Tourism for Us – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno meyakini KTT AIS Forum 2023 yang mengundang partisipasi dari 51 negara pulau dan kepulauan di seluruh dunia dan diikuti 1000 peserta memberikan dampak positif pada sektor pariwisata [more]
Tourism for Us – Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Pariwisata Provinsi Bali menyampaikan, sosialisasi ‘Dos & Donts’ di Bali telah menunjukkan hasil yakni pelanggaran yang dilakukan oleh wisatawan mancanegara (wisman) mengalami penurunan. Bahkan pemerintah provinsi berencana mensosialisasikannya tidak hanya pada saat kedatangan tetapi juga sebelum [more]
Tourism for Us – Pada periode Januari hingga April 2023, recovery rate trafik penumpang domestik dan internasional di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali mencapai 83 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada masa sebelum pandemi di tahun 2019.
Seiring dengan membaiknya penangangan pandemi Covid-19 secara global, Pemerintah Indonesia kembali membuka perbatasan untuk penerbangan internasional menuju Bali pada 4 Februari 2022. Momentum ini dimanfaatkan oleh berbagai maskapai penerbangan yang sebelumnya melayani rute penerbangan internasional di Bali.
Dalam keterangan tertulis, Direktur Utama Angkasa Pura Airports Faik Fahmi mengatakan,‘’Pengoperasian Airbus A380 oleh Emirates ke Bali merupakan indikasi positif dari semakin membaiknya animo dan minat warga dunia untuk berwisata ke Bali. Dengan kapasitas pesawat hingga 615 penumpang, tentunya hal ini secara langsung akan berdampak positif terhadap jumlah kunjungan wisatawan dunia ke Bali, yang juga akan berdampak positif terhadap recovery pariwisata dan perekonomian di Bali khususnya, dan secara nasional pada umumnya.’’
Salah satu maskapai asal Uni Emirat Arab itu membuka kembali rute penerbangannya ke Bali mulai dari bulan Mei 2022. Jumlah penumpang yang diangkut oleh Emirates setelah beroperasi kembali setelah sempat terhenti karena pandemi global Covid-19 turut berkontribusi positif terhadap tingkat pemulihan atau recovery rate pergerakan penumpang total di Bandara I Gusti Ngurah Rai.
Dikutip dari Bali Tourim Board, menurut data Imigrasi, selama bulan Mei 2023 Bali menerima 476.393 wisatawan mancanegara (wisman). Australia, India, Cina, Amerika Serikat dan Inggris Raya menjadi negara-negara penyumbang terbesar wisman ke Bali saat ini.
Wisatawan India yang masih harus melalui transit untuk sampai ke Bali merupakan wisatawan paling antusias. Dengan kesamaan budaya dan religi serta keindahan alam membuat mereka ingin segera mengunjungi Pulau Dewata.
Pemerintah pun telah menyatakan pandemi telah berakhir di Indonesia pada bulan Juni ini. Tentu hal itu akan menambah optimisme para pelaku industri perjalanan dan pariwisata di puncak musim liburan tahun 2023 dan ke depannya.***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali mencatatkan sejarah sebagai bandara pertama di Indonesia yang melayani pesawat penumpang komersial reguler terbesar di dunia A380. Di tengah eforia travel revange dan untuk mengakomodasi permintaan perjalanan ke Bali, Emirates mengerahkan armada Airbus A380-800 miliknya [more]
Tourism for Us – Mendaki Gunung Agung adalah pendakian suci menuju istana para Dewa. Itu bukanlah suatu pendakian biasa. Jalan menuju puncak tertinggi di Pulau Bali, dalam konteks pariwisata, sudah semestinya memberikan pengalaman naik gunung yang sangat berbeda daripada mendaki gunung-gunung lainnya di Indonesia. Arti [more]
Tourism for Us – Wisatawan asal Republik Rakyat Tiongkok (RRT) akhirnya kembali ke Bali. Pasar wisatawan internasional terbesar yang diharapkan oleh semua destinasi di Asia Tenggara ini datang ke Pulau Dewata dengan penerbangan charter (sewa). Dan waktunya bertepatan dengan musim liburan tahun baru Imlek.
Wisatawan Tiongkok yang datang dengan penerbangan charter disambut oleh Kepala Daerah Provinsi Bali, Deputi Pemasaran Kemenparekraf RI, Kepala Imigrasi Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dan jajaran pejabat lainnya.(Foto: Birkompublik Kemenparekraf)
Batch pertama dari tiga grup charter dari Tiongkok yang dijadwalkan telah mendarat di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Minggu (22/1/2023). Maskapai Lion Air yang disewa membawa 210 wisatawan Tiongkok. Mereka terbang dari Bandara Internasional Bao’an Shenzhen, Guangdong, Cina.
Menurut keterangan DPD ASITA Bali, batch kedua dan ketiga masing-masing tiba di Bali pada 29 Januari 2023 dan 5 Februari 2023. Jumlah wisatawan yang dibawa di setiap batch lebih kurang sama dengan batch pertama.
Sebanyak enam agen perjalanan Bali anggota ASITA mengkoordinasikan tur grup charter wisatawan Tiongkok ini. Mereka adalah para pemain yang sudah berkecimpung menangani wisatawan dari Negeri Tirai Bambu sejak lama.
Selain wisata pantai dan laut yang menjadi impian setiap wisatawan Tiongkok mau datang ke Bali, mereka yang ikut dalam grup charter juga mengunjungi tempat-tempat yang hot di media sosial seperti Pura Penataran Agung Lempuyang atau dikenal sebagai Pura Lempuyang The Gate of Heaven, pantai-pantai ikonik di Nusa Penida, dan Tanah Lot. Program mengunjungi daya tarik wisata alam lebih banyak.
Ketiga grup charter pertama wisatawan Tiongkok itu menyasar kelas menengah atas (middle-up market). Mereka menginap di hotel bintang 5 dan mengikuti tur layaknya wisatawan-wisatawan dari negara-negara lain. Tentu saja program belanja (shopping) tetap ada dalam tur. Karena tidak mungkin tidak ada program belanja bagi wisatawan Asia pada umumnya.
Komite Pasar Tiongkok Bali Tourism Board menerangkan, untuk saat ini, sebuah pabrik kopi di daerah Jimbaran menjadi tujuan wisata belanja. Hal ini dikarenakan toko-toko lain belum buka.
Paket wisata ke Bali dengan charter tersebut dibuat untuk membuat wisatawan Tiongkok merasakan liburan yang sebenarnya. Mereka lebih banyak melihat keindahan alam dan budaya selama berada di salah satu destinasi terpopuler di dunia. Sebuah pengalaman yang pantas untuk harga yang dibayarkan.
Target pasar wisatawan Tiongkok
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) menargetkan 255.300 wisatawan asal Tiongkok datang berwisata ke Indonesia tahun ini.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) pada ‘’Weekly Press Briefing Bersama Sandiaga Uno’’ (WBSU) di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Selasa (24/1/2023), menjelaskan, target 250 ribu ini merupakan target batas bawah.
‘’Kita harapkan di penghujung tahun 2023 angka tersebut bisa meningkat,’’ ujar Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno.
Kemenparekraf optimis kedatangan kembali wisatawan Tiongkok dapat mendukung target 3,5 juta – 7,4 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada tahun 2023. Menparekraf menekankan, akan senantiasa mempromosikan destinasi favorit seperti Bali, Manado dan lima destinasi super prioritas untuk menggaet pasar Tiongkok.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada tahun 2019 sebelum masa pandemi COVID-19, Tiongkok menjadi penyumbang terbesar kedua kunjungan wisman ke Indonesia.
Tercatat, turis asal Tiongkok mengunjungi Indonesia sebanyak 2.072.079 wisatawan selama tahun 2019 atau 12,8 persen dari total 16.106.954 wisman. Kunjungan wisatawan Tiongkok pada tahun 2019 sedikit menurun dibandingkan capaian tahun 2018 sebanyak 2.139.161 wisatawan.
Reaktivasi penerbangan Tiongkok-Bali
Seluruh pemangku kepentingan pariwisata di Bali menunggu hasil dari charter flight Tiongkok pada akhir Januari-awal Februari 2023. Penerbangan charter ini merupakan hot new. Semua berfokus ke sana.
Namun, dari penerbangan charter itu belum bisa ditarik kesimpulan perbandingan pasar wisatawan Tiongkok sekarang dengan sebelum pandemi. Dari tiga batch pertama charter ke Bali tersebut mungkin membutuhkan waktu tiga sampai enam bulan untuk melihat kestabilan permintaan dari wisatawan.
Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati atau Cok Ace pada kesempatan yang sama di WBSU minggu lalu menjelaskan, ‘’Kami berharap jumlah penerbangan sebelum COVID-19 dari 20 kota di Tiongkok bisa dikembalikan lagi, termasuk jumlah maskapai yang melayaninya yang mencapai 15 maskapai penerbangan. Dan penerbangan langsung dari Tiongkok ke Bali bisa dikembalikan lagi,’’ kata Cok Ace.
‘’Ini kan baru. Semua ada proses. Kita akan lihat feedback-nya. Pelayanan di sini bagaimana. Kalau semua baik-baik saja, pasti mereka akan lebih ini. Menteri juga sudah mengatakan, sedang mendorong Lion Air untuk bisa merambah ke beberapa kota lagi di Tiongkok,’’ tutur Putu Winastra, Ketua DPD ASITA Bali.
Salah seorang operator tur inbound Bali yang fokus pada pasar Tiongkok Probali Tours optimis, maskapai-maskapai penerbangan juga melakukan kajian-kajian sebelum mereaktivasi penerbangan regulernya ke Bali.
‘’Saya yakin, perusahaan-perusahaan penerbangan yang melayani reguler flights akan melakukan kajian kebutuhan dan penyesuaian kapasitas. Sehingga bila demand tersebut tinggi, mereka bisa meminta agar mendapat slot untuk mendarat di Ngurah Rai. Seperti yang kita lihat contohnya dengan Singapore Airlines,’’ kata Hery Sudiarto, Executive Director Probali Tours.
Handy Heryudhitiawan, General Manager PT. Angkasa Pura I Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, dalam keterangan tertulisnya (23/1/2023), dalam menanggapi pertanyaan dari Tourism for Us, menyampaikan, ‘’Sampai dengan saat ini, kami belum mendapatkan konfirmasi dari maskapai-maskapai tersebut (Southern China Airlines dan Eastern China Airlines, red.) terkait penerbangan langsung dari Republik Rakyat Tiongkok (RRT) khususnya mainland.’’
Diterangkannya lebih lanjut, saat ini Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali telah melakukan pelayanan penerbangan langsung dari RRT yang dioperasikan oleh Cathay Pacific, China Airlines dan Eva Air.
Cathay Pacific adalah maskapai penerbangan berbasis di Hongkong melayani rute Hongkong-Bali-Hongkong juga dari kota-kota di Cina daratan. Sedangkan China Airlines dan Eva Air, dua maskapai penerbangan asal Taiwan, melayani rute Taipei-Bali-Taipei. Kedua maskapai Taiwan itu juga melayani penerbangan dari dan ke beberapa kota di Cina daratan.
Di luar dari wisatawan yang datang dengan pesawat charter, Probali Tours mengungkapkan telah mulai menerima wisatawan dari Tiongkok. Mereka datang menggunakan penerbangan reguler dengan transit.
Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf Ni Made Ayu Martini berbincang dengan wisatawan Tiongkok dari charter flight yang baru mendarat di Bali. [Foto; Birkompublik Kemenparekraf]
Diplomasi B-to-B dan B-to-G untuk travel trade Tiongkok-Bali yang lebih baik
Bali Tourism Board maupun asosiasi-asosiasi perjalanan dan para pelaku industri pariwisata Bali berharap, travel trade antara Tiongkok dan Bali pasca pandemi akan lebih baik. Praktik-praktik bisnis ilegal yang menciptakan ‘Zero Dollar Tourism’ di sektor pasar wisatawan Tiongkok telah merusak tatanan niaga pariwisata di Bali dan meninggalkan citra buruk serta ketidakpercayaan wisatawan.
Hal pertama yang harus dilakukan adalah meregulasi dan mengawasi usaha-usaha seperti toko-toko yang menjual produk-produk yang dicari dan digandrungi khususnya oleh wisatawan Tiongkok. Regulasi dan pengawasan dilaksanakan secara terintegrasi dan berwibawa sehingga tidak ada kesan tebang pilih.
Pemerintah selaku regulator perlu memahami, potensi keuntungan dari kue pariwisata ini sangat menggiurkan. Celah-celah pengaturan hukum yang mungkin belum terisi dan pasar yang semakin bebas memungkinkan praktik-praktik ilegal marak terjadi.
‘’Pemerintah harus tertibkan toko-toko itu agar mereka berbisnis dengan baik dan benar di Bali,’’ tegas Mei Lan dari Star Tour Bali yang juga anggota Komite Pasar Tiongkok Bali Tourism Board.
DPD ASITA Bali mengusulkan, tujuan wisata belanja bagi wisatawan Tiongkok harus memuat konten lokal. Salah satunya mengunjungi toko-toko kerajinan-kerajinan lokal yang diusahakan oleh UMKM. Selain itu, pembayarannya pun dilakukan dengan menggunakan platform yang ada dan berlaku di Bali dan Indonesia.
Bali membutuhkan diplomasi G-to-G dan G-to-B Untuk mencapai travel trade yang lebih baik dan berkualitas antara Tiongkok dan Bali. Langkah ini diperlukan untuk memulihkan citra destinasi dan kepercayaan wisatawan Tiongkok bahwa pariwisata di Pulau Dewata adalah pariwisata berkualitas.
Pemerintah Indonesia melalui Kemenparekraf perlu melakukan kerja sama atau MoU G-to-G dengan Tiongkok. Kerja sama ini guna memproteksi jalannya B-to-B kedua negara secara legal dan taat hukum internasional maupun hukum yang berlaku di kedua negara.
Bila kedua negara memiliki kesepakatan maka wisatawan Tiongkok akan ditangani oleh perusahaan-perusahaan yang terdaftar atau legal sejak dari Tiongkok sampai tiba di destinasi Bali. Perusahaan-perusahaan perjalanan di Bali juga legal dan di bawah binaan asosiasi-asosiasi perjalanan yang diakui legalitasnya oleh Pemerintah Indonesia. Baik pemerintah dan swasta di Tiongkok maupun pemerintah dan swasta di Indonesia bisa saling mengawasi. Dengan demikian, keamanan, keselamatan dan kenyamanan wisatawan Tiongkok selama berada di Bali dan di destinasi manapun di Indonesia benar-benar terjaga keamanan, keselamatan dan kenyamanannya. Seperti wisatawan Indonesia yang berwisata ke Tiongkok yang harus menggunakan agen perjalanan resmi.
‘’Kita perlu meng-update white list travel agent Indonesia dan Tiongkok. Karena update white list terakhir listing travel agent Indonesia tahun 2016,’’ tambah Hery.
Selain itu juga dibutuhkan diplomasi G-to-B. Seperti kita ketahui, Cina memiliki platform dan sistemnya sendiri. WeChat dan Alipay merupakan platform paling umum digunakan oleh warga Tiongkok termasuk ketika mereka berwisata keluar negeri. Melarang penggunaan kedua platform tersebut di sini mungkin bukan langkah bijak dalam kerangka menarik wisatawan Tiongkok. Tetapi pada saat yang sama, kita juga harus memproteksi pendapatan dari wisman untuk tetap tinggal di Indonesia.
Ini mungkin akan menjadi diplomasi yang lebih sulit dibandingkan update white list travel agent di kedua negara. Tetapi kita harus melakukannya.
‘’Kalau kita mau menjadikan Bali sebagai destinasi berkualitas maka hal seperti sistem pembayaran harus bisa di-maintain dengan regulasi. Jangan dilepas begitu saja,’’ ucap Putu Winastra.
Karena traveltech dan fintech jauh lebih canggih daripada sebelum pandemi, keberadaan online travel agent (OTA) di pasar wisatawan Tiongkok, mungkin lebih sehat daripada offline travel agent. OTA yang dioperasikan oleh perusahaan-perusahaan rintisan (startup) perlu melakukan promosi-promosi gencar bahkan berani untuk menunjukkan perusahaannya ‘’growth’’. Selain menawarkan kemudahan karena bisa dilakukan di ponsel, promosi-promosinya itu yang menarik konsumen hingga melakukan pembelian.
Keberadaan OTA telah membantu pemasaran dan penjualan destinasi beserta produk-produknya. Tetapi, kita juga tidak boleh terlalu terpukau dengan yang-serba-daring. Dengan semakin canggihnya traveltech dan fintech, pengawasan baik terhadap pelaku pariwisata di dalam ekosistem platform OTA dan pembayarannya akan menjadi lebih rumit. Pelaku industri pariwisata di Bali khususnya dan Indonesia pada umumnya sudah tentu tidak bisa menjangkau dan melakukannya sendirian.
Di sisi produk perjalanan, pelaku industri pariwisata perlu merancang produk-produk wisatanya lebih inovatif. Sehingga paket-paket wisata baru ke Bali tampak lebih menarik namun tetap sesuai dengan permintaan dan karakter wisatawan Tiongkok.
Selain itu, paket-paket wisata Bali tidak dijual dengan harga murah. Karena pada akhirnya pelaku industri akan bergelut dalam persaingan tidak sehat. Kemudian para pelaku pariwisata di Bali diharapkan belajar dari pengalaman pandemi sehingga bisa lebih menjaga tata kelola manajemennya lebih profesional dan memahami faktor resikonya.
‘’Paket turnya harus menarik dan lebih berkualitas. Kalau paket tur kita sudah berkualitas dan menarik, mereka mau membeli itu, akan sama-sama mendapat untung. Maka ‘Zero Dollar Tourism’ tidak akan ada lagi. Kami juga sudah sampaikan kepada kementerian bahwa kita harus menyiapkan waktu untuk sales mission ke beberapa kota di Tiongkok guna menarik wisatawan kembali ke sini,’’ pungkas Winastra.***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Perwakilan dari industri operator tur/agen perjalanan dan perhotelan menyampaikan, tidak ada pembatalan pemesanan perjalanan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia, khususnya ke Bali. Pembatalan besar-besaran perjalanan ke Indonesia setelah Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) baru disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) minggu [more]
Tourism for Us – Dengan apa yang akan menantinya di Bali, wisatawan Nepal lalui semua rintangan. Mereka tersenyum bersama pendaki dari seluruh dunia. Sementara para pendaki merayakan pencapaiannya menggapai titik tertinggi di muka bumi di Sagarmatha, mereka melihat ke arah lain. Mereka mencari garis putih [more]
Tourism for Us – Selama akhir pekan pada 4-6 November 2022, Cebu Pacific menerbangkan 20 jurnalis dari Manila ke Bali untuk merasakan kekayaan budaya, pemandangan indah, dan makanan lezat di berbagai destinasi di Pulau Dewata. Ini dilakukan dalam kemitraan dengan Aneka Kartika Tours & Travel Services, inbound operator tur Indonesia, dan beberapa bisnis lokal lainnya.
Famtrip media Filipina oleh Cebu Pacific diikuti 20 jurnalis. Famtrip diorganisasi oleh inbound tour operator Aneka Kartika Tours & Travel Services.(Foto: Aneka Kartika ours & Travel Services)
Cebu Pacific, maskapai terkemuka Filipina, telah meningkatkan layanan antara Manila dan Bali dari 5 kali seminggu menjadi 7 kali seminggu mulai awal Oktober 2022.
Penerbangan Cebu Pacific berkode 5J 279 berangkat dari Manila pada pukul 03.45 waktu setempat dan tiba di Bali pada pukul 07.50 WITA. Penerbangan kembalinya, 5J 280, dijadwalkan berangkat dari Bali pada pukul 08.35 WITA dan mencapai Manila pada pukul 12.45 waktu setempat.
Famtrip kali ini membawa media Filipina merasakan pengalaman short weekend gateway. Dengan lama penerbangan selama empat jam dari Manila, ini merupakan perjalanan yang layak dilakukan untuk berakhir pekan di Bali.
Selama 3 hari 2 malam, mereka diajak menginap maupun visit ke akomodasi-akomodasi di tempat-tempat terkenal di area pantai Kuta dan Seminyak yang terkenal dengan fasilitas rekreasi dan hiburan serta pusat budaya Pulau Dewata di Ubud.
Di antara perjalanan antarakomodasi, peserta juga mengunjungi Batuan Temple, Pura Saraswati di Pura Saren Ubud, dan berkeliling di sekitar Ubud Square. Kemudian mengunjungi Taman Ayun, pura milik kerajaan, dan Tanah Lot. Tempat-tempat terkenal dan ikonik itu menyampaikan cerita baru setelah tidak dikunjungi oleh wisatawan selama dua tahun.
Persinggahan pertama setelah mendarat di Bali adalah Adhi Jaya Hotel. Di sini peserta famtrip sarapan lalu dilanjutkan dengan hotel visit. Lokasi hotel berada di dekat Pantai Kuta, Waterbom Bali, Discovery Shopping Mall – area perbelanjaan kelas atas-, dan kehidupan malam. Interior kontemporernya memiliki sentuhan pesona Bali.
Pada malam pertama di Bali, media Filipina menginap di The Royal Pita Maha untuk pengalaman tinggal di resor mewah yang dimiliki oleh keluarga Kerajaan Ubud.
Resor ini memiliki koleksi vila dengan kolam renang pribadi dan fasilitas pendukung yang menghadap ke Sungai Ayung yang menyajikan keindahan tak lekang oleh waktu. Ini adalah surga bagi mereka yang ingin menyegarkan pikiran, tubuh, dan jiwa.
Masih di area resor, Taman Dedari adalah daya tarik wisata baru di Ubud. Taman ini dilengkapi dengan restoran yang buka untuk makan siang dan makan malam. Restoran menyajikan makanan Bali, Indonesia, dan Barat. Di sini peserta famtrip dijamu dengan makan malam bergaya bangsawan Ubud (rajalaya style dinner). Dari sini pengunjung dapat menikmati pemandangan sunset terbaik di Sungai Ayung dan Ubud. Dan patung 49 Malaikat sebagai pemandangan latar belakang restoran menambah keindahan sekitarnya.
Ubud tidak hanya menawarkan pengalaman klasik tetapi juga kontemporer. Peserta famtrip lalu diajak hotel visit ke The Samaya Ubud, sebuah resor vila butik kontemporer Bali yang disajikan dengan luar biasa dan lengkap. Lokasinya berada di Desa Sayan, 15 menit ke arah utara Ubud.
Ada berbagai vila mewah yang memiliki satu, dua dan tiga kamar tidur. Dikelilingi sawah terasering dan hutan, hotel ini menawarkan pengalaman Bali modern yang megah bagi para tamu.
Dua restoran di The Samaya Ubud menawarkan pengalaman’lebih dari sekedar bersantap’. Scene Restaurant yang terletak di tingkat paling atas resor menghadap ke lereng bukit dan sawah yang hijau. Di dek restoran Swept Away pengunjung akan merasakan berada dekat sekali dari sungai.
The Semaya juga memiliki properti di kawasan Seminyak. The Samaya Seminyak hanya beberapa langkah dari pantai Seminyak dan Petitenget.
Di resor tepi pantai ini para tamu dapat memilih vila baik di sisi pantai atau di Royal Courtyard di seberang jalan. The Breeze, restoran di dalam resor yang berada di tepi pantai menawarkan pengalaman bersantap yang indah dengan pemandangan matahari terbenam yang spektakuler.
Pada hari terakhir di Bali, peserta famtrip media kembali ke area Kuta. Kali ini Peserta famtrip diperkenalkan dengan resor tepi pantai lainnya, The Patra Bali Resort and Villas. Di resor bintang 5 itu peserta diajak merasakan menginap di akomodasi yang kerap kali menjadi tuan rumah bagi para elit dan pejabat.
Sebelumya, Aneka Kartika Tours & Travel Services juga mengorganisasi famtrip media bersama dengan mitranya di Filipina dan maskapai Cebu Pacific. Kedua famtrip diselenggarakan secara mandiri. Rencana perjalanan pengenalan disusun dan dikemas bersama dengan melihat target pasar dan media yang akan menyampaikannya. Ini termasuk pemilihan akomodasi, daya tarik wisata dan pengalaman yang hendak diangkat kepada publik.
Dengan membawa jurnalis dari media-media terkemuka di Filipina dalam perjalanan pengenalan (familiarization trip/famtrip) diharapkan dapat mengundang lebih banyak wisatawan dari Filipina untuk datang dan menjelajahi apa yang Bali tawarkan. Hasilnya? ‘’It works,’’ ujar Adjie Wahjono dari Aneka Kartika Tours & Travel Services. Dan memang, wisatawan dari Filipina yang berlibur ke Pula Dewata terus bertambah.***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Pemerintah mempercepat uji coba tanpa karantina dan pemberlakuan kembali Visa on Arrival (VOA) untuk tujuan wisata di Pulau Bali bagi pelaku perjalanan dari luar negeri baik dengan transportasi udara dan laut. Kebijakan relaksasi ini menjadi harapan baru baik bagi pelaku industri [more]