Tourism for Us – Kita semua berbagi tanggung jawab bersama dalam memanfaatkan potensi pariwisata yang sangat besar untuk menciptakan masa depan yang lebih baik bagi bumi maupun masyarakat. Dalam pesan menyambut Hari Pariwisata Dunia 2022 (World Tourism Day) yang diunggah di situs UNWTO (United Nation [more]
Tourism for Us – Integrasi antarmoda transportasi publik merupakan bagian dari membangun infrastruktur aksesibilitas pariwisata. Dan transportasi berbasis rel dan kereta akan memegang peran penting di tahun-tahun mendatang. Antusiasnya para pemburu tiket kereta PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) melihat adanya peningkatan masyarakat yang menggunakan [more]
Tourism for Us – Kota Bandung tidak hanya punya wisata instagramable, wisata belanja dan wisata kuliner. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung bekerja sama dengan DPD ASITA Jawa Barat memperkenalkan hidden gems bagi wisatawan dan pelaku industri pariwisata nasional di Travel Dialog dan Table Top ‘Hayu Ka Bandung’ pada Rabu, 7 September 2022, yang berlangsung secara daring. Hidden gems berada di lokasi-lokasi yang sudah tersohor.
Situs sisa bangunan Penjara Banceuy dalam rute walking atau cycling Soekarno Tour. (Foto: Yun Damayanti)
Hidden gems yang diperkenalkan pada acara tersebut ada walking tour, cycling tour dan susur sungai. Semua itu menambah daftar aktivitas dan pengalaman wisatawan selama berada di kota Bandung.
Perwakilan dari Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Jawa Barat di Travel Dialog mengemukakan, untuk walking dan cycling tour sudah dikembangkan beberapa rute di antaranya di sekitar Jalan Braga-Asia Afrika dan rute Soekarno Tour.
Soekarno Tour menawarkan dua rute yakni rute jejak kehidupan dan perjuangan salah seorang pendiri Republik Indonesia selama tinggal di Bandung dan rute melihat bangunan-bangunan yang diarsiteki beliau. Napak tilas jejak kehidupan dan perjuangan Bung Karno meliputi kunjungan ke rumah Ibu Inggit Garnasih, Institut Teknologi Bandung (ITB), sisa bangunan bekas Penjara Banceuy, Gedung Indonesia Menggugat (GIM), dan Penjara Sukamiskin.
Hidden gems lainnya adalah Kampung Tjibarani. Ini adalah kampung urban. Setiap akhir pekan ada pasar mingguan di mana wisatawan bisa membeli aneka hasil pertanian urban yang dikembangkan oleh warganya.
Selain itu, di Kampung Tjibarani juga dapat melakukan aktivitas susur sungai sambil memunguti sampah. Aktivitas ini dapat dilakukan oleh anak-anak. Perwakilan dari HPI menyarankan, anak-anak berusia delapan tahun ke atas dapat mengikutinya. Kegiatan tersebut punya misi hendak memberikan pengalaman beraktivitas sosial di alam terbuka.
Walking tour dan cycling tour di kota Bandung rata-rata berdurasi antara dua sampai tiga jam atau dengan jarak tempuh tiga hingga lima kilometer. Awalnya aktivitas ini memang diminati oleh wisatawan mancanegara terutama dari Eropa. Tetapi sekarang wisatawan domestik juga mulai menyukainya.
Dua dari lima sellers menawarkan beberapa produk hidden gems di kota Bandung kepada 27 buyers dari berbagai daerah di sesi Table Top. My Duta Tour, salah satu sellers, menawarkan walking tour menjelajah kuliner legendaris di kota Bandung dan paket berkemah di salah satu lokasi Perhutani.
Seller lainnya Exotic Java Trails tidak hanya menawarkan walking dan cycling tour di dalam kota tetapi juga ke berbagai titik menarik di sekitar kota. Operator tur ini juga berkolaborasi dengan komunitas geologi menjelajahi keindahan dan rahasia geologi Jawa Barat dengan walking, cycling, motor touring, campervan dan geocamp.
Kemacetan mengancam daya tarik wisata kota Bandung
Aksesibilitas menjadi salah satu kunci keberhasilan suatu destinasi wisata. Dari sesi Travel Dialog terungkap, aksesibilitas menuju dan dari Bandung semakin baik. Setelah kereta api dari Jakarta dan jalan raya postweg melalui Bogor dan Cianjur yang sudah dibangun sejak zaman kolonial Belanda, kemudian jalan tol Cipali, aksesibilitas akan bertambah setelah tol Cisumdawu dan kereta cepat dioperasikan.
Wisata kota Bandung juga ditopang dua bandara internasional, Husein Sastranegara dan Kertajati. DPD ASITA Jawa Barat mengusulkan, Bandara Husein Sastranegara yang berada di tengah kota dapat diaktifkan lagi untuk penerbangan short haul dari ASEAN. Dan Bandara Kertajati dapat diaktifkan menjadi hub penerbangan long haul dari Timur Tengah dan Eropa.
Dengan aksesibilitas yang semakin baik menuju dan dari kota Bandung, pekerjaan rumah terbesar saat ini dan yang akan datang adalah bagaimana mengatur lalu lintas di dalam kota dan sekitarnya, termasuk menuju dan dari kabupaten/kota penyangga yakni Bandung, Bandung Barat, Cimahi sampai Subang agar tidak macet.
Karena sekarang sudah dirasakan, semakin jalan raya ditambah dan diperlebar, kemacetan juga bertambah. Sehingga lama perjalanan dari satu titik ke titik lainnya tidak menjadi lebih cepat. Pada akhirnya malah membuat rencana perjalanan wisatawan tidak efisien. Selai itu juga membuat warga kotanya sendiri tidak nyaman.
‘’Bandung yang pernah menjadi kota yang paling sulit dijangkau beberapa tahun lalu kini menjadi kota yang memiliki akses sangat memadai. Ini tentu saja menjadi nilai tambah bagi kota Bandung. Tapi, yang perlu diperhatikan adalah pergerakan pariwisata di kota ini harus memberikan manfaat bagi warganya. Jangan hanya membuat dampak seperti kemacetan,’’ ujar Budijanto Ardiansjah, Ketua DPD ASITA Jawa Barat juga Direktur Utama My Duta Tour.
Menurutnya, Bandung membutuhkan pengaturan tata kelola wilayah dan pergerakan wisatawan yang baik.
‘’Saya pernah mengusulkan supaya disediakan lahan parkir khusus. Atau, setiap kendaraan wisata yang masuk harus membayar retribusi khusus. Hal ini bila dibiarkan lama-lama bisa menjadi over tourism,’’ tambahnya.
Meskipun demikian, Bandung harus tetap melakukan pemasaran pariwisatanya. ‘’Kalau Bandung tidak berpromosi maka jumlah wisatawan akan turun. Jadi, ya, Bandung harus tetap berpromosi. Sekarang ini semakin banyak kompetitor makanya harus lebih giat lagi berpromosi,’’ pungkas Ketua DPD ASITA Jawa Barat.***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Rasa adalah nilai pertama dari sebuah makanan atau minuman. Dan rasa terbaik dibuat dengan menggunakan bahan-bahan segar dan asli. Kepada semua pengusaha kuliner dunia, chef Guy Savoy dari Village International de la Gastronomie (VIG) mengatakan, kualitas pembuatan makanan harus enak dimakan [more]
Tourism for Us – Pasar pariwisata tahunan Jogja International Travel Mart 2022 berhasil meyakinkan pelaku industri pariwisata mancanegara bahwa selalu ada sesuatu yang baru di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Jogja International Travel Mart (JITM) memasuki penyelenggaraan ketiga belas tahun ini. Pasar pariwisata bertaraf internasional di [more]
Tourism for Us – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) berkolaborasi dengan Netflix dalam upaya memperkuat promosi pariwisata melalui konten dan mengembangkan film di Indonesia.
Kemenparekraf menandatangani MoU dengan Netflix. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat promosi pariwisata Indonesia. (Foto: Birkompublik Kemenparekraf)
Kerja sama antara Kemenparekraf dan Netflix ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman yang dilakukan oleh Plt. Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf Ni Wayan Giri Adnyani dengan Direktur Kebijakan Publik Asia Tenggara Netflix Ruben Hattari.
Penandatanganan itu disaksikan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno dan Wakil Presiden Kebijakan Publik Global Netflix Dean Garfield, Selasa (6/9/2022), di Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta.
Kerja sama mencakup pembuatan ragam konten yang mengangkat potensi pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia. Konten akan berisi destinasi pariwisata, kuliner, produk ekonomi kreatif dan cerita-cerita lokal autentik dari berbagai daerah yang akan membuka jendela dunia untuk Indonesia.
Dalam kerja sama ini, Netflix secara resmi merilis video promosi untuk kampanye Wonderful Indonesia. Video promosi tersebut berisi kompilasi klip dari berbagai konten orisinal Netflix yang menayangkan pemandangan destinasi pariwisata, kuliner, dan produk ekonomi kreatif. Kampanye ini akan dilanjutkan dengan kegiatan aktivasi dan konten daring lainnya untu mendorong minat wisatawan internasional berkunjung ke Indonesia dan wisatawan domestik berwisata di dalam negeri.
Kerja sama diluncurkan tepat setelah pengumuman terbaru dari Netflix terkait sederet film dan serial Indonesia yang akan tayang di platform ini.
Sejumlah tayangan terbaru tersebut adalah ‘’The Big 4’’, film aksi komedi pertama Timo Tjahjanto; serial drama ‘’Gadis Kretek’’ yang diproduseri oleh Shanty Harmayn dengan sutradara Kamila Andini dan Ifa Isfansyah; serial sci-fi thriller ‘’Nightmares and Daydream’’ besutan sutradara Joko Anwar; film coming-of-age berjudul ‘’Dear David’’ karya sutradara Lucky Kuswandi; komedi situasi ‘’Klub Kecanduan Mantan’’ arahan sutradara Salman Aristo; ‘’Hari Ini Kita akan Ceritakan Nanti’’ karya Angga Dwimas Sasongko; serial ‘’Komedi Kacau’’ dari penulis-sutradara Raditya Dika; dan sebuah proyek seru lainnya dari penulis-sutradara Ernest Prakasa.
Menparekraf Sandiaga berharap, melalui kerja sama ini dapat menyajikan data yang bisa dijadikan acuan termasuk konten-konten potensial yang bisa dikembangkan dan disajikan kepada masyarakat luas. Kemenparekraf perlu bekerja sama dengan perusahaan seperti Netflix dan mengarahkan ulang tujuan untuk sepenuhnya menjadi digital.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Presiden Kebijakan Publik Global Netflix Dean Garfield mengatakan, pihaknya optimis kolaborasi dengan Kemenparekraf akan membawa banyak manfaat. Ia pun berharap bisa menghadirkan lebih banyak lagi cerita orisinal Indonesia kepada penonton di dunia internasional.
Sebelumnya, Netflix telah berkolaborasi dengan pemangku kepentingan perfilman di tanah air seperti menghadirkan workshop pengembangan cerita.
‘’Indonesia memang luar biasa. Kita tahu, beberapa storytellers terbaik dunia ada di Indonesia. Kita tahu beberapa tempat terindah di dunia ada di Indonesia. Jadi ini adalah kesempatan untuk menampilkan keduanya. Ini juga merupakan kesempatan bagi kami membangun beberapa kemitraan yang kami miliki di sini,’’ kata Dean.***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Indonesia Outdoor Festival (INDOFEST) 2022 sukses menggaet total 44.951 pengunjung selama empat hari. Event tahunan yang diusung sebagai ‘Lebarannya Anak Outdoor’ telah berlangsung pada 1-4 September 2022 di Hall B Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta. Menurut catatan panitia, pengunjung tidak hanya [more]
Tourism for Us – PT Kereta Api Indonesia (KAI) menawarkan 77.000 tiket promo yang bisa dibeli langsung oleh pengunjung di KAI EXPO pada 17-18 September 2022 di Hall B Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta. Selama EXPO tarif kereta api Kelas Eksekutif ditawarkan mulai dari Rp150.000,00, [more]
Tourism for Us – Jember memang baru memproduksi cerutu setelah Indonesia merdeka. Namun, ekspor tembakau, bahan baku cerutu dunia, dari daerah ini telah berlangsung lebih dari 160 tahun. Mereka tahu maunya para penikmat cerutu.
Oleh karena itu, riset terhadap tanaman tembakau terus dilakukan. Hasil riset menunjukan, tanaman ini ternyata juga punya manfaat-manfaat baik lainnya bagi kehidupan manusia. Kebaikan yang kita tidak sangka-sangka.
Cerutu adalah heritage di Jember, Kota Cerutu Indonesia.(Foto: bincigar.com)
Cigar & Tobacco Heritage Tour
Tembakau Besuki Na Oogst (BNO) masih tumbuh dengan baik di Jember. Kebun-kebunnya diusahakan mulai dari skala besar hingga kecil. Sebagian BNO hidup di bawah naungan waring.
Waring merupakan elemen utama dalam teknologi Tembakau Bawah Naungan (TBN). TBN adalah inovasi yang dikembangkan untuk melindungi tanaman tembakau. Waring dapat membantu mengatur besar kecilnya intensitas cahaya matahari dan menjaganya dari serangan hama. Ini dilakukan agar menghasilkan daun tembakau berkualitas tinggi: warnanya merata, elastis dan tidak mengandung residu pestisida.
Pekerja perempuan dengan telaten merawatnya. Kemudian, setelah musim panen giliran para pekerja lak-laki sibuk mengatur susunan tembakau yang dikeringkan di atak. Mereka memastikan suhu dan kelembaban di dalam atak terjaga.
Atak sendiri merupakan metode pengeringan tembakau tradisional. Atak adalah sebuah bangunan gudang berbentuk segitiga simetris dengan panjang sekitar 25 meter, lebar berkisar 14,5 meter dan tingginya 11 meter. Di dalamnya disekat-sekat menjadi 10 sampai 25 kamar. Daun-daun tembakau yang telah dipilih sebelumnya kemudian digantung di sebilah batang bambu panjang dan dijejerkan di dalam kamar-kamar.
Atak dibangun dari kerangka bambu dan beratap ilalang atau daun tebu. Penggunaan material alami dan banyak tumbuh di sekitar atak punya peran penting menjaga sirkulasi udara, suhu dan kelembaban yang dibutuhkan selama proses pengeringan. Ini adalah proses yang menentukan kualitas produksi tembakau.
Para pekerja perempuan dari Madura adalah legenda hidup dalam heritage cerutu dan tembakau di Jember. Mulai dari kebun tembakau hingga di pabrik-pabrik pembuat cerutu. Kemampuan mereka melihat dan membedakan daun tembakau berkualitas tidak ada yang menandingi. Ketelatenan dan ketelitian mereka saat merawat tanaman tembakau sampai melinting daun tembakau menjadi cerutu layak diacungi jempol. Tuhan memberi berkah bakat alami memahami tanaman tembakau dan menangani produk yang dibuat dari tembakau kepada orang Madura.
George Birnie, seorang pengusaha Belanda keturunan Skotlandia, ialah yang pertama kali mengembangkan perkebunan tembakau Besuki Na Oogst di Jember pada tahun 1850. Dia bersama empat pengusaha lainnya mendirikan NV. Landbouw Maatscapij Out Djember (NV LMOD) di daerah Jenggawah. Mereka mendatangkan pekerja dari Blitar dan Madura untuk bekerja di perkebunan tembakaunya. Tetapi, orang Spanyol yang singgah di Filipina ditengarai yang pertama kali memperkenalkan dan membawa masuk tembakau ke Nusantara.
Tembakau Indonesia menguasai 30% sampai 40% pangsa pasar dunia. Tembakau Indonesia punya kualitas sangat baik untuk pembungkus luar, pembungkus dalam dan pengisi (filler).
Jember merupakan daerah penghasil tembakau cerutu berkualitas dunia yang masih bertahan. Produksinya mencapai delapan hingga sembilan ribu ton per tahun (data tahun 2017) dan 90 persennya diekspor ke berbagai negara. Dalam perkembangannya, kabupaten ini tidak lagi hanya mengekspor bahan baku tembakau saja tetapi juga sudah mengekspornya dalam bentuk cerutu.
Pola perjalanan Cigar & Tobacco Heritage Tour di Jember telah terbentuk. Wisatawan dapat melihat mulai dari perkebunan tembakau, proses pengeringan di atak, kunjungan ke pabrik untuk melihat pembuatan cerutu hand-made, berbelanja cerutu, menikmati cerutu di lounge, dan mengunjungi Museum Tembakau.
Febrian A. Kahar dari BIN Cigar, juga Koordinator Destinasi Wisata Jember (DWJ), mengungkapkan, Jember telah mendeklarasikan diri sebagai Kota Cerutu Indonesia. Cerutu adalah heritage di kota ini.
‘’Di sini, wisatawan dapat melihat perkebunan tembakau, proses pembuatan cerutu sampai menikmati cerutu. Setelah itu, dia bisa bersantap siang dan mengunjungi museum untuk mengetahui sejarahnya,’’ ujar Febrian.
Perkebunan tembakau dengan menggunakan waring di Jember. [Foto; Yun Damayanti]
Arti cerutu dan tembakau bagi Jember
Luas perkebunan tembakau di Jember mencapai 26.000 hektar pada medio 1970-an. Sekarang luasnya tinggal 2.500 hingga 2.600 hektar. Dari kapasitas lahan yang ada, produksi tembakau Jember bisa memenuhi 15% kebutuhan pembuatan cerutu terbaik di dunia.
Total ada empat usaha besar cerutu dan tembakau di Jember yakni Kopkar Kertanegara/PTPN XI, PT Mangli Djaya Raya (MDR), BIN Cigar dan Dwipa Cigar.
Febrian menambahkan, cerutu tidak berbeda halnya dengan anggur (wine).
‘’Cigar semakin panjang umurnya semakin enak. Persis seperti wine. Tembakau ini punya ciri khas. Biasanya, pabrik menyetok daun tembakau selama empat tahun. Karena empat tahun waktu yang ideal untuk mematangkan material yang difermentasi. Baru kemudian diolah jadi cerutu. Kami di BIN Cigar untuk memproduksi cerutu Boslucks memerlukan waktu 15 tahun untuk mengembangkan material tembakaunya saja,’’ kata Febrian.
Cerutu berbeda dari kretek atau rokok putih. Cerutu dibuat tanpa mencampur daun tembakau dengan cengkeh (saus). Filler cerutu menggunakan tiga sampai empat helai daun tembakau. Kemudian dilapis dengan daun tembakau sebagai pembungkus dalam (omblad). Lalu dilapisi lagi dengan daun tembakau untuk pembungkus luar (dekblad). Daun tembakau dengan kualitas tertinggi digunakan sebagai dekblad yang menentukan cita rasa dan harga cerutu.
Ada dua jenis tembakau paling umum yang ditanam di Jember yaitu Besuki Na Oogst dan Vor Oogst (tembakau kasturi). Dari hasil riset terhadap tembakau yang diteliti menununjukkan, tanaman ini juga mampu menghasilkan minyak atsiri tembakau yang bisa digunakan untuk bahan baku pembuatan parfum, pestisida organik, pupuk dan bio oil.
Pada kesempatan menerima kunjungan peserta yang menghadiri Festival Cerutu Jember yang berlangsung pada 22-24 Juli 2022 lalu, Kepala UPT PSMB LT Abdiel Popang Kabanga S.T.M.M.A mengatakan, tembakau tidak saja dijadikan bahan pembuat cerutu atau rokok tetapi juga bermacam produk lain seperti asap cair, sabun, parfum, minyak atsiri, briket, balsem dan lain-lain (dikutip dari Lembaga Tembakau Jember, Disperindag Jatim).
‘’Dari sisi sosio-ekonomi maupun budaya, cerutu dan tembakau merupakan obyek yang punya nilai ekonomi dengan padat karya dan nilai sejarah. Sehingga banyak orang yang tertarik untuk melihat prosesnya karena hanya ada di negara tertentu yang menyajikan potensi ini. Dalam perkembangannya, kualitas cerutu Indonesia juga semakin baik karena semua melakukan improvement dalam memuaskan pelanggan,’’ tutur Ir. H. Imam Wahid Wahyudi, Direktur Utama BIN Cigar.
Bagi industri cerutu dunia, Indonesia adalah la tierra prometadora, sebuah tanah yang menjanjikan. BIN Cigar produsen cerutu dari Jember akan mengungkapkan heritage cerutu dan tembakau di tanah yang dijanjikan itu di area Indonesia di Village Intrnational de la Gastronomie 2022 yang berlangsung di Paris, Perancis pada 1-4 September 2022.
BIN Cigar adalah satu dari tiga bisnis cerutu dan tembakau besar di Jember di mana wisatawan dapat mengalami perjalanan lengkap Indonesian Cigar & Tobacco Heritage Tour. Dan untuk perjalanan tersebut juga sudah ada operator tur lokal Warna Indonesia Tour & Travel yang dapat membantu mengatur perjalanan menelusuri tanah yang dijanjikan tersebut bagi penikmat cerutu.***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Wisatawan lokal yang sedang menikmati staycation di Bogor juga tidak tertinggal keseruan merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-77. Beragam perlombaan khas Tujuh Belasan juga diadakan di hotel-hotel dan resor-resor di Kota Hujan. Satu di antaranya, dalam rangka merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia [more]