Author: admin

INDONESIA, NEGARA KEHORMATAN DI VILLAGE INTERNATIONAL DE LA GASTRONOMIE 2022

INDONESIA, NEGARA KEHORMATAN DI VILLAGE INTERNATIONAL DE LA GASTRONOMIE 2022

Tourism for Us – Village International de la Gastronomie (VIG) memilih Indonesia menjadi negara kehormatan pada perhelatan tahun ini. Event tahunan itu akan berlangsung pada 1-4 September 2022 di Paris, Perancis. La Maison De L’Indonesie (LMDI) selaku official partner dan koordinator ekslusif Indonesia di VIG [more]

PAPUA, SURGA BURUNG YANG DIRINDUKAN

PAPUA, SURGA BURUNG YANG DIRINDUKAN

Tourism for Us – Bagi burung-burung di dunia, Indonesia adalah surga yang dirindukan. Walaupun kenyataannya, surga mereka menghilang perlahan-lahan. Begitupun bagi banyak penggemar wisata minat khusus bird watching. Mereka bepergian dan menelusuri hutan-hutan tropis dalam grup-grup kecil untuk melihat, mengabadikan dan membuat catatan-catatan dari kerajaan-kerajaan [more]

MAMPIR KE JEMBER, INI TEMPAT DAN AKTIVITAS YANG BISA DILAKUKAN TRAVELER

MAMPIR KE JEMBER, INI TEMPAT DAN AKTIVITAS YANG BISA DILAKUKAN TRAVELER

Tourism for Us – Apapun tujuan perjalanan ke kota Jember – untuk menonton Jember Fashion Carnival, bisnis ataupun penelitian – traveler akan punya cukup waktu mengunjungi tempat-tempat menarik dan melakukan aktivitas-aktivitas yang menawarkan pengalaman anti-mainstream. Salah satu keunggulan wisata kota di sini adalah jarak antara daya tarik satu dan yang lainnya relatif dekat dan mudah dijangkau. 

Pantai Tanjung Papuma. (Foto: Yun Damayanti)

Pantai Papuma

Pantai Papuma adalah ikon Jember. Pantai di Samudera Indonesia ini berjarak 20-30 menit berkendara dari pusat kota ataupun dari Puslitkoka. Pada saat air laut pasang surut, pengunjung bisa berjalan kaki menuju batu-batu karang di depan pantai. Tetapi, di situ tidak bisa direnangi karena arus bawahnya sangat kuat dan berbahaya.

Untuk mencapai puncak bukit telah dibangun anak tangga permanen yang cukup ramah pengunjung. Selain itu juga ada dek menara pandang Siti Hinggil untuk melihat pemandangan Tanjung Papuma 360 derajat.

Pantai Bande Alit, TN Meru Betiri

Pantai Bande Alit adalah pantai lainnya yang bisa dikunjungi di Jember. Ini satu-satunya pantai di dalam kawasan taman nasional paling dekat dengan kota di Jawa Timur. Pengunjung bisa mengaksesnya dengan berkendara selama dua jam dari tengah kota.

Bande Alit merupakan pantai di kawasan Taman Nasional (TN) Meru Betiri yang termasuk dalam wilayah Kabupaten Jember. Pantai ini berada di zona pemanfaatan dan relatif belum banyak dikunjungi wisatawan.

Salah satu keunikan TN Meru Betiri adalah perkebunan-perkebunan kopi dan karet dari masa kolonial yang masih tumbuh dan terjaga sampai sekarang. Selain itu, kelengkapan perkebunan di antaranya rumah administratur dan rumah pekerja yang membentuk desa hingga pabrik karet (enclave) masih ada dan beroperasi. Pengunjung akan melihatnya, juga bisa singgah, ketika menuju pantai Bande Alit.

Berbeda dengan pantai Teluk Hijau di TN Meru Betiri yang termasuk dalam wilayah Kabupaten Banyuwangi, di Bande Alit pengunjung sesekali akan bertemu dengan nelayan-nelayan yang tinggal di dalam enclave. Dan bila beruntung, pengunjung dapat melihat bunga rafflesia (Rafflesia zollingeriana Kds) endemik Meru Betiri yang sedang mekar di dalam hutan.

Pengeringan kopi di salah satu pabrik kopi tua di Rembangan, Jember. [Foto; Yun Damayanti]

Rembangan

Dataran tinggi Rembangan bisa ditempuh sekitar 30 menit berkendara dari kota. Pohon-pohon kopi dan cengkeh tumbuh subur di situ sejak pengusaha-pengusaha Hindia Belanda menanamnya pertama kali hampir satu abad lalu. Salah satu perkebunan tua yang masih aktif dan bisa dikunjungi adalah Afdeling Rayap.

Afdeling Rayap itu pun dilengkapi dengan pabrik pengolahan kopi dan rumah administratur (pemilik kebun). Rumahnya bergaya art deco dan masih berdiri kokoh. Rumah administratur sekarang difungsikan menjadi akomodasi Villa Koffie yang bisa disewa oleh masyarakat ataupun wisatawan.

Di puncak bukit Rembangan ada satu lagi bangunan rumah administratur yang lebih besar. Bangunan itu dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Jember dan difungsikan juga sebagai akomodasi.

Wilayah Rembangan dikenal dengan kebun-kebun organik yang menghasilkan buah naga, sirsak dan lain-lain. Selain itu juga ada peternakan-pertenakan sapi perah penghasil susu segar.  

Puslitkoka

Indonesia sebagai produsen kopi dan kakao dunia punya pusat penelitian khusus kopi dan kakao. Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (Puslitkoka) didirikan tahun 1912. Puslitkoka ditetapkan jadi taman riset yang kemudian dilengkapi dengan fasilitas wisata edukasi Coco Park sejak tahun 2016. Coco Park dan Puslitkoka berada di kebun Renteng, Nogosari, sekitar 30 menit berkendara dari pusat kota Jember.

Fasilitas wisata edukasinya bisa dikunjungi oleh pengunjung lokal maupun mancanegara. Pengunjung Puslitkoka akan diajak mengenal kopi dan kakao di pusat informasi, mengunjungi kebun-kebun, fasilitas-fasilitas pengembangan teknologi pascapanen, dan satu toko tempat mempromosikan produk-produk olahan kopi dan kakao hasil riset para peneliti di Puslitkoka. Produk-produknya bisa langsung dicicipi di tempat ataupun dijadikan buah tangan.

Sarana rekreasi lain yang bisa dinikmati pengunjung Puslitkoka adalah kendaraan kereta, sado atau ATV untuk berkeliling kebun dan permainan untuk anak-anak.

Cigar & Tobacco Heritage Tour

Selain kopi, kakao dan karet, tembakau adalah komoditas lain di Jember yang telah diusahakan sejak zaman kolonial Belanda dan masih berlangsung sampai sekarang. Budidaya tembakau bahkan telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Segala aspek yang diperlukan untuk menghasilkan daun tembakau berkualitas terbaik ada di sini.

Tembakau Jember digunakan untuk membuat cerutu. Mulai dari isi (filler) hingga pembungkusnya. Teknologi pertanian terus dikembangkan dan diimplementasikan di perkebunan-perkebunan tembakau. Namun, proses pembuatan cerutunya sendiri masih menggunakan metode yang cukup tradisional.

Atak,tempat pengeringan tembakau. [Foto; Yun Damayanti]

Metode tradisional yang masih dipertahankan adalah atak, bangunan gudang berbentuk segitiga simetris dengan panjang sekitar 25 meter, lebar berkisar 14,5 meter dan tingginya 11 meter. Di dalamnya disekat-sekat menjadi 10 sampai 25 kamar.

Atak dibangun dari kerangka bambu dan beratap ilalang atau daun tebu. Penggunaan material alami dan banyak tumbuh di sekitarnya itu punya peran penting dalam menjaga sirkulasi udara, suhu dan kelembaban yang dibutuhkan selama proses pengeringan sekaligus menjaga kualitas daun tembakau. Saat musim panen, atak akan diisi penuh daun tembakau yang telah dipilih sebelumnya.

Cerutu premium Jember dibuat dari daun-daun tembakau berkualitas tinggi yang sudah melalui proses pengeringan di atak. Kemudian, daun-daun tembakau itu dilinting secara manual oleh tangan-tangan pekerja wanita terampil dan berpengalaman dengan penuh ketelitian. Ribuan batang cerutu tersebut diekspor ke Eropa, Asia dan Timur Tengah setiap tahun.

Pekerja di perkebunan tembakau dan pabrik cerutu di Jember paling banyak berasal dari Pulau Madura. Orang Madura sepertinya diberi bakat alami untuk memahami tanaman tembakau. Konon, tidak sedikit istilah dalam perniagaan tembakau dunia dipengaruhi bahasa Madura. Misalnya, istilah “Blue” untuk daun tembakau terbaik mengacu pada “Biru” yang digunakan oleh pekerja dari Madura untuk menyebut hijau daun.

Kuliner

Kuliner khas Jember merupakan perpaduan antara masakan jawa timuran daratan dan Madura. Rasa gurih dan pedas mendominasi khasanah kulinernya. Hal ini tidak terlepas dari keberadaan para pekerja dari Pulau Madura di perkebunan tembakau dan pabrik cerutu yang telah berlangsung lebih dari seabad.

Kabupaten Jember dikelilingi Gunung Argopuro, tidak jauh dari Gunung Raung dan Gunung Ijen. Raung dan Ijen merupakan dua gunung berapi aktif. Sedangkan Argopuro adalah gunung berapi yang sudah tidak aktif. Abu vulkanik menyuburkan tanah. Suhu sejuk sepanjang tahun membantu tanaman sayur dan buah tumbuh dengan baik. Masyarakat juga mengusahakan banyak perkebunan-perkebunan organik. Dengan berlimpahnya sayur-mayur dan buah-buahan lokal, kuliner di Jember dibuat dari bahan-bahan segar.

Warung Kembang bisa menjadi pilihan mencicipi kuliner di Jember. Restoran ini cukup besar dengan kapasitas dapat menampung 200 pengunjung.  Restoran juga dilengkapi dengan lahan parkir yang luas, toilet, musola dan dua panggung. Menurut pemiliknya, restoran ini tidak hanya sebagai tempat untuk makan dan beristirahat tetapi juga ruang budaya bagi seniman-seniman Jember.

Soto Ayu paling representatif untuk mengenal kuliner khas Jember. Sotonya mirip soto ayam madura. Pembedanya, soto ini ditaburi serundeng kelapa gurih dan perasan jeruk nipis. Sambal cabe rawit pedas serta hati, ampela dan usus ayam yang ditusuk seperti sate sebagai pelengkapnya. Warga lokal menyebutnya soto jember.

Soto Ayu adalah kuliner kaki lima. Kedainya ada di tiga tempat. Kedainya yang paling dikenal ada di Pasar Tanjung, Jalan Samanhudi. Karena posisi kedainya berada di lorong sempit di bawah tandon air Watertoren te Djember yang dibangun oleh Belanda pada tahun 1932.

Taman Botani Sukorambi merupakan tempat rekreasi kekinian yang dilengkapi restoran dan lounge di Rembangan. Taman rekreasi ini menjalin kolaborasi-kolaborasi dengan beragam komunitas diantaranya dengan komunitas hidroponik dan kelinci. Pengunjung bisa melihat dan belajar budidaya menanam secara hidroponik dan membeli sayur-mayur organik petik sendiri.

Selain itu, Taman Botani Sukorambi dilengkapi dengan cigar lounge. Pengunjung bisa menikmati cerutu jember dengan pemandangan alam dari terasnya.

Akses

Jalan-jalan raya di Jember relatif dalam kondisi baik. Jarak antara satu daya tarik ke daya tarik lainnya juga tidak berjauhan. Dan tanpa kemacetan lalu lintas, waktu tempuhnya antara 30 menit dan paling lama 2 jam berkendara. Kota ini memang dirancang sebagai daerah perkebunan oleh Belanda. Naungan pohon-pohon perkebunan yang berderet rapi di sepanjang jalan menjaga atmosfer itu sampai sekarang. Sehingga menciptakan suasana kota yang menenangkan.***(Yun Damayanti)

20 TAHUN JEMBER FASHION CARNIVAL

20 TAHUN JEMBER FASHION CARNIVAL

Tourism for Us – Perjalanan Jember Fashion Carnival (JFC) memasuki tahun ke-20 pada tahun ini. Karnaval ikonik di Indonesia itu dilaksanakan secara hybrid dan terbatas selama dua tahun terakhir karena pandemi. Dengan kondisi pandemi yang semakin terkendali, parade dapat dihelat lagi di jalanan di Kota [more]

CATATAN PENTING DARI IWTCF 2022 UNTUK WELLNESS TOURISM INDONESIA

CATATAN PENTING DARI IWTCF 2022 UNTUK WELLNESS TOURISM INDONESIA

Tourism for Us – International Wellness Tourism Conference and Festival (IWTCF) 2022 baru saja usai. Ada beberapa catatan penting dari konferensi itu bagi perkembangan wisata kebugaran (wellness tourism) di Indonesia. International Wellness Tourism Conference and Festival 2022 berlangsung pada 5-7 Agustus 2022 di Alila Hotel [more]

BALI TERBITKAN PERDA UNTUK MENGATUR KONTRIBUSI WISATAWAN

BALI TERBITKAN PERDA UNTUK MENGATUR KONTRIBUSI WISATAWAN

Tourism for Us – Bagi wisatawan mancanegara (wisman) yang mau ikut menjaga alam, lingkungan dan budaya Bali sekarang dapat berkontribusi melalui situs dan aplikasi resmi We Love Bali. Pemerintah Provinsi Bali telah mengeluarkan peraturan daerah yang mengatur kontribusi dari wisatawan.

Desa Penglipuran.(Foto: Yun Damayanti)

Dalam PERATURAN DAERAH PROVINSI BALI NOMOR1 TAHUN 2020 TENTANG KONTRIBUSI WISATAWAN UNTUK PELINDUNGAN LINGKUNGAN ALAM DAN BUDAYA BALI dijelaskan bahwa kontribusi tersebut untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepariwisataan dan mengatasi dampak negatif pariwisata berbasis budaya. Oleh karena itu diperlukan upaya restorasi, konservasi, dan revitalisasi lingkungan alam dan budaya Bali.

Kontribusi dari wisatawan akan digunakan untuk: perlindungan alam, lingkungan, dan penanganan sampah; perlindungan adat, tradisi, seni dan budaya, serta kearifan lokal; percepatan dan penguatan upaya untuk memajukan kebudayaan Bali sebagai bagian dari kebudayaan nasional yang berbhineka tunggal ika; pemberdayaan Desa Adat; pembangunan sarana dan prasarana seni dan budaya; dan peningkatan kualitas pelayanan dan penyelenggaraan kepariwisataan di Bali.

Wisatawan dapat bekontribusi berupa uang dan/atau barang. Kontribusi ini bersifat sukarela. Semua penerimaan kontribusi dari wisatawan akan dibuktikan dengan tanda bukti penerimaan.

Apabila wisatawan ingin berkontribusi dalam bentuk barang maka akan difasilitasi oleh perangkat daerah yang menangani urusan pariwisata.

Barang-barang yang diberikan terkait dengan perlindungan lingkungan alam dan budaya Bali antara lain, peralatan pengelolaan sampah, alat musik tradisional, peralatan kebersihan, mobil ambulan, bibit tumbuh-tumbuhan, dan lain-lain.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali Tjok Bagus Pemayun mengatakan, Perda No.1 Tahun 2020 ini telah dikeluarkan sejak Juli 2020 lalu. Namun, pelaksanaannya ditunda karena pandemi Covid-19.

‘’Pengelola dana kontribusi wisman adalah Pemprov Bali. Kontribusi wisatawan akan digunakan untuk menjaga adat, budaya dan alam Bali. Wisman yang mau berkontribus bisa melalui aplikasi We Love Bali,’’ ujar Kepala Dinas Pariwisata Bali.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Bali Nusakti Yasa Wedha menambahkan, pemanfaatan hasil kontribusi nantinya diatur lebih lanjut. Ke mana dengan besaran berapa tentu akan sesuai peraturan yang berlaku.

‘’Banyak sekali program prioritas Provinsi Bali yang mendasar terkait program perlindungan lingkungan dan budaya Bali,’’ kata Kepala Dinas PU Bali.  

Ketua DPD ASITA Bali Putu Winastra mengingatkan, sosialisasi kontribusi wisatawan ini dilakukan secara layak agar tidak menimbulkan kegaduhan.

‘’Wisatawan mancanegara yang concern terhadap apa yang kita lakukan, lalu dia mau berkontribusi, silakan. Ini kan tidak mengikat dan tidak memaksa,’’ tutur Winastra.

Di dalam perda tersebut juga dijelaskan, kemanfaatan yaitu kontribusi dimanfaatkan untuk peningkatan kualitas layanan kepariwisataan agar lingkungan alam dan budaya Bali tetap dapat memberikan manfaat bagi kegiatan pariwisata.

Dalam hal wisatawan merasa tidak mendapatkan manfaat dari kontribusi, wisatawan dapat menyampaikan keluhan secara tertulis kepada perangkat daerah yang menangani urusan pariwisata.

Sementara, kontribusi wisatawan baru berlaku untuk wisatawan mancanegara.

Situs dan aplikasi We Love Bali juga terkoneksi dengan aplikasi PeduliLindungi. Jadi ini pun turut mendukung tracking dan tracing wisatawan selama berada di Pulau Dewata.

Love Bali adalah sebuah gerakan yang digagas oleh Pemerintah Provinsi Bali untuk menerapkan kebijakan baru, “Nangun Sat Kerthi Loka Bali”, yaitu Rencana Pembangunan Menyeluruh untuk Bali Era Baru. Visi ini bertujuan untuk menjaga kesucian dan keharmonisan alam, manusia, dan budaya Bali.*** (Yun Damayanti) 

IIOUTFEST DIGELAR KEMBALI, GANDENG FESTIVAL TAMAN NASIONAL DAN TAMAN WISATA ALAM

IIOUTFEST DIGELAR KEMBALI, GANDENG FESTIVAL TAMAN NASIONAL DAN TAMAN WISATA ALAM

Tourism for Us – Dengan mengusung tema ‘Ecotourism for Recovery and Healing’, Festival Taman Nasional dan Taman Wisata Alam 2022 mengajak masyarakat untuk melakukan penyegaran dan memulihkan kondisi dengan cara menyatu dengan alam, masyarakat dan budaya lokalnya. Festival kali ini berkolaborasi dan menjadi bagian dari [more]

PANORAMA GROUP TETAP OPTIMIS PARIWISATA DI INDONESIA AKAN CEPAT PULIH

PANORAMA GROUP TETAP OPTIMIS PARIWISATA DI INDONESIA AKAN CEPAT PULIH

Tourism for Us – Relaksasi peraturan perjalanan dan pandemi yang terkendali merupakan kunci pemulihan pariwisata nasional. Selain itu juga didukung dengan kegiatan-kegiatan promosi untuk mendatangkan wisatawan. Pada hari ketiga public expose Grup Panorama, Rabu (27/7/2022), di Jakarta, Budi Tirtawisata, Direktur Utama PT Panorama Sentrawisata Tbk. [more]

PHRI BIKE TOUR SERIES DUKUNG PEMULIHAN PARIWISATA DOMESTIK

PHRI BIKE TOUR SERIES DUKUNG PEMULIHAN PARIWISATA DOMESTIK

Tourism for Us – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) menggelar event seri bersepeda tahun ini. Event tersebut ditujukan untuk menstimulan pergerakan wisatawan ke berbagai destinasi sekaligus mengerek perekonomian daerah.

Jadwal PHRI Bike Tour series 2022.(Sumber: PHRI)

Setelah sukses menyelenggarakan kegiatan PHRI BIKE Tour 2022 di Padang pada bulan Juni kemudian di Bali pada bulan Juli, event tersebut akan diselenggarakan di kota-kota lainnya yakni Bogor (Agustus), Palembang (September, to be confirmed), Yogyakarta (September), Mandalika, Lombok (November), Makassar (November), dan Jakarta (Desember).

PHRI BIKE Tour menempuh rute sejauh 40 kilometer. Peserta akan melintasi beberapa daya tarik wisata menarik di rute yang dilalui. Di masing-masing spot akan ada aktivitas berbasis kearifan lokal yang dilakukan para peserta.

Hariyadi Sukamdani, Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), dalam keterangan pers mengatakan, PHRI Bike Tours series merupakan upaya asosiasi untuk memicu akselerasi industri pariwisata, menstimulan pertumbuhan ekonomi daerah melalui pergerakan turis, meningkatkan keterisian hunian kamar, dan recovery pariwisata nasional pascapandemi.  

PHRI BIKE TOUR ini dikemas dengan pelbagai program menarik oleh Inspiro. Ndang Mawardi, CEO Inspiro, mengatakan, setiap peserta bike tour akan diajak membuat video yang menceritakan pengalamannya selama mengikuti kegiatan. Video-video yang diunggah di media sosial peserta akan menjadi bentuk promosi bagi destinasi tuan rumah PHRI Bike Tour.*** (Yun Damayanti)

SEMAKIN BANYAK PILIHAN AKTIVITAS DAN AKOMODASI DI TANJUNG LESUNG

SEMAKIN BANYAK PILIHAN AKTIVITAS DAN AKOMODASI DI TANJUNG LESUNG

Tourism for Us – Tanjung Lesung, kawasan ekonomi khusus pariwisata di Banten, telah kembali. Kawasan resor terdekat dengan Taman Nasional Ujung Kulon ini come back dengan beragam aktivitas dan fasilitas bagi wisatawan setelah bencana tsunami beberapa tahun lalu.   Pengelola Tanjung Lesung telah merevitalisasi beach [more]