadi stimulus bagi masyarakat agar layanan transportasi kereta api serta sektor pariwisata dapat kembali pulih.
Integrasi transportasi publik Jabodetabek
Pergerakan orang di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) mencapai 88 juta per hari. Pergerakan orang tersebut termasuk pergerakan masuk-keluar wilayah Jabodetabek.
Pada tahun 2008, kepemilikan kendaraan pribadi roda empat dan roda dua mencapai 11 persen. Kemudian pada 2018 kepemilikan kendaraan pribadi telah mencapai 72 persen. Dalam jangka waktu sepuluh tahun itu penggunaan transportasi publik menurun.
Menurut Tom Tom Index, tingkat kemacetan di Jakarta mencapai 53 persen pada 2019, lebih baik dibandingkan tahun 2017 yang mencapai 61 persen. Selama pandemi Covid-19, tingkat kemacetan di Ibukota turun menjadi 35 persen pada 2020 dan menurun lagi menjadi 34 persen pada 2021.
Hasil riset MRT Jakarta menunjukan, kerugian akibat kemacetan di Jakarta saja diperkirakan mencapai Rp 100 triliun dalam satu tahun. Selain itu, kendaraan bermotor berkontribusi 80 persen terhadap polusi udara.
Talkshow pertama di KAI Expo 2022 membahas integrasi antarmoda transportasi khususnya berbasis rel dan kereta. [Foto; Yun Damayanti]
Oleh karenanya, pemerintah membentuk Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ). BPTJ berupaya meningkatkan pelayanan transportasi publik agar masyarakat mau kembali menggunakan transportasi umum. BPTJ adalah unit organisasi khusus yang bertugas mengembangkan, mengelola dan meningkatkan pelayanan transportasi secara tertintegrasi di wilayah Jabodetabek.
Transportasi publik berbasis rel dan kereta merupakan solusi realistis untuk mengatasi kemacetan. Transportasi massal ini dapat mengangkut jutaan penumpang per hari yang bergerak ke berbagai penjuru. Oleh karena itu, ongkos naik kereta bisa dijangkau oleh semua orang. Terlebih lagi, kereta digerakan oleh energi listrik sehingga polusi dapat ditekan.
Masyarakat di Jabodetabek, terutama bagi para pekerja kantoran di Jakarta, telah merasakan manfaat kehadiran kereta bawah tanah atau MRT (moda raya terpadu/mass rapid transit). MRT menjadi feeder andalan menuju kantor setelah perjalanan dengan kereta komuter dari tempat tinggalnya.
Kehadiran MRT menambah daya tarik wisata kota Jakarta. Pelancong maupun wisatawan domestik menjadikannya salah satu tujuan ketika jalan-jalan di Ibukota.
MRT Jakarta tengah membangun fase kedua koridor selatan-utara yang menghubungkan Bundaran HI sampai Kota. Menurut rencana, koridor ini akan menghubungkan Lebak Bulus-Kota-Marina Ancol. Tahap berikutnya adalah koridor timur-barat yang akan menghubungkan Cikarang-Balaraja.
MRT menargetkan, jalur kereta bawah tanah mencapai 200 kilometer pada tahun 2030. Saat ini, jalur existing baru mencapai 15,7 kilometer yang menghubungkan Lebak Bulus-Bundaran HI.
MRT Jakarta nantinya akan terintegrasi dengan moda transportasi lainnya yakni kereta komuter, kereta bandara, LRT, dan bis Transjakarta. Kawasan berorientasi transit (transit oriented development/TOD) akan dibangun di beberapa lokasi di antaranya Dukuh Atas dan Istora senayan.
Pengoperasian kereta layang atau lintas raya terpadu (light rapid transit/LRT) mengalami keterlambatan. Penundaan pengoperasian guna menjamin keamanan dan keselamatan perjalanan dengan kereta.
LRT yang akan dioperasikan di Jakarta, Bekasi dan Bogor adalah kereta tanpa masinis. Kereta dikendalikan secara otomatis melalui sistem. Menurut rencana, LRT akan dirilis pada bulan Juli 2023.
Tidak lama lagi Indonesia akan mempunyai kereta cepat pertama. Dalam perencanaannya, kereta cepat pun diintegrasikan dengan LRT di Jakarta dan kereta pengumpan di Bandung.
Bisnis perkeretaapian juga berkembang. Lini bisnisnya tidak hanya mengandalkan pendapatan dari tiket. Lini bisnisnya sekarang mulai dari space iklan di dalam dan badan kereta serta di stasiun, persewaan lahan ritel di stasiun, logistik, wisata dan lain-lain. Dan yang sekarang sedang dipromosikan adalah properti hunian (apartemen yang teritegrasi langsung dengan stasiun) dan naming right.
Setelah MRT Jakarta melakukan naming right terlebih dahulu, tampaknya KAI Group juga akan melakukan langkah yang sama. Naming right memberi kesempatan kepada sektor swasta mencantumkan jenamanya (brand) di stasiun. Jadi jenama akan bersanding dengan nama stasiun. Kemitraan dengan sektor swasta tersebut digunakan untuk pengembangan stasiun, sistem pertiketan kereta dan lain-lain.
Semua hal tersebut diungkapkan dalam talkshow ‘Adaptive in Collaboration’ pada hari pertama KAI Expo 2022, Sabtu (17/9/2022). Hadir sebagai narsum dalam talkshow tersebut perwakilan dari BPTJ, Dirjen Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan, MRT Jakarta, LRT, KCJB, dan DAMRI.
Arti integrasi antarmoda bagi pariwisata
Integrasi antarmoda transportasi publik sudah mulai terlihat bentuknya di Jakarta. Pergi ke manapun di wilayah Ibukota sekarang semakin mudah, efisien dan terjangkau. Integrasi ini mulai didukung dengan peremajaan pedestrian dan jembatan penyeberangan orang yang semakin ramah bagi penggunanya.
Integrasi tidak hanya dilakukan antarmoda tetapi juga antardaerah di dalam wilayah aglomerasi Jabodetabek. Integrasi antarmoda antardaerah telah mendekatkan wilayah pemukiman dengan kantong-kantong kegiatan ekonomi (perkantoran, kawasan industri, pusat perbelanjaan).
Integrasi antarmoda antardaerah sudah dimanfaatkan oleh para pelancong lokal maupun wisatawan untuk menjangkau daya tarik wisata. ‘Naik Kereta’ dan stasiun telah menjadi daya tarik itu sendiri. Fenomena Citayam Fashion Week di sekitar Dukuh Atas lahir dari kehadiran integrasi ini.
Satu global chain hotel bersyukur tidak sedikit hotel di bawah managementnya berada dekat dengan halte bis Transjakarta, stasiun kereta dan stasiun MRT. Hal tersebut dinilai dapat menambah daya jual akomodasi.
Keberadaan bis TransJakarta, MRT dan kereta komuter telah mempermudah akses menuju Jakarta Convetion Center. Tidak sedikit dari pengunjung KAI Expo 2022 menggunakan bis TransJakarta dan moda transportasi publik lainnya. Karena pengunjung yang datang tidak hanya berasal dari Jakarta.
Tujuan utama integrasi antarmoda transportasi publik adalah untuk mengakomodasi pergerakan masyarakat. Dengan demikian kemacetan dan polusi dapat ditekan. Perlu diingat, menyediakan transportasi publik yang baik dan layak bagi masyarakat merupakan kewajiban negara.
Dengan transportasi publik terintegrasi, kemacetan dapat ditekan, maka bagi pariwisata itu artinya program perjalanan dapat berjalan sesuai jadwal. Citra destinasi yang terbangun adalah tempat yang liveable bagi warganya maupun wisatawan yang berkunjung.
Integrasi antarmoda transportasi publik yang ditujukan bagi warganya itu pun tidak bisa dipisahkan dalam pembangunan destinasi pariwisata. Ketersediaan dan kelayakan transportasi publik di destinasi merupakan bagian dari membangun infrastruktur aksesibilitas, tidak hanya untuk mencapai destinasinya saja tetapi juga sampai ke obyek daya tariknya.
Aksesibilitas dalam pariwisata tidak berhenti sampai bagaimana mencapai bandara atau pelabuhan di kota-kota tujuan di Indonesia. Melainkan terus berlanjut: akses dari bandara atau pelabuhan menuju pusat kota, dari akomodasi menuju obyek-obyek daya tarik wisata, dan akses menuju destinasi/daerah yang menjadi tujuan berikutnya.***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Kota Bandung tidak hanya punya wisata instagramable, wisata belanja dan wisata kuliner. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung bekerja sama dengan DPD ASITA Jawa Barat memperkenalkan hidden gems bagi wisatawan dan pelaku industri pariwisata nasional di Travel Dialog dan Table Top [more]