Tourism for Us – Taiwan merupakan salah satu pasar potensial bagi pariwisata Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kunjungan wisatawan Taiwan ke Indonesia pada Januari-Juni 2026 mencapai 108.989 kunjungan dan menempatkan Taiwan pada urutan ke-13 negara penyumbang wisatawan ke Indonesia. Potensi pasar tersebut masih [more]
Tourism for Us – Jakarta semakin menegaskan posisinya bukan lagi sekedar kota transit atau bisnis. Kota ini telah bertransformasi menjadi destinasi wisata yang kaya pengalaman. ‘’Ape yang lu mau, gue punya,’’ begitu kira-kira kata orang Betawi. Dalam pernyataannya, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) [more]
Tourism for Us – Untuk meningkatkan kunjungan wisatawan dari Arab Saudi, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) bekerja sama dengan maskapai Emirates Airline dan didukung oleh Kedutaaan Besar RI di Riyadh dan Konsulat Jenderal RI di Jeddah menggelar Sales Mission (misi penjualan) Arab Saudi pada akhir bulan Juli ini.
(Foto: Birkompublik Kemenparekraf)
Sales Mission pertama digelar di ibukota Riyadh pada 28 Juli 2024. Kemudian dilanjutkan dengan Sales Mission kedua yang digelar di Jeddah pada 30 Juli 2024.
Dalam misi penjualan itu, delegasi membawa 4 sellers dari Indonesia terdiri dari Panorama Destination, Tria Uma, Season Travel Jaya dan Taman Safari Indonesia. Buyers yang hadir di Riyadh sebanyak 40 perusahaan dan di Jeddah sebanyak 30 perusahaan. Buyers yang hadir merupakan mitra-mitra Emirates Airlines. Pertemuan sellers-buyers difasilitasi dalam program table top meeting.
Dalam pernyataannya, Selasa (30/7/2024), Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf Ni Made Ayu Marthini berharap, kegiatan Sales Mission Arab Saudi dapat mempertemukan pelaku industri pariwisata asal Indonesia dengan mitra-mitra bisnis pontesial di Arab Saudi dan menciptakan jejaring bisnis baru.
Selain menyampaikan kondisi terkini pariwisata Indonesia, dalam kedua misi penjualan tersebut juga disampaikan informasi terbaru terkait destinasi dan konektivitas kedua negara serta kebijakan terbaru untuk berwisata ke Indonesia.
Direktur Pemasaran Pariwisata Regional II Kemenparekraf Cecep Rukendi mengatakan,’’Kegiatan ini merupakan salah satu upaya memanfaatkan momentum setelah musim haji tahun 2024.’’
Cecep berharap, citra pariwisata Indonesia dapat meningkat mealui kegiatan Sales Mission seiring dengan upaya promosi sederet destinasi pariwisata Indonesia seperti destinasi pariwisata super prioritas ke pasar Arab Saudi. Dan upaya ini juga diharapkan mampu mendongkrak penjualan paket-paket wisata ke Indonesia.
Pemeritah menargetkan 139.842 wisatawan Arab Saudi berkunjung ke Indonesia pada tahun 2024. Dalam hal konektivitas, Arab Saudi merupakan negara yang memiliki penerbangan langsung ke beberapa kota di Indonesia. ***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Dalam rangka memperkenalkan program ‘Indonesia Spice Up the World’ (ISUTW) yang bertujuan untuk memperkenalkan kuliner Indonesia ke seluruh dunia, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) menggelar Sales Mission (misi dagang) ke Dubai, Uni Emirat Arab (UEA) dan [more]
Tourism for Us – Bali sebagai destinasi pariwisata dunia sudah tentu mempunyai varian produk perjalanan lengkap mulai dari yang ekonomis hingga mewah (luxury). Dengan melemahnya nilai tukar mata uang rupiah, luxury travel di Pulau Dewata tampak semakin terjangkau (affordable). Saba Estate Bali, salah satu villa [more]
Tourism for Us – Vietnam menjadi sumber pasar potensial wisatawan mancanegara (wisman) dari ASEAN bagi Indonesia pascapandemi. Pertumbuhan jumlah kunjungannya cukup signifikan. Pada tahun 2022, jumlah wisatawan asal Vietnam sebanyak 68.067. Pada tahun 2023, jumlahnnya meningkat menjadi 121.879 wisatawan, atau naik 79 persen. Angka tersebut melampaui capaian sebelum pandemi pada tahun 2019 yaitu sebesar 96.024 wisatawan. Dengan masa tinggal rata-rata 5 hari 4 malam, sayangnya, baik wisatawan maupun pelaku pariwisata di Vietnam hanya tahu satu destinasi, Bali.
Indonesia Sales Mission di Ho Chi Minh City dihadiri oleh Konjen RI Agustaviano Sofjan (kedua dari kanan) dan Chairman Hanoi UNESCO Travel Club Truong Quoc Hung (kanan). Ketum IINTOA Paul Edmundus Tallo (kedua dari kiri) dan perwakilan dari Deputi Pemasaran Regional I Kemenparekraf Faisal Rohman (kiri). (Foto: IINTOA)
Indonesia Inbound Tour Operator Association (IINTOA) melihat Vietnam sebagai pasar potensial. Pascapandemi, salah satu negara di kawasan Indochina ini maju pesat dan kegiatan bisnisnya sudah berjalan pada level yang hampir sama dengan sebelum pandemi.
Di sisi aksesibilitas, penerbangan langsung dari Vietnam tersedia menuju Jakarta dan Bali. Tetapi, tujuan utama wisatawan Vietnam hanya ke Bali. Setelah ditelusuri, pelaku industri pariwisata di Vietnam kurang mempunyai pengetahuan dan informasi mengenai destinasi-destinasi selain Bali.
Berkaca pada keberhasilan menggelar Sales Mission di Bangkok, Thailand, pada pertengahan tahun lalu, IINTOA menginisiasi Sales Mission di Vietnam pada 26-29 Februari 2024. Sasarannya dua kota terbesar yakni ibukota Hanoi dan Ho Chi Minh City. Inisiasi ini disambut baik oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) yang mendukungnya dengan pengadaan venue dan jamuan makan malam untuk buyers.
‘’Bentuk kolaborasi ini menjadi preseden bagus kerja sama antara pemerintah dan swasta,’’ ujar Paul Edmundus Tallo, Ketua Umum IINTOA.
Indonesia Sales Mission di Vietnam yang diselenggarakan pada 27 Februari 2024 di Hanoi dan 28 Februari 2024 di Ho Chi Minh City berlangsung sukses. Agenda utamanya adalah Table Top dan kemudian dilanjutkan acara ramah-tamah dalam jamuan makan malam.
Sales Mission di awal tahun ini diikuti 20 perusahaan terdiri dari 14 operator tur inbound dan 6 hotel dari Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali. Dan IINTOA bekerja sama dengan Hanoi UNESCO Travel Club, salah satu organisasi operator tur/agen perjalanan outbound di Vietnam, untuk mendatangkan buyers di misi penjualan ini.
Undangan untuk menghadiri Indonesia Sales Mission disambut baik oleh anggota dalam jaringan Hanoi UNESCO Travel Club. Misi penjualan di Hanoi dihadiri oleh 56 perusahaan. Dan buyers yang hadir misi penjualan di Ho Chi Minh City sebanyak 70 perusahaan.
Sales Mission di Hanoi juga dihadiri oleh Dubes RI untuk Vietnam Denny Abdi dan Vice Chairman Hanoi UNESCO Travel Club Henry Hue. Sedangkan Sales Mission di Ho Chi Minh City dihadiri oleh Konjen RI Agustaviano Sofjan dan Chairman Hanoi UNESCO Travel Club Truong Quoc Hung.
Jongki Adiyasa, Direktur Nusa Ina Leisure, salah satu seller di Indonesia Sales Mission 2024 di Vietnam mengatakan, tren perjalanan wisatawan Vietnam tergantung dari apa yang kita tawarkan kepada mereka: mau melihat apa, mau melakukan apa selama berada di Indonesia.
Karena penerbangan langsung dari Vietnam ke Bali dan Jakarta sudah tersedia, jadi sekarang bagaimana pelaku pariwisata di Indonesia bisa membawa mereka melanjutkan perjalanan ke Yogyakarta dan bahkan hingga Surabaya.
‘’Lama tinggal wisatawan Vietnam rata-rata 5 hari 4 malam. Ini yang hendak diupayakan oleh IINTOA, memperlama masa tinggal wisatawan Vietnam menjadi 7 hari 6 malam. Dengan melihat lama tinggal mereka di sini, kita juga bisa menarik mereka sampai ke Lombok dan Komodo. Tampaknya mereka masih OK ke Lombok tapi belum bisa sampai ke Komodo,’’ terang Jongki.
Seller lainnya Monas Tjahjono, Managing Director Monas Tours & Travel, dari Surabaya, mengakui, buyers Vietnam yang hadir secara umum tidak tahu destinasi-destinasi lain di Indonesia kecuali Bali.
‘’Di Sales Mission ini ada sellers dari beberapa daerah ikut seperti dari Yogyakarta, Jakarta, dan Surabaya. Mereka senang sekali. Saya melihat, mereka rupanya juga senang kegiatan semi adventure seperti trekking di Gunung Ijen, Bromo, ke Tumpak Sewu. Itu mereka suka,’’ kata Monas.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (14/3/2024), mengatakan, Vietnam merupakan pasar potensial dengan kenaikan jumlah wisatawan yang sangat signifikan dari tahun 2022-2023.
Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf/Baparekraf Ni Made Ayu Marthini mengatakan, potensi wisman yang didapat dari Indonesia Sales Mission di Hanoi sebanyak 4.186 wisatawan dan 3.593 wisatawan dari Ho Chi Minh City.
Adapun potensi devisa yang dihasilkan dari misi penjulan di Hanoi sebesar 389.066 dollar AS atau sekitar Rp 6.030.523.000,00. Dan 874.452 dollar AS atau sekitar Rp 13.554.006.000,00 dari misi penjualan di Ho Chi Minh City.
IINTOA berpandangan, mempromosikan destinasi Indonesia merupakan tugas utama pemerintah. Sedangkan pelaku industri seperti halnya anggota IINTOA bertugas mempromosikan paket-paket wisata yang di dalamnya sekaligus mempromosikan destinasi wisata sesuai paket tur yang dijual.
Sedangkan pihak hotel dan restoran serta yang lainnya mempromosikan produk usahanya serta mempromosikan destinasi wisata hanya sesuai dengan hotel atau restoran itu berada.
‘’Sekarang tantangannya adalah kita harus mempromosikan destinasi dengan baik dan benar,’’ tambah Jongki.
Kegiatan Table Top yang diinisiasi dan diorganisasikan oleh IINTOA di Vietnam bulan lalu merupakan langkah lanjutan dari keberhasilan Table Top IINTOA di Bangkok, Thailand pada 27-30 Agustus 2023. Dan asosiasi inbound tour operator di Indonesia ini akan menjadikan kegiatan tersebut sebagai agenda rutin dalam upaya menjemput wisman. ***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Indonesia hadir di Internationale Tourismus Borse (ITB) Berlin 2024 dengan kekuatan penuh. Pameran pariwisata terbesar di dunia itu telah berlangsung pada 5 hingga 7 Maret 2024 di Berlin Expo Center, Messe Berlin, Jerman. Dan sebanyak 93 pelaku industri pariwisata memenuhi paviliun [more]
Tourism for Us – Pemerintah Provinsi Jawa Barat melaui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) berkolaborasi dengan pengelola Bandara Internasional Jawa Barat atau Bandara Kertajati dan asosiasi-asosiasi pariwisata mempromosikan bandara baru dan destinasi-destinasi wisata di sekitarnya ke Medan, Sumatera Utara dan Balikpapan, Kalimantan Timur. Kegiatan promosi [more]
Tourism for Us – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) menggelar Misi Penjualan (Sales Mission) di Singapura dan Johor Bahru, Malaysia, pada akhir September 2023. Pemerintah menargetkan 917.000 wisatawan Singapura dan 656.300 wisatawan Malaysia berkunjung ke Indonesia pada tahun 2023.
Table Top pada Misi Penjualan di Singapura, 25 September 2023, di KBRI Singapura. (Foto: Kemenparekraf)
Misi Penjualan di Singapura berlangsung pada 25 September 2023 di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura. Kemudian dilanjutkan dengan Misi Penjualan di Malaysia pada 27 September 2023 yang digelar di Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Johor Bahru.
Deputi Bidang Pemasaran Pariwisata Kemenparekraf/Baparekraf Ni Made Ayu Marthini dalam pernyataannya di Jakarta, Selasa (3/10/2023), mengatakan, misi penjualan dilaksanakan dalam rangka program promosi pariwisata dan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan asal Asia Tenggara khususnya Singapura dan Malaysia ke Indonesia. Dan kegiatan ini merupakan bagian dari kolaboasi antara Kemenparekraf/Baparekraf bersama KBRI Singapura dan KJRI Johor Bahru.
’’Singapura dan Malaysia merupakan pasar potensial bagi Indonesia. Kemenparekraf/Baparekraf fokus mempromosikan pariwisata melalui program-program yang mendukung konsep pariwisata berkelanjutan seperti Desa Wisata dan Gastronomi, sebagai upaya mendukung tercapainya Sustainable Development Goals (SDGs) pada tahun ini. Dan menjadikan Jakarta sebagai hub ke berbagai provinsi di Indonesia, termasuk lima destinasi pariwisata super prioritas, dengan potensi wisata budaya dan kuliner tren terkini,’’ kata Wisnu Sindhutrisno, Direktur Pemasaran Pariwisata Regional I (Asia Pasifik) Kemenparekraf/Baparekraf.
‘’Pertemuan ini adalah sebuah kesempatan yang baik untuk memberikan update destinasi prioritas Indonesia melalui paket wisata dan kesepakatan yang bisa ditawarkan Indonesia kepada calon pembeli dari Singapura,’’ kata Suryo Pratomo Duta Besar RI untuk Singapura
Pada kesempatan berbeda, Konsul Jenderal Republik Indonesia untuk Johor Bahru Sigit S. Widiyanto dalam sambutannya menyampaikan, Rapid Transit System antara Singapura dan Johor yang dijadwalkan beroperasi awal 2027 akan menjadi suatu game changer termasuk untuk sektor pariwisata yang perlu diantisipasi.
‘’Namun, hal ini perlu didukung konektivitas udara dan laut termasuk penciptaan kapal roll on/roll off (RoRo) Melaka-Dumai dan RoRo Johor-Batam. Dalam hal ini, border special treatment juga dapat diciptakan untuk mendorong kunjungan wisman. Misalkan, dengan pemberian diskon khsusus layanan pariwisata bagi penduduk di wilayah perbatasan kedua negara mencakup Kepulauan Riau, Riau, Johor dan Melaka,’’ kata Konsul Jenderal RI di Johor Bahru.
Misi Penjualan di Singapura dihadiri 45 buyers. Sedangkan Misi Penjualan di Johor Bahru dihadiri 35 buyers.
Sellers dari Indonesia terdiri dari Bintan Resorts Cakrawala, Batam View Beach Resort, Bali Megah Wisata, Stat Indonesia, Bhara Tours, Absolute Indonesia DMC, Parador Hotels and Resorts, Lombok Travel dan Imam Tours & Travel dari Aceh.
Untuk konektivitas, Garuda Indonesia menjadi maskapai penerbangan pendukung dalam Misi Penjualan di Singapura. Dan Transnusa sebagai maskapai penerbangan pendukung di Misi Penjualan di Johor Bahru, Malaysia.
Menurut salah seorang seller yang mengikuti Misi Penjualan di Singapura dan Johor Bahru, Malaysia pada akhir bulan lalu, misi penjualan mempunyai prospek yang cukup bagus. Buyers rata-rata penasaran dengan kereta cepat ‘Whoozz’ Jakarta-Bandung.***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) kembali menggelar misi penjualan ke Tiongkok. Kali ini misi penjualan berlangsung di kota Shanghai pada 16 Mei 2023 bertempat di The Langham, Shanghai, Xintiandi. Dan di kota Hangzhou pada 18 Mei [more]